BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
10 ke 10


__ADS_3

Malam hari, didalam mobil Shena bertanya pada Garil sebenarnya ia mau mengajaknya ngedate kemana. Ucap Garil mengatakan kalau ia akan membawanya ke suatu tempat yang indah, sipit Anggin dengan wajah penasaran.


"Seindah itu?"


"Iya dong, seindah itu" senyum Garil.


Tak lama merekapun sampai, tatapan kagum Shena melihat tempat itu segera turun dari mobil. Senyum heran Shena yang melihat tempat itu didesain dengan banyaknya angka 10.


"Oh my good, indah banget!. Ini kenapa penuh dengan angka sepuluh-sepuluh?"


"Tanggal sepuluh, ke sepuluh bulan" lirih Garil.


"Emmh.. sweet banget sih kamu."


Sumringah Shena menggenggam erat setiap jemari Garil.


"Kenapa gitu?" ledek Garil.


"Emang nggak boleh, yaudah deh kalo nggak boleh" melepaskan genggamannya.


Goda Garil kembali menyuruh Shena menggenggam tangannya. Malam mereka pun dipenuhi dengan keromantisan, terduduk taburan bunga yang berbentuk hati dan lingkari lilin-lilin yang indah.


"Ini semua, beneran kamu yang bikin?"


Angguk Garil tersenyum lembut menatap Shena, langsung memeluknya dengan tulus . Mereka mengukir nama dan tanggal 10 di sebuah pohon dan menempelkan telapak tangan mereka tepat di ukiran nama itu.


Senang Shena melihat Garil memakai jam pemberiannya saat ulang tahun, tanya Garil pada Shena kenapa ia tersenyum seperti itu sambil memainkan alis.


"Jam dari siapa itu?"

__ADS_1


"Dari wanita yang paling aku sayang, yang ada didepan aku sekarang."


Senyum malu-malu Shena, iapun meminta Garil untuk menutup mata seolah memainkan sebuah game.


"Mau ngapain?"


"Udah, tutup aja. Kita main game" suara manja Shena.


Garil menuruti keinginan Shena dan menutup matanya, Shena lalu memegang telapak tangan dan menulis sebuah huruf meminta Garil untuk menebaknya. Shena menggambar satu persatu huruf dengan tangannya, paham Garil langsung menyebutkan apa yang Shena tulis.


"Ah, ini mah mudah. Gue tau udah,"


"Apa?" tawa lirih Shena.


"I love you" ucap Garil mengalur.


"Ihh, lebay banget sih kamu" ejek Shena.


Begitu juga Garil meminta Shena menutup matanya lalu mengambil sebuah cincin dari kantong baju, memegang cincin dan mengarahkan dihadapan Shena.


"Sekarang, kamu buka mata."


Terkejut Shena dengan senyum senangnya menutup mulut dengan kedua tangan, "Ini buat aku?"


Angguk Garil mengiyakan, memegang tangan Shena dan memasukan cincin itu ke manisnya.


"Astaga, cantik banget cincinnya."


"Kamu suka?"

__ADS_1


"Suka banget, makasih!" senang Shena memeluk Garil dibawah keteknya.


"Kayaknya, kamu seneng banget ya ciumin ketek aku."


"Hhehe, wangi.."


Dekapan erat Garil untuk Shena.


Shena menyandarkan kepalanya dipundak Garil sambil menatap indahnya bintang malam ini, tak lama Shena malah tertidur lelap. Heran Garil menatap Shena yang diajak romantis malah tidur.


"Bener-bener nggak bisa diajak romantis," lirih Garil.


Garil mencoba mengangkat dan membawa Shena masuk kedalam mobil, tak sadar Shena merangkul erat Garil sambil berkata lirih "I love you".


"Dasar tukang ngelindur."


Tiba dirumah Chika, Garil mencoba membuka seat belt Shena. Namun, itu justru membuatnya terbangun, kagetnya menatap bingung melihat mereka sudah sampai ke rumah.


"Lah, sejak kapan Sampek dirumah?"


"Sejak kamu tidur. Udah ayok aku bantuin, nanti tidurnya dilanjutin didalem lagi."


"Dah sayang," manja Shena memberikan kecupan dari kejauhan.


Kembali Garil seolah menangkap kecupan itu dan memasukkannya kedalam hati, tatapan lucu Shena melambaikan tangan. Menatap cincin dengan senang dan segera masuk kerumah.


"I love you baby" nyanyian senang Shena.


Next👇.

__ADS_1


__ADS_2