
Malampun tiba, dengan buku yang terbuka duduk di kursi untuk belajar sambil bersandar di telapak tangan.
Kruk-krukk..
Cacing-cacing lapar terus berbunyi di perut Shena, iapun segera menghampiri Chika dan bertanya apakah perutnya juga laper.
Sahut Chika, "Iya nih sen, perut gue juga laper."
Shena menutup buku berjalan menuju kasur dan meletakkan badannya, menatap Chika mengajaknya memesan makanan dengan alasan tidak akan bisa tidur karena cacing yang terus berbunyi diperutnya. Tersenyum tipis mengatakan pada Shena kalau lebih baik pergi membelinya sendiri sekalian mencari angin segar diluar. Shena menolak lemas dengan meletakkan kepala di kasur, menjawab kalau bisa memesan online kenapa harus keluar dan mengatakan kalau badannya juga lelah.
Bujuk Chika menarik lirih tangan Shena, "Ayolah Sen, gue bosen tau dirumah terus. Kalo keluar kan bisa sekalian cuci mata gitu."
Balas Shena dengan senyum, "Yaudah, kalo gitu lo aja yang beli. Gue nitip."
"Ihh, tega banget lo Sen. Ntar kalo gue jalan sendiri di luar, terus gue digodain sama cowok-cowok centil dimana coba?"
Sahut Shena mengerutkan alis, "Dihh, elo kali yang centil."
Chika kembali membujuk dengan sedikit memaksa menarik tangan Shena, dengan risih Shena terduduk meminta Chika melepaskan tangannya. Chika menolak dan tidak akan melepaskan pegangannya sebelum Shena mau keluar membeli makan.
Hela nafas Shena dengan terpaksa mengiyakan ucapan Chika, senyum senang Chika lalu bersiap-siap.
__ADS_1
Tiba diluar Shena mencoba membuka pintu mobil, Chika menahan dan bertanya pada Shena apa yang akan ia lakukan. Dengan singkat Shena menjawab kalau dia akan masuk ke mobil, Chikapun mengatakan kalau mereka akan berjalan kaki untuk mencari makanan yang tidak jauh dari rumahnya dan tidak membutuhkan mobil.
Shena mengangguk menutup mobil, "Hmm.. iya deh."
Tersenyum tipis, Chika menggandeng tangan Shena lalu berjalan pergi. Beberapa meter dari rumah Shena melihat ada penjual bakso di seberang jalan, memanggil Chika mengajaknya untuk makan bakso sebagai pengganjal perut. Menunggu beberapa mobil yang melintas, lalu berjalan sedikit cepat untuk menyebrang jalan. Tiba ditempat, Shena langsung memesan 2 porsi bakso untuknya dan Chika.
Garil mengendarai mobil bersama Exel berniat pergi kerumah Shena untuk belajar, tiba-tiba Exel melihat Shena dan Chika yang sedang membeli bakso.
Exel memanggil Garil, "Ehh Ril, itukan Shena sama Chika."
Garil menoleh-noleh, "Eh iya, ngapain mereka disana."
Shena mengerutkan kening, " Kayaknya iya. Tapi ngapain dia?"
Garil dan Exelpun turun menghampiri mereka, Garil bertanya apa yang mereka lakukan disini.
Sahut Shena sedikit melawak, "Motong rambut!. Ya beli bakso lah, udah tau ini gerobak bakso pakek nanya lagi."
"Sensi banget sih lo" lirih Garil.
Shena membalikkan pertanyaan Garil dan bertanya apa yang dia lakukan disini, Garilpun mengatakan kalau sebenarnya dia tadi akan pergi kerumahnya untuk belajar seperti biasa.
__ADS_1
Sahut Shena dengan cepat, "Gue lagi nggak ada dirumah."
Garil mengerutkan bibir tersenyum garing, "Lo nggak ngomong juga gue tau kalo lo nggak ada."
Chika dengan senyum tipis menyuruh Garil dan Exel untuk duduk memesan bakso.
"Duduk sini, pesen aja baksonya. Nanati lo yang bayar (menunjuk Garil)."
Garil sedikit kaget, "Hah, gue?"
Lanjut Chika, "Iyalah elo, cowok kan?"
Sahut shena, "Kenapa, nggak ikhlas."
Balas Garil senyum sedikit terpaksa, "Iya, gue yang bayar. Makan aja sepuasnya, kalo mau sama gerobak baksonya dibawa pulang juga nggak papa."
Shena hanya melirik sementara Exel dan Chika tertawa lirih, teriak Exel memesan 2 porsi lagi. Beberapa menit menunggu, shena yang sudah begitu lapar, berteriak pada abang penjual bakso untuk menyiapkan baksonya lebih cepat.
Teriak lirih abang bakso, "Woke."
***
__ADS_1