BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Cowok brengsek!


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya 😊.


Jangan lupa tinggalin jejak kalian setelah membaca👌.


Lanjut Garil penasaran siapa laki-laki yang pergi dengan Shena, dalam fikiranya apakah itu ayah Shena yang kembali memaksanya. Tahan Garil pada pelayan dan bertanya bagaimana ciri laki-laki itu. Sambil mengingat, pelayan itu langsung memberikan jawaban.


"Kayaknya itu bukan ayah Shena. Atau mungkin Fidin?" batin Garil menebak.


Ia lalu menunjukkan foto Fidin dan bertanya kembali apakah yang pergi bersama wanita itu adalah laki-laki ini. Kembali berfikir, pelayan itu mengiyakan kalau memang benar itu adalah laki-laki yang tadi ia lihat.


Wajah lesu Garil mengucapkan terimakasih dan segera keluar dari restoran itu. Bingungnya memikirkan Shena yang entah pergi kemana tanpa mengabari.


"Nggak biasanya Shena pergi gitu aja, sementara kita udah janjian. Apalagi cuma karena ajakan Fidin."


Niat Garil menelfon Shena, cepat Fidin mengambil ponsel Shena dari tasnya. Tersenyum melihat panggilan dari Garil, beberapa kali garil menelfon tapi tetap tidak ada jawaban.

__ADS_1


"Kemana sih lo sen, nggak biasanya lo nggak jawab panggilan gue" cemasnya.


Lanjut Garil menelfon Chika untuk menanyakan Shena, jawab Chika mengatakan kalau ia tidak tahu karena tadi Shena pamit untuk bertemu dengannya.


"Bukannya, lo ada janjian sama Shena tadi?" ucap Chika.


"Iya, tapi waktu gue dateng Shena udah nggak ada. Dan tadi ada yang bilang kalau dia pergi sama laki-laki, gue kira dia dibawa sama ayahnya. Tapi ternyata bukan, dia malah pergi sama Fidin. Gue udah hubungi dia tapi nggak ada jawaban, makannya gue nanya sama lo gue kira dia udah pulang."


Segera Garil mematikan telfonnya dan meminta chika untuk mengabarinya jika Shena sudah pulang, angguk Chika sejenak terdiam sambil berfikir kalau tidak mungkin juga Shena meninggalkan Garil hanya demi Fidin. Hela nafas Chika berjalan medik melamar sambil menunggu Shena, sementara Garil mencoba mencari Shena karena entah kenapa perasaannya begitu gelisah. Garil mencoba melacak ponsel Shena, namun ponselnya sudah tidak aktif.


Beberapa jam berlalu, tiba-tiba Shena dan Fidin berada dalam satu kamar. Shena yang masih berbaring tak sadar, begitu juga Fidin seperti seseorang yang sedang mabuk. Terduduk dibawah kasur melihat Shena yang sedang tak sadarkan diri, lembutnya memegang wajah dan membelai rambut Shena dengan tubuh yang sudah tak seimbang.


"Hehe, Shena. Asal kamu tau ya Sen aku tu sayang banget sama kamu. Aku cinta sama kamu" tekan Fidin dengan tatapan sayu dan nada bicara yang mulai ngelantur.


Perlahan bangkit dan terduduk dikasur, membelai lembut sekujur tangan Shena dengan wajah penuh hasrat.

__ADS_1


...


Keesokan pagi, terbangun Shena menatap histeris melihat Fidin yang tidur disampingnya tanpa memakai baju dan berbalut selimut. Ia lalu menatap sekujur tubuh, dimana beberapa kancing terbuka dan lengan baju yang sobek. Shena langsung memeluk erat selimut menutupi dada, syok menangis histeris tak percaya dan tak bisa berkata-kata.


Tak lama Fidin terbangun, terkejut ia melihat Shena yang menangis dan tidur bersamanya ditambah lagi ia yang tak memakai baju. Fidin pun segera bangkit dan memakai baju, menghampiri Shena dan bertanya ada apa dengannya. Tatapan penuh kebencian Shena dengan air mata yang tak terbendung, mendorong Fidin berteriak histeris untuk ia menjauhinya.


"Lo cowok brengsek!. Apa yang lo lakuin sama gue, lo jahat!"


"Gue nggak ngapa-ngapain lo, gue bisa jelasin" ucap Fidin.


Pecah tangis Shena yang tak mau mendengar lagi ucapan Fidin, mengambil tas dan berlari pergi. Fidin pun juga dibuat syok dengan kejadian ini, mengejar Shena mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


Penjelasan apa lagi sih Fit yang mau lo jelasin?. Lo bilang lo cinta, tapi kenapa lo hancurin hidup Shena?.


Liat cerita selanjutnya aja yah, penjelasan apa sih yang mau dijelasin sama si Fidin, atau ini cuma akal-akalannya dia buat nutup-nutupin kesalahannya😞👇.

__ADS_1


__ADS_2