
Pulang kuliah dengan wajah yang terlihat letih, Shena dan Chika langsung membaringkan badannya diatas kasur.
Ucap Shena mengusap wajah, "Hah, banyak banget tugas hari ini."
Chika menatap dan menyetujui perkataan Shena karena diberi begitu banyak tugas oleh dosen. Shena menghelakan nafas menyuruh Chika untuk segera mandi dan mulai mengerjakan satu persatu tugas mereka, balik Shena meminta Shena untuk mandi lebih dulu karena dia ingin istirahat.
Selesai mandi, Shena langsung mengambil laptop dan mengerjakan tugas bersama Chika yang sedang mengambil beberapa buku dimeja. Beberapa jam berlalu, dengan mata yang terlihat letih menyandarkan badan dikasur sambil mengusap mata.
Lanjut Shena merengek, "A-elah, capek banget mata gue. Dosen mah kalo ngasih tugas udah diluar nalar, mana nggak bisa ditoleransi lagi. Banyak banget ini!"
Karena mata yang lelah menghadap laptop, Shena lalu memberikan laptop ditangannya pada Chika dan menggantikannya mengetik. Lalu mengambil buku ditangan Chika dan mengatakan kalau dia yang akan meringkaskan sambil membaca.
Chika mengerutkan bibir, "Yaudah iya."
Lebih dari 6 jam mereka mengerjakan tugas, keluar Chika dan meminta waktu untuk merekatkan badan dulu.
Shena membalas, "Iya Cik, sama. Kita istirahat dulu aja deh, gue juga capek banget."
Kruk kruk..
Perut Chika berbunyi, membuat mereka saling menoleh.
Chika dengan senyum garing, "Laper Sen."
Shena mengerutkan bibir dengan mengatakan kalau dia juga laper. Shena pun menyuruh Chika untuk memesan makan di gofood, Chika mengambil ponselnya dan mencoba memesan.
Klung klung..
Ponsel Shena berbunyi.
Shena mengambil ponselnya, "Siapa sih?"
Melihat ponsel dan ternyata itu Garil yang melakukan panggilan video, lalu mengerutkan kening bicara lirih memanggil nama Garil.
Chika yang mendengar Shena menyebut Garil langsung tersenyum spontan kepo melihat ponsel sambil menaruhnya kepala di pundak Shena.
__ADS_1
Ucap Chika mengejek lirih, "Wahh, udah ada yang sering kabar-kabaran nih. Awas ntar nyaman lo."
Sahut Shena dengan wajah sedikit kesal, "Apaan sih, nggak usah ngaco deh."
Chika memainkan alis sambil menggoda Shena untuk segera mengangkatnya, Shena menolak dan tidak mau mengangkat. Shena mencoba mematikan panggilan dari Garil, namun ponselnya langsung direbut Chika. Teriak Shena meminta Chika mengembalikan ponselnya, Chikapun menolak menyuruhnya untuk diam lalu menyapa Garil, terkejut Garil saat yang mengangkat teleponnya bukanlah Shena, ia lalu bertanya kemana Shena.
Chika menggoda, "Baru juga tadi nggak ketemu, udah kangen aja lo sama dia."
Gugup garil, "Ya-ya-ya, nggak gitu. Maksud gue kenapa lo yang ngangkat panggilan gue temen lo kemana."
Chika mengarahkan kamera ke arah Shena, shena menundukkan kepala membaca buku dan melirik pelan. Garilpun tersenyum menggoda Shena dengan mengatakan jangan terlalu rajin, Shena mengalihkan pembicaraan dan bertanya dengan wajah sedikit kesal menatap Garil kenapa dia menelfon nya.
Sahut Garil, "Lah, emang kenapa. Nggak boleh gitu."
"Nggak!" tekan Shena.
Chika mengalihkan kamera ponsel ke arahnya, "Maksud Shena tu boleh banget, tapi dia malu aja mau ngomongnya. Iyakan Sen?"
