BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Tanda


__ADS_3

Didalam mobil, saat perjalanan pulang Shena melamun dan flashback mengingat kekerasan yang pernah dilakukan sang ayah padanya. Chika memegang pundak dan memanggil lirih nama Shena lalu bertanya ada apa dengannya.


"Ng-nggak mau" gugup Shena spontan kaget menoleh kearah Chika.


Chika sedikit bingung, Garil melihat dari spion mobil. Chika mengerutkan kening sambil tersenyum tipis ada apa dengannya, jawab Shena dengan gugup sambil memainkan tangan kalau dia hanya mengingat malam ini. Chika menggoda Shena mengatakan pada Garil dan Exel kalau Shena senang dengan diner malam ini.


Balas Shena, "Ng-nggak gitu juga, gue cuma (terhenti)..."


Goda Garil, "Cuma apa, cuma belum puas?. Tenang aja besok gue bakal ajak lo diner, berdua. Inget, berdua aja" tekan Garil melihat Shena dari spion.


Shena mengerutkan kening menaikan sebelah bibirnya menatap spion lalu mengatakan kalau dia sudah puas dan sudah tidak mau lagi. Garil membalas menggoda Shena kalau dia hanya malu mengatakan iya sambil memainkan alisnya.


"Apaan sih, nggak jelas lu" Lanjut Shena memalingkan pandangan.


"Lo bisa nggk sih senyum dikit gitu" tekan Garil.


"Nggak!" Shena menaikan nada.


Bisik Garil, "Pantes aja tua, senyum aja nggak mau."


Shena yang mendengar, dengan mata sedikit melotot menyuruh Garil untuk mengulangi perkataannya lagi. Garil menyangkal kalau dia tidak bicara apa-apa, Shena pun mengatakan kalau dia tidaklah tuli sambil mengalihkan pandangan melihat keluar mobil. Chika dan Exel yang melihat pertengkaran kecil mereka hanya menggelengkan kepala tersenyum tipis.


Tiba-tiba..


"Stop!" teriak Shena.


Dengan terkejut Garil mengerem mobil secara mendadak, membuat yang lain terkejut dengan badan memantul kedepan.


"Aduhh.." ucap yang lain.


"Duhh!. Lo bisa hati-hati nggak sih" kata Shena mengangkat kepala yang terbentur kursi depan.


Garil menoleh kearah Shena, menyalahkan dia kenapa harus berteriak menyuruhnya berhenti dengan mendadak. Chika juga ikut bertanya pada Shena kenapa dia menyuruh berhenti dengan mendadak. Shena melepaskan seat belt mengatakan kalau mereka akan tau nanti lalu bergegas pergi dan akan segera kembali


"Heh Sen, lo mau kemana?" tanya Chika.


Exel bertanya pada Chika kemana temannya akan pergi, Chikapun mengatakan kalau dia juga tidak tau.

__ADS_1


Lanjut Garil, "Emang temen lo suka gitu ya?. Kadang mukanya asem banget, kadang, yah receh juga."


Dengan senyum Chika mengatakan kalau sebenarnya shena orangnya baik, asik dan ceria. Tapi, semenjak mamanya meninggal dia merasa kehilangan segalanya ditambah lagi papanya yang sudah jahat sama dia dan mau menjualnya pada laki-laki hidung belang.


"Jadi karena hal itu Shena jadi cewek yang sedikit nyebelin sih, dan karena hal itu juga aku minta bantuan sama kamu biar kamu bisa bantu dia untuk lupa sama rasa sakitnya itu dan nggak selalu mikir kalo semua cowok itu jahat" ucap Chika.


Garil memasang muka simpati sambil menganggukkan kepalanya. Beberapa saat Shena datang membawa sesuatu ditangannya lalu masuk kedalam mobil.


Seru Shena sambil tersenyum, "Nih gue bawain sesuatu."


Chika mengambil dan bertanya pada Shena apa yang dia bawa, saat melihat isinya Chika tertawa lirih.


"Hha.. lo tadi beli martabak?"


Dimana martabak adalah makanan kesukaan Shena yang bisa mengubah moodnya dari yang sedih menjadi bahagia. Shena yang membeli 2 porsi memberikan satu porsi untuk Garil dan Exel dengan senyum bahagia.


Garil memasang muka sedih dengan humor, "Ternyata, lo tadi cuma mau beli martabak ini."


