BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Kerumah


__ADS_3

Malam harinya, santai shena dan chika menikmati malam mereka setelah pembagian hasil ujian. Duduk di ruang tamu bermain ponsel sambil menikmati ciki sebagai perayaan kecil mereka.


"Libur panjang nih kita (2 bulan), nggak ada niatan mau healing gitu?." Asik chika memakan ciki.


Sahut shena dengan mata yang fokus pada ponsel, "Healing kemana sih?, gue mah kalo healing ya dikamar doang."


"Yah.. elo mah, nggak asik. Gimana kalo kita cari angin seger, jalan-jalan kepantai gitu."


"Haha (tawa geli shena), lo ngejek gue (tatapan sadis). Mentang-mentang gue nggak bisa berenang gitu?."


"Hhe, nggak gitu sen. Iya ya, lo kan nggak bisa berenang ya. Tapi sumpah gue nggak ngejek lo (menjawab dengan tawa), lagian jalan-jalan kepantai kan nggak harus nyemplung juga ke air. Kita kan bisa liatin pemandangan, angin yang sepoi-sepoi dan cowok bule kalo ada (tawa terbahak-bahak)."


Dengan tawa shena menepuk pundak chika sedikit keras, "Haha.. emang dasar lo ya, kepantai cuma mau liat cowok bule doang. Ati-ati loh gue udah rekam omongan lo, nanti tinggal gue kasih aja ke garil (candaan menakut-nakuti)."


Lirih chika mencoba meraih ponsel shena, shena menjauhkan tangannya yang memegang ponsel.


"Hhahha.. nggak nggak, bercanda aja gue."


Sahut chika dengan wajah cemberut, "Awas lo ya. Ayang exel gue tadi cuman becanda kok nggak serius (memanyunkan mulut sedikit berteriak kearah ponsel shena), siapa tau lo rekam beneran (lirihnya)."


"Astaga, nggak nih nih (memperlihatkan ponselnya)."


Klung-klung..


Baterai ponsel chika lowbat.


"Yahh. lowbat hp gue. Bawa charger nggak lo sen."


"Nggak lah, diatas."

__ADS_1


"Yaudah deh gue mau keatas dulu ambil charger."


Angguk shena memainkan alis.


Tidak lama setelah chika naik keatas mengambil charger, tiba-tiba..


Kling klung..


Suara bel rumah berbunyi. Pembantu chika kebetulan lewat berjalan akan membukakan pintu, tahan shena lalu berdiri dengan mengatakan kalau dia yang akan membukakan pintu.


"Baik non." Sahut pembantu berjalan pergi.


"Siapa sih?."


Kluk..


Pintu dibuka shena, berdiri garil tersenyum lembut memandang shena dengan kepala dan tangan bersandar pada pintu lalu menyapa.


Tatapan shena bingung, " Lo.. lo ngapain kesini, tumben kesini nggak ngabarin."


"Kenapa emang?. Kayaknya nunggu banget gue kabarin." Godanya.


Shena menelan ludah mengerutkan bibir, "Siapa juga yang nunggu kabar dari lo. Lo mau mau masuk nggak, kalo nggak gue tutup lagi ni pintu." memegang ujung pinju mencoba menutup.


Garil menahan dengan tangannya, "Jangan dong. Gimana.. kalo malam ini kita jalan-jalan keluar, mau ya.."


"Mau ngapain sih, males ah."


"Ayo dong (rayu garil memelaskan wajah).. lagian besok kan juga libur, panjang lagi.."

__ADS_1


Sahut shena, "Yaudah besok-besok aja, gue mau istirahatkan pikiran gue malam ini dirumah."


"Lo mah nggak kasihan sama gue, padahal gue udah bela-belain kesini lo. Masak iya lo sia-siain perjuangan gue."


"Heh, perjuangan apaan?. Lagian siapa yang suruh lo kesini."


Garil langsung memegang tangan shena, menggenggamnya lembut dengan kedua tangan. Meminta shena agar mau keluar dengannya, memohon dengan memelaskan wajah.


Shena mencoba menyembunyikan senyum by melihat tingkah garil, "Lo ngapain sih, lagian kenapa lo ngebet banget ngajak gue keluar. Ada apa emangnya?.."


Tiba-tiba chika turun, sedikit terkejut melihat garil sambil memegang tangan shena. Chika berjalan memelankan langkah mengindip menggoda mereka.


"Hem hem, suruh masuk dong sen. Masak iya tamu cuman disuruh berdiri didepan pintu." Terduduk.


Spontan shena langsung melepaskan pegangan garil berbalik badan.


Sambung chika tertawa lirih, "Hhe, kenapa lo tegang gitu. Santai aja kali sen, suruh masuk kenapa sih."


Gugup shena menyuruh garil masuk.


"Tumben banget lo kesini sendirian." Ucap chika.


Sahut shena, "Nggak tau nih dia."


"Pasti ngajak jalan. Yaudah sana, lo nggak ganti baju apa?. Kasian tau garil, bela-belain kesini cuman pengen ngajak jalan lo."


Senang garil, "Tu dengerin temen lo, nggak perlu ganti baju. Gini aja udah cantik."


Shena menepuk pelan garil, "Ihh lo mah, yaudah deh gue ganti baju dulu bentar (sedikit kesal)."

__ADS_1


Next 👇.


__ADS_2