Lirih shena, "Nggak."
Shena mengerutkan kening, "Apaan sih, maksa banget."
"Ril, lo nggak kasian apa sama kita. Kita kelaperan tau, mau makan tapi nggak ada yang mau dimakan. Tuh liat muka Shena, lemes banget kan."
Kerut alis Shena mengambil ponsel dari tangan Chika, namun Chika tetap kekeh tidak memberikan ponsel itu.
"Nggak nggak, dia bohong. Lo nggak usah dengerin dia."
Chika menutup mulut shena bicara berbisik dengan isyarat menyuruhnya untuk diam, lalu bicara pada Garil kalau Shena suka sensi kalau sedang lapar.
Dengan senyum tipis, Garil mengatakan kalau mereka tidak perlu khawatir karena dia akan mengirimkan makanan untuk mereka.
Terharu Chika dengan wajah humor menatap Shena, "Yaampun, baik banget deh lo, beruntung banget nanti cewek yang jadi pendamping lo."
Shena menatap Chika dengan menaikan sebelah bibir. Chika lalu bertanya pada Garil dimana temannya (Exel), Garilpun menjawab kalau Exel sedang mandi. Chika meminta garil untuk menyampaikan salam pada Exel. Chika lalu memberikan ponsel pada Shena dengan senyum merayu untuk mereka bisa saling bicara, beranjak Chika berjalan menuju kamar mandi. Shena berkata pada Garil kalau tidak perlu mengirimkan makanan untuknya Dan tidak perlu mendengarkan perkataan chika.
__ADS_1
Sambil tersenyum, Garil berkata pada Shena kalau mereka membutuhkan apapun tidak perlu canggung untuk bicara padanya.
Lirih Shena dengan muka datar, "Hidup gue bukan tanggung jawab lo, jadi lo nggak perlu bantuin gue apa-apa. Lagian kalau soal makan gue bisa kok beli sendiri, dan lo nggak perlu repot-repot ngirim makanan."
Lembut Garil, "Gue nggak merasa direpotin kok, justru gue seneng kalo lo repotin. Gue udah pesen makan buat lo, jadi tunggu aja bentar lagi kurirnya juga dateng."
"Tapi gue..."
Lanjut Garil, "Udahh, bisa nggak sih lo terima aja. Anggep aja ini tanda terimakasih gue, udah ya gue matiin dulu ponselnya."
Shena memasang muka yang tidak enak, "Eh tunggu. Mm, makasih."
Balas Garil dengan senyum lebar, "Sama-sama."
Beberapa menit kemudian, bel rumah Shena berbunyi. Shena berjalan membuka pintu, dan ternyata itu kurir yang mengirimkan makanan pesanan Garil. Segera Shena masuk ke dalam kamar, Chika yang melihat begitu banyak makanan langsung menghampiri Shena.
"Wahh, banyak banget tu makanan."
Sahut Shena sedikit kesal, "Lo sih cik, malu-maluin gue aja. Kita kan bisa beli sendiri, gue jadi nggak enak sama Garil."
Lanjut Chika, "Lah kenapa Sen, nggak papa kali. Garil aja fine fine aja. Dia tu sebenernya pengen bisa deket sama lo, tapi dia nggak tau caranya. Makannya gue bantu dia."
Shena memalingkan pandangan, "Apaan sih, nggak jelas lo."
Shena membuka makanan yang dikirim Garil sedikit terkejut sambil mengeluarkan satu persatu, "Ini banyak banget."
"Wahh, kenyang kita" lirih Chika.
Shena memfoto makanan itu dan mengirimkannya pada Garil dengan mengucapkan terimakasih, Garil yang mendengar notif di ponselnya langsung melihat.
Balas Garil, "Selamat menikmati😉."
Sebagai ucapan terimakasih, Shena membalas pesan Garil dengan senyum manis.
***
__ADS_1