BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Tak sengaja


__ADS_3

Berjalan keluar aula basket sambil berbincang, lembut Shena menyuruh Chika dan Exel berjalan lebih dulu.


"Mau kemana lo," tanya Chika.


Sahut Shena, "Gue mau ke WC sebentar, kalian duluan aja."


"Yaudah, kita tunggu di tempat parkir ya, jangan lama-lama."


"Iyaa.."


Beberapa menit setelah masuk kedalam WC, Shena melangkah keluar sambil merapikan baju dan rambutnya.


Brukk..


Tak sengaja Shena bertabrakan dengan seseorang (Fidin), Fidin yang kaget pun tak sengaja menumpahkan air yang sedang ia minum diatas kepala Shena. Seketika rambut dan wajah Shena basah kuyup, lirih Shena membuka lmata dengan wajah polosnya melihat Fidin yang menatapnya kaget.


Seru Fidin, "Eh sorry sorry, gue nggak sengaja. Tadi gue lagi minum jadi nggak ngeliat lo (mencoba mengusap rambut Shena yang basah)."


Polos Shena dengan senyum garing sambil mengelap air dimukanya.


"Udah nggak usah. Lain kali.. kalo mau minum itu sambil duduk," Pergi meninggalkan Fidin.


Lanjutnya sambil ngedumel lirih mengelap wajah dan rambut, "Dasar cowok, kerjaannya emang nambahin beban cewek. Mana basah semua lagi, resek banget."


Bete Chika yang lelah menunggu Shena, "Mana sih Shena, lama banget di kamar mandi."


"Nyasar kali dia," sahut Exel.

__ADS_1


"Kayaknya iya deh" polos Chika.


Tawa Exel melihat tingkah polos Chika, "Hehe, polos banget sih," mencolek gemas pipi Chika


Kerut alis dan bibir Chika menatap Exel, "Kenapa ketawa?"


"Yakali dia (Shena) lupa jalan pulang. Doakan ngampus disini udah lama, bukan satu dua bulan."


"Iya juga ya?"


Tak lama Shena pun keluar sambil berjalan kearahnya dengan wajah kesal dan basah. Melongo Chika melihat Shena dari ujung kepala sampai kaki dengan tawa geli.


"Apaan sih lo. Nggak lucu! (tatapan sinis Shena)."


"Lo abis ngapain sih, Sen. Lo, kalo mau mandi kan bisa dirumah. Ngapain mandi dikampus?"


Terkejut Chika dan Exel bicara secara bersamaan.


"Hah, Fidin? (saling menatap)."


"Maksud lo, dia yang mandiin lo?"


"Apaan sih, negatif terus deh pikiran lo. Tadi tu ya.. gue kan keluar dari WC tu ceritanya. Terus.. dia jalan sambil minum, mana jalannya nggak liat-liat lagi. Dan akhirnya nabrak gue dong, alhasil jadi lah gue yang seperti ini.." kata Shena dengan nada lucunya.


"Terus?," kata Exel.


Lanjut Shena, "Teruss.. sekarang kita pulang. Lo kira ini pertunjukan, pakek nanya terus-terus."

__ADS_1


Segera Shena masuk ke dalam mobil dibarengi Chika dan Exel. Tiba-tiba, Chika menghentikan langkah Exel yang akan masuk kedalam mobil.


"Ehh.. sayang, kamu mau kemana?."


"Masuk lah."


"Terus mobil kamu, mau kamu tinggalin gitu aja?"


"Oh iya, lupa sayang. Kalo udah dideket kamu, emang bawaannya lupa segalanya, ingetnya cuma kamu doang. Yaudah kalo gitu, hati-hati ya. Mwahh" lebay Exel.


"Dah sayang, mwahh.. Kamu juga hati-hati ya" sahut Chika melambaikan tangan.


"Apaan sih" lirih Shena melihat gaya pacaran Chika dan Exel.


Ditengah perjalanan pulang Chika kembali menanyakan Fidin.


"Eh Sen, emangnya lo tadi nggak minta.."


Belum selesai Chika bicara, Shena langsung memotong dengan nada bicara sedikit kesal.


"Mintak apa?. Mintak ditiup sampek kering semua ni badan gue?."


Jawab geli Chika, "Hha, ya nggak gitu juga Sen. Maksud gue tu, lo nggak minta ganti rugi gitu?."


"Ganti rugi?. Kalo gue ditabrak pakek mobil terus badan gue bonyok-bonyok, ia gue minta ganti rugi. Ngaco deh lo."


"Iya iya, bercanda gue tu. Serius banget sih lo," Balas Chika dengan senyum tipis.

__ADS_1


...


__ADS_2