
15 hari berlalu, shena bersama chika pergi kekampus untuk melihat pertandingan basket.
Berjalan masuk kampus menuju aula basket dengan tawa riang sambil berbincang asik.
"15 hari nggak ngampus kangen juga," Ucap shena melihat keliling kampus dari teras.
Senyum chika mengangguk, "Bener banget. Yaudah ayok, katanya tadi mau liat pertandingan (menggandeng tangan)."
Tiba diaula pertandingan shena dan chika duduk bersebelahan, melirik kanan kiri mencari garil yang tidak terlihat.
"Kok garil nggak ada ya cik?."
"Masak sih?, eh iya ya nggak ada (chika ikut melirik). Biasanya juga garil kan yang jadi kapten tim, kok sekarang jadi ayang exel. Emang dia nggak ngabarin lo?."
Sahut shena, "Nggak, udah 2 hari dia nggak ada kabar. Gue chat juga nggak aktif, sekarang niatnya pengen liat dia eh malah dianya nggak ada."
__ADS_1
"Mudik kali dia," Masak iya mudik sampek nggak sempet ngabarin.
"Iya juga sih. Yaudah lah mending nanti tanya exel aja. Siapa tau dia tau dimana garil?."
Shena mengangguk mengiyakan dengan mengerutkan sedikit bibirnya. Pertandingan dimulai diiringi suara teriakan pendukung masing-masing tim, dengan suara lantang saling berteriak. Menit demi menit terlewatkan dengan permainan sengit dari masing-masing tim, dibabak pertama tim yang dipimpin exel tertinggal lumayan jauh. Babak pertama selesai, dengan ekspresi garil sedikit kesal. Shena bersama chika menghampiri dengan sebotol minuman ditangan chika yang diberikan pada exel.
Tenang chika, "Udah tenang. Masih ada babak kedua jangan tegang gitu dong, lagian ini juga cuman permainan."
Lanjut shena, "Lagian dimana garil, tumben dia nggak ikut main?."
"Dia sakit (mengelap keringat), makannya nggak bisa ikut."
"Ya mungkin dia nggak mau buat lo khawatir, lagian orang tuanya juga ada dirumah."
Pritt..
__ADS_1
Bunyi peluit, dimana babak 2 dimulai. Exel berjalan bergegas menuju lapangan pertandingan, berdiskusi bersama masing-masing tim untuk membuat taktik memenangkan pertandingan.
Menit per menit terlewatkan dengan pertandingan lincah kedua tim, dimana tim yang dipimpin exel mencoba menyusul poin ketertinggalannya. Benar saja, dengan semangat akhirnya exel bisa menyusul ketertinggalan poin timnya. Di menit-menit terakhir poin mereka seimbang saling mempertahankan poin dan mencoba menenangkan pertandingan dibabak ini.
Sedikit kelicikan dari tim sebelah (fidin), menyerengkal kaki exel yang hendak meloncat dan membuatnya terjatuh lalu merebut bola ditangan exel.
Pritt..
Peluit wasit dibunyikan tepat dimenit terakhir setelah bola dimasukan fidin kedalam ring. Tertegun sejenak exel langsung berdiri, karena ada kecurangan yang dilakukan oleh tim fidin ia pun meminta wasit memberi kartu pada tim fidin. Exel dan fidin mencoba mempertahankan pendapat mereka hingga terjadi sedikit keributan, wasit membunyikan peluit menghentikan perdebatan mereka dan mengatakan pada garil sambil menunjuk kearah kakinya.
"Disini tidak ada kecurangan, tapi kamu jatuh karena tali sepatu kamu yang lepas," Ucap wasit.
Sahut fidin dengan gayanya, "Maunya cuman menang doang, giliran kalah protes. Kalau nggak mau kalah mending nggak usah ikut main, main aja sendirian nanti lo bakal menang terus."
Berjalan meninggalkan tempat pertandingan dan satu persatu penonton pun ikut bubar. Tinggal shena, chika dan tim dari exel. Chika kembali menenangkan exel sambil mengatakan kalau itu hanyalah permainan dan bukan akhir dari segalanya.
__ADS_1
"Kalo mereka nggak curang gua juga nggak bakal kesel, mau menang aja menghalalkan segala cara. Awas aja tu orang, bakal gue bales (kesal exel)."
Next, masih ada sambungan di episode selanjutnya ya👇.