
Beberapa menit kemudian shena turun dengan pakaian menyesuaikan garil, tatapan lembut garil yang terpaku pada penampilan shena yang begitu anggun melemparkan pujian.
"Cantik banget.."
"Iya.." Sambung chika yang ikut memuji.
Shena yang melihat tingkah keduanya menatap bingung mengerutkan kening.
"Kalian pada kenapa sih?. Baju gue nggak pantes ya, jadi malu gue. Gue ganti baju aja deh ." Balik badan shena.
Lembut garil memegang tangan shena dibarengi tatapan shena yang terkejut.
"Lo cantik banget."
Senyum malu-malu shena, "Gombal."
"Sempurna banget, udah sana buruan berangkat." Terus chika.
Garil menarik tangan shena dan segera berangkat, pamit lirih shena pada chika.
"Iya.. jagain temen gue (teriaknya pada garil)."
Terduduk chika, "Sweet banget sih, tiba-tiba dateng langsung ngajak jalan gitu (cemberut). Ajak ayang juga ah."
Klung..
Notif balasan dari exel meminta maaf dengan mengatakan kalau untuk malam ini ia tidak bisa karena ada acara keluarga dengan emoticon love nya.
__ADS_1
Lirih chika dengan bete, "Sedih banget gue. Temen lagi jalan, ayang lagi ada acara keluarga, sedangkan orang tua gue nggak pulang-pulwng kerjanya."
Salah satu pelayan yang melihat wajah chika yang sedang cemberut langsung menghampiri.
"Kenapa non kok ditekuk gitu mukanya, mau bibik buatin jus?."
Jawaban bete chika, "Ahh males ah, bibik mah nggak peka." berjalan masuk kamar sedikit kesal.
"Lah, kok bibik sih." Bingung pelayannya.
Diperjalanan shenapun bertanya pada garil ia akan membawanya kemana, sahut garil mengatakan dengan tenang kalau ia akan membawanya ke suatu tempat yang indah.
"Ya dimana?." Ucap shena.
"Rahasia dong."
"Apaan sih." Senyum malu-malu shena.
Tatapan heran shena, "Udah sampek?."
"Mogok mobil gue.."
Saling menatap sesaat.
"Ihh elo mah, makannya jangan sok-sokan ngajak jalan kenapa sih. Jadi jalan beneran kan kita." Sahut shena sedikit bete.
Seru garil sambil melepaskan seat belt, "Syutt.. udah jangan bawel. Gue bisa kok benerin, tunggu disini aja jangan ikut."
__ADS_1
Beberapa saat shena menunggu, garil berteriak sedikit keras meminta shena untuk menghidupkan mobil. Shena mencoba menyalakan kunci, dan mobil pun langsung hidup. Garil kembali masuk kedalam mobil, dengan PD memuji dirinya sendiri.
"Bisakan gue. Udah biasa aja, gue tau lo mau muji gue kan?. Udah, nggak perlu."
Tatapan sinis shena menaikan sebelah bibirnya, "Cihh, siapa juga yang mau muji lo. Lagian PD banget jadi cowok, gitu doang mah gue juga bisa. Kecil.."
"Masak.." Wajah mengejek garil tidak percaya.
Shena kembali menatap garil, melihat ada noda hitam diwajah garil. Menatap lembut dan perlahan memajukan tangannya membersihkan noda, sentuhan shena membuat garil diam seribu bahasa membalas tatapan shena dengan jantung yang berdegup kencang.
Untuk menghilangkan rasa gugupnya, garil mencoba menggoda shena.
"Hmm, cari kesempatan dalam kesempitan."
Wajah shena langsung berubah saat garil mengejeknya dan spontan tangannya menampar pelan wajah garil.
"Ihh (tamparan renyah), orang gue cuma mau bantu bersihin wajah lo tadi ada kotoran."
"Aduhh (sakit garil memegang pipi), kasar banget sih lo jadi cewek.. Gue cuma bercanda, serius amat sih."
"Salah lo sendiri. Udah buruan, kalo nggak gue turun nih." Ancaman shena.
"Yaudah sana turun." Candaan garil menanggapi dengan nada serius.
Senyum manja shena, "Ihh jahat deh lo, jangan dong.."
Senyum garil melihat tingkah shena, "Hha.. Nggak nggak, yaudah kita berangkat ya."
__ADS_1
Angguk shena, "Hha, iya.."
Next👇.