BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Suapan spesial


__ADS_3

Untuk para reader, tetep setia ya nungguin ceritaku. Meskipun lama nggak up, soalnya author juga sibuk kerja✌️😁.


Oke, nggak usah lama-lama kita lanjut ke cerita selanjutnya aja ya. Oh iya, ini masih lanjutan episode sebelumnya ya😊.


Tatapan penuh makna Fidin pada Shena seolah menyentuh hati, dengan senyum yang Shena beri meski bukan untuknya. Kue dipotong, dimana suapan pertama Garil berikan pada orang tuanya. Lalu suapan spesialnya ia berikan pada seorang wanita yang spesial dihidupnya, kue itu lalu diarahkan pada Shena. Yang mana Shena adalah wanita itu.


Semua orang yang hadir tersenyum baper melihat kedekatan Garil dan Shena, terkecuali Dara dan Yola. Tatapan kesal Yola menggeramkan tangan menahan emosi, sementara Dara merengek seolah hatinya patah. Elap Dara sembarang, dimana ia mengelap air mata dan ingus ke lengan baju Fidin yang berdiri disampingnya dan menyandarkan kepala dengan wajah cemberut.


"Hehehe, patah hati gue.." rengek Dara.


Lirik Fidin dengan bingung, Raya lalu menyenggol Dara memainkan mata seolah memberi isyarat.


"Apa sih Ray!. Udah ah lo diem, gue tu lagi sedih. Hati gue bener-bener pecah seribu, udah nggak ada harapan lagi hehe.." lebay Dara mengucap.


"Lo, kalo mau nangis boleh. Tapi jangan ngelap ingus ke baju gue juga" datar Fidin.


Lirik Dara cemberut dan wajah polos, "Kok, lo kalo diliat dari deket ganteng juga ya. Ternyata hari ini hati gue dipatahkan, dan secepet ini langsung disembuhkan."

__ADS_1


Dara kembali memancarkan senyum seolah lukanya telah sembuh saat melihat Fidin, menjabat tangan dan memperkenalkan diri. Bingung Fidin dengan tingkahnya, membalas dengan wajah datar lalu kembali fokus pada acara.


Raya yang ikut bingung, menyenggol Dara dan bertanya ada apa dengannya.


"Tadi, muka lo mendung banget. Terus, sekarang kenapa cengar-cengir gitu?" bisik Raya.


Dengan senyum receh Dara membalas, mengatakan kalau sepertinya dia akan membuka hati untuk orang lain. Lirik Raya memainkan mata pada Fidin, angguk Dara tersenyum senang.


Menganga Raya memainkan sebelah bibir, "Dihh, lo ya!. Baru kenal udah kayak gitu, ntar di PHP nangis. Lagian, bukannya tu cowok deket sama Shena?"


"Tapi, gue pasti bisa dapetin. Secara kan Shena udah sama Garil" ucap Dara dengan PD nya.


"Makasih," senang Shena mendapatkan suapan dari Garil.


Selesai acara, seluruh tamu yang hadir dipersilahkan menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Lirih Garil bicara pada Shena sambil memegang lembut lengannya kalau ia akan pergi ke toilet sebentar untuk membersihkan bajunya yang tertumpah minuman, angguk Shena mengiyakan.


Shena mengambil secangkir minuman yang dibawakan pelayan, sedikit meminum dan tak sengaja melihat ada salah satu sahabat SMP nya yang turut hadir diacar itu. Shena pun segera menghampiri berjalan lirih lalu menyapa Nila yang berdiri dipinggir kolam.

__ADS_1


"Nila?" lirih Shena.


Toleh temannya itu menatap sejenak dengan sedikit berfikir, tersadar berteriak lirih memanggil Shena.


"Sen!.. ini lo. Gilak, udah lama kita nggak ketemu. Kangen banget gue sama lo, kemana aja lo?" heboh Nila.


"Harusnya gue yang tanya, lo kemana aja. Lulus sekolah langsung pergi nggak kabar-kabar lagi."


"Hhe, sorry. Waktu itu mendadak gue pindah keluar kota. Jadi nggak sempet ngabarin lo."


"Lo disini juga?" tanya Shena.


Sahut Nila, "Iya, gue diajak mama papa gue. Katanya mau ngadirin acara ulang tahun anak temennya, jadi yaudah gue ikut aja."


Mereka berbincang seru karena lama tak bertemu, tiba-tiba mama Nila memanggil.


"Gue kesana dulu ya," ucap Nila.

__ADS_1


Angguk Shena. Yola yang melihat Shena berdiri sendiri dipinggir kolam lalu menghampiri dengan berjalan mengindip, iapun memanfaatkan situasi dimana orang-orang yang ada di acara sedang fokus sendiri. Ia lalu mendorong keras Shena dari arah belakang, dan membuat Shena jatuh kekolam.


Next👇.


__ADS_2