BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Sama-sama licik


__ADS_3

Tiba Shena dan menatap sekeliling tempat acara pernikahan Garil, ia masih tak menyangka kalau ia harus merelakan pria yang sangat di cintanya bersanding dengan wanita lain. Chika yang melihat Shena melamun langsung menyenggol lirih dan mengajaknya untuk segera masuk, angguk Shena dengan wajahnya yang terlihat lesu.


Saat di dalam, Shena langsung di hadapkan dengan Garil yang menghampirinya. Menahan sedih dengan senyum terpaksa, Shena memberikan ucapan selamatnya pada Garil.


"Sen, aku nggak bisa ngelakuin ini. Sekarang, lebih baik kita pergi dari sini. Aku nggak bisa kalau harus jauh dari kamu dengan cara seperti ini" ucap Garil memegang tangan Shena untuk mengajaknya pergi.


Tahan Shena membalas pegangan tangan Garil dan memaksanya untuk melepaskan, "Nggak. Kamu nggak bisa ngelakuin ini. Kalau bukan untuk aku, seenggaknya kamu pikirin mama kamu, Garil. Jangan bahayain nyawa mama kamu, hanya karena wanita kayak aku. Aku nggak akan setuju dengan cara kamu. Lebih baik kamu duduk di tempat kamu, dan biarin aku dateng layaknya tamu undangan. Aku mau kesana dulu, ayo Cik, Fit."


"Shena!. Kenapa kamu nggak mau ngerti sih, Sen. Kamu tau kalo aku nggak bakal pernah bahagia dengan pernikahan ini, tapi kenapa kamu juga paksa aku untuk hal yang aku suka ini (lirihnya)."


Mama Ika yang melihat Garil berdiri sendiri, langsung menghampirinya dan menyuruh Garil menuju tempat acara. Sejenak Garil menatap mata mamanya dengan tatapan sayu dan segera pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata.

__ADS_1


"Garil!. Kenapa sih tu anak?"


Tak lama acara pun akan segera dimulai, senyum licik Yola sembari melihat sekeliling orang. Iapun di kejutkan dengan kehadiran Shena di acara pernikahannya. Tatapan tak sukanya menyorot wajah Shena dengan tajam, di tambah lagi saat ia tahu kalau Shena dan Garil saling melemparkan tatapan. Kecemburuan Yola pun semakin besar, dan ingin rasanya dia membuat Shena pergi dari acaranya itu.


"Eh, tapi bagus juga kalau dia di sini. Wajah sedih lo ini, justru buat gue tambah bahagia. Selamat, menikmati kesedihan lo" batin Yola.


Dengan senangnya Mama Ika datang dan duduk di samping Garil untuk menemaninya, senyum Mama Ika menyambut hangat para sahabatnya yang sudah menyempatkan waktu untuk datang. Mama Rita melihat tatapan Yola yang tertuju pada seseorang.


"Kamu liatin apa, Sayang?" bisik Mama Rita.


"Kamu tenang aja. Mama bakal urus dia"

__ADS_1


Tahan Yola memegang tangan mamanya dan bertanya apa yang akan ia lakukan. Senyum Mama Rita menyuruh Yola untuk tenang dan diam saja, karena dia akan mengurus gadis itu.


Lantas Yola pun memperingatkan mamanya untuk tidak melakukan sesuatu yang berlebihan yang bisa menghancurkan pernikahannya.


"Kamu tenang aja, kamu tetep disini."


Segera Mama Rita menuju ke arah Shena dan menarik tangannya saat tak ada orang lain yang mengamati, ia membawa Shena tak jauh dari tempat acara.


"Tante siapa?. Kenapa Tante bawa aku ke sini" Bingung Shena.


Mama Rita pun menjelaskan kalau dia adalah Mama dari Yola, ia juga meminta maaf karena menariknya begitu saja dan tak punya maksud apa-apa. Ia seolah-olah ingin menyampaikan pesan pada Shena, dengan mengatakan kalau orang tua Garil memintanya untuk pergi dari tempat itu. Karena ia tidak ingin melihat wajahnya dan takut hal buruk akan terjadi jika dia berlama-lama di acara pernikahan anaknya.

__ADS_1


Ucapan Mama Rita itu lantas membuat Shena merasa sedih karena tak percaya kalau orang tua Garil bisa mengatakan hal seperti itu. Dengan berpura-pura memelaskan wajah, Mama Rita meminta maaf dan hanya menyampaikan pesan saja.


***


__ADS_2