BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Menemani


__ADS_3

Masih lanjutan episode di atas ya.


Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan jejak anda🤗.


Dengan video call yang masih terhubung, shena mengeluarkan beberapa buku dari tasnya.


"Lo nggak ada tugas kuliah apa?. Santai banget." Ucap shena.


"Ada lah, baru juga selesai tadi. Karena bingung mau ngapain, jadi gue vc lo aja."


Shena mencoba mengakhiri panggilannya karena ia ingin mengerjakan beberapa tugas kuliah, garil menghentikan dan menyuruhnya untuk membiarkan tetap terhubung.


"Gue nggak akan ganggu lo, jadi nggak usah dimatiin ya. Gue pengen nemenin lo aja, mantau dari jauh."


"Yaudah deh, nanti kalo misalkan lo udah bosen liat muka gue. Matiin aja nggak papa."


"Nggak akan pernah bosen gue mah."


Shena membuka beberapa buku-bukunya, mengambil laptop dimeja dan kembali duduk mulai mengerjakan tugas-tugasnya. Garilpun ikut membantu beberapa materi yang sedikit sulit bagi shena.


"Ihh, sok tau deh." Lirih shena.


"Ya tau lah, itu materi udah pernah gue pelajari juga. Jadi gue masih inget lah dikit-dikit."


"Pinter juga lo. Kadang tapi (tertawa lirih), makasih ya.."


Sambil mengerjakan tugasnya, shena mengeluarkan beberapa patah kata menjawab ucapan garil dengan mata yang tetap fokus pada laptopnya.

__ADS_1


"Eh, lo nggak pengen apa main kerumah gue gitu." Tanya garil.


Jawab shena mengerutkan kening, "Ngapain lo nyuruh gue kerumah lo. Oh, jangan-jangan lo mau macem-macem sama gue ya (mengambil ponsel menatap terkejut)."


"Astagfirullahhalazim, suuzon aja deh lo. Gue nyuruh lo main bukan karena gue mau ngapa-ngapain lo."


"Ya siapa tau, nanti deh kapan-kapan."


30 menit kemudian, karena jenuh menunggu shena yang mengerjakan tugas tanpa sepatah kata yang dikeluarkan. Tik, menghentikan ketikan dan menutup laptop karena tugasnya sudah selesai lalu mengambil ponsel disebelah kakinya. Tatapan shena sedikit memelas melihat garil sampai tertidur karena menunggunya dengan panggilan video yang masih terhubung.


"Kasian banget sih (lirihnya berbisik), nungguin Sampek ketiduran gitu. Tapi.. lucu juga sih dia kalo lagi tidur. Tapi, kalo udah bangun subahanallah banget ngeselinnya."


"Yaudah lah, mending gue matiin aja panggilannya. Selamat tidur, mimpi indah ya (menatap lembut garil beberapa detik)."


Perlahan shena mencium ponselnya lalu memeluknya tenang. Tiba-tiba lirih chika pulang membuka pintu, chika yang melihat shena menatap dengan heran.


Shena yang baru menyadari kedatangan chika, spontan gugup dan segera mematikan ponselnya.


"Lo tu ngagetin gue aja sih."


Chika berjalan menaruh tasnya di atas meja dan duduk disebelah shena.


"Lagian, lo ngapain senyum-senyum sambil meluk hp kayak gitu. Ada apa sih, sampek-sampek gue dateng nggak tau (menggoda)."


"Si-siapa juga yang meluk ponsel, orang tadi jari gue. Iya jari gue, keseleo dikit."


"Alesan deh lo, lo kira gue nggak ngeliat apa." Senyum tak percaya.

__ADS_1


"Ah udah lah, lupain. Gimana diner lo malem ini, lancar?."


Chika membaringkan badan dengan kedua tangan terlentang dan senyum sumringah.


"Ahh.. jujur seneng banget gue malem ini. Rasanya kalo gue bisa terbang, gue pengen terbang setinggi tingginya."


"Ihh, lebay deh lo. Emang lo diapain sama exel?."


"Elo mah. Lo tau nggak sih, ternyata Exel tu romantis banget orangnya. Asal lo tau ya, dia tadi bawa gue ketempat yang indah banget. Dipenuhi dengan bunga-bunga dan cinta, pokonya bener-benet romantis deh."


"Kuburan maksud lo?." Shena memasang ekspresi yang begitu polos.


Balasan bete chika, "Ihh elo mah nggak bisa diajak serius deh. Lo kira uji nyali, di kuburan?."


"Ya terus?.."


Chika menceritakan momen romantisnya bersama exel dengan begitu bahagianya.


Beberapa menit kemudian..


"Romantis kan?.."


Shena menoleh shena dan melihat shena yang sudah tertidur.


"Yah.. malah tidur dia, jadi gue dari tadi cuma ngomong sendiri gitu?. Resek banget deh ni anak."


Next👇.

__ADS_1


__ADS_2