
Saat tiba di kamar, Mama Rita justru tidak melihat Yola, ia hanya mendengar suara gemercik air dari kamar mandi. Segera ia mendekat ke arah kamar mandi dan mendengar suara tangisan Yola.
Yola yang begitu terpukul hanya bisa menangis dan duduk dibawa guyuran air, ia mencoba meluapkan emosinya sendiri karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia merasa hidupnya sudah hancur karena apa yang dilakukan Vano padanya.
"Sekarang apa, apa yang harus gue lakuin!. Gue nggak mau kehilangan Garil, gue nggak bisa!" teriaknya.
Khawatir Mama Rita saat mendengar teriakan Yola, hatinya merasa pilu mendengar suara tangisan putrinya. Lembut Mama Rita meminta Yola untuk membuka pintu dan tidak menghukum dirinya hanya karena masalah asmara, ia juga berjanji kalau hubungannya (Yola) dengan Garil akan terus berlanjut.
"Tolong sayang, buka pintunya. Jangan buat Mama khawatir."
Tak lama Yola keluar dengan wajah dinginnya dan seluruh tubuh yang basah kuyup, tetes air mata keluar saat melihat kondisi anaknya yang menurutnya tidak baik-baik saja, iapun langsung memeluk erat Yola, dan mengambilkan handuk untuknya.
"Kamu kenapa sayang, kamu kenapa lakuin ini. Kamu jangan hukum Mama dong, kamu taukan kalau Mama nggak bisa lihat kamu kayak gini. Mama sayang banget sama kamu" ucap Mama Rita memegang lembut wajah Yola.
__ADS_1
Yola langsung memeluk erat dan menangis tersegu di pelukan sang Mama, bingung Mama Rita mencoba menenangkan Yola sembari mengatakan kalau hubungannya dengan Garil akan baik-baik saja.
"Nggak Mah, ini nggak akan baik" ucap Yola.
Kerut alis Mama Rita mengajak Yola untuk duduk terlebih dahulu dan menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi. Dengan air mata yang menetes Yola pun menjelaskan kejadian yang sudah menimpanya.
Terkejut tak percaya Mama Rita, "Apa, gimana bisa itu terjadi Yola!. Nggak, ini nggak bener kan?" tegas Mama Rita meminta jawaban.
Keluh Yola memegang kepala dengan kedua tangannya, "Ini yang udah terjadi Ma!. Yola nggak tau apa yang harus Yola lakuin sekarang, hidup Yola udah hancur, hancur!" melempar barang-barang yang ada di atas meja.
"Mama ada buat kamu sayang, Mama nggak akan biarin hal buruk menimpa kamu lagi."
"Tapi hal buruk udah terjadi Ma. Kalau Garil tau soal kejadian ini, pasti dia akan mutusin semua hubungan kita, aku nggak bisa kehilangan Garil!" tangis Yola pecah di pelukan Mamanya.
__ADS_1
"Kamu tenang ya sayang, Mama janji Garil nggak akan tau soal ini, dan Mama akan pastiin kalau hubungan kamu sama Garil akan baik-baik aja."
...
Berjalan Garil masuk ke ruang kantornya, saat akan membuka pintu, tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Garil.."
Berbalik Garil dan melihat Yola ada di hadapannya, "Yola?" lirihnya.
Tanpa berkata-kata lagi, Yola langsung memeluk erat Garil dan menangis di pelukannya, ia meminta Garil untuk tidak memutuskan hubungannya secara sepihak. Yola juga meminta maaf atas sikapnya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
"Aku nggak mau kamu ninggalin aku" lanjut Yola.
__ADS_1
Wajah kurang enak Garil karena Yola memeluknya tiba-tiba saat berada di kantor, ia pun meminta Yola untuk melepaskan pelukannya dan melanjutkan obrolan mereka didalam ruangan.
***