
Masih lanjutannya ya😉.
Merasa sudah cukup lama dan mulai larut malam, shenapun segera pamit untuk pulang beranjak dari tempat duduknya.
"Yaudah ya.. ini juga udah malem, aku pulang dulu. Cepet sembuh ya (memegang lembut lengan garil)."
"Biar gue anterin ya?," Mencoba bangkit dari tempat tidur.
Tahan shena memegang pundak garil, "Nggak nggak, apaan sih. Kamu tu lagi sakit jadi udah tidur aja, lagian aku bisa pulang sendiri kok."
"Tapi kan ini udah malem," Lanjut garil.
"Udah nggak papa. Yaudah aku pulang dulu ya."
Saat akan melangkah pergi, tiba-tiba garil memegang pergelangan tangan shena. Shenapun menoleh lembut menatap garil.
Lirih garil, "Hati-hati ya, maaf nggak bisa nganter kamu. Kalo ada apa-apa telfon aku aja."
Senyum shena menahan tawa, "Hhe, apaan sih. Aku nggak akan kenapa-napa, udah jangan lebay gitu dong."
Senyum tipis garil dengan wajah lemasnya, "Love you more!."
Lembut shena mengusap wajah garil sambil membenarkan rambut dengan senyum membalas ucapan garil.
"Dahh," Berjalan keluar dari kamar.
Tik tik tik..
Turun dari tangga dengan senyum tipisnya, mama ika yang sedang bekerja dengan laptop dihadapannya melihat shena turun dari tangga dan bergegas bangkit sambil menutup laptop.
__ADS_1
"Buru-buru banget sih, ayo duduk dulu?." Tawaran mama ika menyuruh shena duduk sambil memegang pundak.
Senyum malu shena, "Hhe, makasih tan. Tapi ini udah larut, jadi shena mau pulang dulu."
"Kamu mau pulang sendiri?."
Angguk shena, "Iya tan."
"Nggak nggak, kamu kan cewek. Biar kamu dianter sama supir tante ya (memanggil sopirnya)."
Tolak shena dengan sopan mengatakan kalau dia sudah terbiasa dan bisa pulang sendiri, sopirnya pun datang menyapa mama ika dan bertanya ada apa memanggilnya.
"Ini, kamu anterin dia pulang ya. Kasian dia pulang sendirian."
Shena menolak sambil memainkan tangan, "Nggak pak, nggak usah. Saya bisa kok pulang sendiri."
Sahut shena, "Udah tan, beneran kok nggak papa."
Tanya lirih sopir itu, "Jadi gimana ni, jadi dianter apa nggak?."
"Nggak pak nggak usah," Kata shena.
Mama ikapun meminta sopirnya untuk kembali karena shena menolak untuk dianjltarkan pulang.
Lanjut shena, "Maaf ya tan, shena pulang dulu. Permisi."
Angguk mama ika sambil mengelus lembut pundak shena, "Ya udah, hati-hati ya sayang."
"Iya tan," Berjalan keluar rumah garil menuju mobilnya.
__ADS_1
...
Ditengah perjalanan sambil mendengarkan musik bernyanyi lirih, tiba-tiba..
Brukk..
Tak sengaja shena menabrak seseorang, melongo kaget dengan polos langsung mematikan musik.
Lirihnya membuka seat belt, "Aduh, nabrak orang lagi gue."
Keluar shena dan segera membantu pemuda itu, "Maaf mas, maaf nggak sengaja."
Perlahan pemuda itu menoleh kearahnya menahan sakit, tertegun sejenak sedikit terkejut dimana yang tak sengaja ditabraknya adalah fidin.
"Elo!," Kata shena.
"Elo," Sahut fidin.
"Aduh maaf ya, gue beneran nggak sengaja. Lagian lo ngapain juga lari-lari gitu, udah tau ada mobil bukannya minggir malah lu terobos aja. Untung gue tadi lambat, kalo nggak udah beda alam lagi lo."
Fidin memalingkan pandangannya kearah seekor kucing, "Gue tadi mau nolongin kucing gue, dia tadi lari dan hampir aja lo tabrak."
Tatapan kucing itupun mengarah pada mereka, shena kembali meminta maaf dan mencoba membantu fidin untuk bangkit sambil memegang lengannya dari belakang.
"Aduhh, sakit jangan dipegang." Kata fidin.
Shena melihatnya yang mana tangan dan kaki fidin terluka, lalu membantu garil untuk menepi didekat kucingnya.
Next👇.
__ADS_1