
Pagi hari cerah dengan senyum sumringah diwajah, duduk mengikat tali sepatu menghelakan nafas. Shena memanggil chika yang begitu lama dikamar mandi.
"Bentar lagi." Sahut chika.
Beberapa saat keluar dari kamar mandi membenarkan lengan baju, "Nggak sabar banget deh. Mentang-mentang mau ketemu garil."
Tuk tuk tuk..
Bunyi ketukan pintu, membuka pintu yang mana itu pembantunya memberitahu kalau garil dsn exel sudah sampai.
"Iya bik, bentar lagi kita keluar." Ucap chika.
Sedikit tergesa mengambil handuk kecil dan segera turun.
Tuk tuk tuk..
Bunyi suara kaki yang turun dari tangga, dengan senyum mereka menyapa garil dan exel yang sudah duduk di ruang tamu.
"Pagi banget datengnya?." Tanya chika sambil berjalan.
"Iya.. tumben." Sambung shena.
"Ini nih garil, padahal gue udah bilang kalo ini kepagian. Tapi masih aja maksa dianya."
Garil membalas ucapan exel kalau dirinya juga sama saja.
Chika membalas dengan melempar ucapannya pada shena, "Ya.. sama lah kayak shena ya gitu, kalo masalah hati maunya cepet." menggoda shena menatap exel.
"Mana ada, sembarangan deh. Udah ah, ayok berangkat." Salting shena.
Tingkah shena itupun membuat chiakl tersenyum geli lalu memegang pundak shena dan mengajaknya untuk berangkat.
"Hhe, iya iya ayok berangkat."
__ADS_1
Membuka pintu rumah melihat ada empat sepeda yang sudah terpakir, lantas Shena bertanya pada garil dan exel apakah mereka tidak membawa mobil.
"Kalian kesini cuman pakek sepeda?."
Mereka mengangguk mengiyakan.
"Tumben.." Lirih shena mengejek.
Segera berangkat memulai gowes mereka.
...
45 menit berlalu, terus mengayuh sepeda dengan senyum merekah diwajah mereka menikmati pemandangan dan sejuknya angin pagi. Chika dan exel berada jauh didepan, sementara shena dan garil mengayuh dengan santai sambil berbincang.
Garil melihat wajah shena yang bahagia namun terlihat letih dengan keringat mengucur dan nafas sedikit cepat.
"Kenapa?, kamu capek. Kalo capek kita istirahat dulu aja." Lembut garil.
Balas shena dengan senyum mengelap keringat dengan handuk kecil dilehernya, "Ya namanya juga gowes pasti cepek lah, tapi dikit nggak banget-banget kok. Jadi nanti aja deh, masih seru soalnya."
"Ayo buruan.." Teriak shena dengan riang.
Garil tersenyum segera menyusul shena. Beberapa menit kemudian, shena terlihat lelah memelankan ayunan sepedanya dengan melepaskan satu tangannya.
Garil menyusul dengan senyum mengejek, "Kenapa?.. Udah capek.."
Shena memasang senyum garing, "Hhe, iya.. Emang kamu nggak capek apa?."
"Ya capek, tapi udah biasa."
Shena memainkan bibir mengangguk pelan. Perlahan garil menepikan tangannya memegang jemari tangan shena dengan erat, hal itupun membuat shena bereaksi kaget dengan wajah lucunya menatap garil.
Menarik pelan tangan shena kedepan dan membuat sepeda shena berjalan tanpa harus ia mengayun.
__ADS_1
"Gue bantu." Lirih garil.
Shena menatap lembut garil, mengedipkan mata tersadar.
"Nggak usah, gue nggak papa kok. Gue bisa, nanti lo yang capek." Gugup shena.
"Udah nggak papa." Ayunan garil sedikit cepat.
Dalam perjalanan mereka masih berbincang dengan asiknya dengan jemari tangan yang saling memegang erat.
"Oh iya, kita dari tadi ngobrol terus sampek lupa mana chika sama exel ya?." Shena melirik-lirik mencari chika.
"Udah sampek rumah kali mereka." Garil menjawab dengan canda.
"Hha.. nggak mungkin. Paling juga lagi pacaran mereka." Tawa shena.
"Ayok.." Spontan garil.
"Kemana?." Jawab shena menatap bingung.
"Pacaran." Langsung garil menjawab PD.
Tertegun sebentar shena menelan ludah perlahan, menjawab ucapan garil dengan canda tawa sambil melepaskan pegangan dan mengibaskan telapak tangannya didepan muka.
"Hha, apaan sih. Bisa aja lo modusnya."
Garilpun bertanya kalau dia mengatakan yang serius apa jawabannya, shena menatap tenang garil.
"Ihh, nggak mungkin." Shena membatin.
Tiba-tiba..
Tanpa disadari ada batu dijalan yang shena lewati, karena begitu mendadak shenapun tidak bisa mengendalikan sepedanya dan membuatnya terlempar keluar dari jalan.
__ADS_1
Garil menatap kaget berteriak lirih memanggil shena dan langsung menolongnya. Shena mencoba bangkit namun kakinya terasa begitu sakit, garil melihat kaki shena yang mana mengalami lecet dan tertusuk sebuah kayu runcing ditelapak kaki.
Next lanjutannya di episode selanjutnya👇