"Iya lah, asal lo tau martabak itu pengubah mood" senyum Shena sambil memakan martabak.


Shena mengangguk mengambil lagi martabak di tangan Chika dan langsung memasukannya kemulut Garil.


"Heh apa-apaan," kaget Garil dengan mulut penuh martabak.


"Martabak lah, gue suapin lo. Kan lo lagi nyetir, udah ayo buruan pulang."


Exel dan Chika yang melihat tingkah mereka ikut senang tertawa lirih dengan harapan mereka bisa lebih dekat kedepannya.


Lirih Garil, "Nyuapin sih nyuapin, tapi yang romantis dikit apa."


ucap Garil dengan senyum senang dan berharap bisa terus melihat senyumnya.


Tiba dirumah, dengan sigap Garil dan Exel membukakan pintu untuk Shena dan Chika. Senyum senang Chika mengucapkan terimakasih pada Exel, sedangkan Shena menaikan sebelah bibirnya dan berkata pada Garil kalau dia bisa membuka pintu sendiri.


"Bukannya terimakasih, malah marah-marah" balas Garil.


Shena membuka seat belt dan segera turun dari mobil, tidak sengaja kaki kanannya tersandung pintu mobil yang membuatnya jatuh menabrak dada Garil dan jatuh di dekapannya.

__ADS_1


"Aduhh.." teriak Shena.


Chika merasa kaget memanggil lirih Shena dan segera menghampirinya bersama Exel. Tertegun sebentar, shena mengangkat kepalanya dengan muka polos menatap kearah wajah Garil. Sedikit jijik mendorong dan menyuruh Garil melepaskan pelukannya.


Lanjut Shena, "Ihh!, cari kesempatan banget sih lo."


Melirik kearah baju garil, terkejut shena dengan mata melotot dan mulut terbuka melihat ada tanda bibir di baju putih Garil dengan tangan menunjuk memberi isyarat, dimana itu adalah lipstiknya yang tidak sengaja menempel. Garil ikut melirik melihat bajunya dengan sedikit kaget, menoleh Shena dengan tatapan datar.


Shena tersenyum garing mengeluarkan gigi mengatakan kalau dia tidak sengaja, lalu meminta maaf dengan mengelap tanda itu tapi tetap tidak hilang.


"Hhe, nggk hilang" senyum garing Shena.


Chikapun bertanya ada apa dengan mereka, Shena menutupi tanda itu dengan telapak tangan sambil menggelengkan kepala kearah Chika. Chika yang penasaran lalu memegang tangan Shena dan menggesernya, Chika sedikit terkejut melihat tanda bibir menempel dibaju Garil.


"Kalian abis ngapain!" tanya Chika menatap Shena.


"Jawab tu?" ucap Garil.


"Tadi, gue nggak sengaja kesandung. Terus dianya ceper sok-sokan nangkep gitu, dan nggak sengaja juga lipstik gue nempel di bajunya."


Lanjut Garil, "Siapa juga yang caper, coba aja gue biarin lu tadi, udah nyungsep lu."


"Ahh berisik!. Udah sana pulang, anggep aja itu bonus. Makasih!" tekan Shena.


Shena menarik tangan Chika mengajaknya masuk, Chika menoleh kearah exel dengan melambai tangan mengatakan untuk hati-hati dijalan. Teriak lirih Garil pada Shena semoga bermimpi indah, Shena menjawab semoga malam ini tidak mimpi apapun.


"Gue masuk dulu ya" lanjut Chika.


Merekapun segera masuk mobil, didalam mobil Exel melempar ejekan pada Garil dengan mengatakan kalau malam ini begitu indah sampai membuatnya tersenyum bahagia dengan tanda cinta berwarna merah.


Setelah berganti baju, Shena dan Chika bmembaringkan badan ke tempat tidur. Chika mengejek Shena dengan mengatakan kalau malam ini dia bersama Garil begitu konyol, tapi dia juga merasa senang melihat sahabatnya yang dulu mulai kembali lagi perlahan-lahan.


"Apaan sih Cik. Udahlah gue ngantuk mau tidur."


"Apa iya, gue udah bisa kembali lagi ke diri gue yang dulu?. Hmm, semoga saja" lanjutnya membatin dan perlahan memejamkan mata.


***

__ADS_1


__ADS_2