
Pulang ngampus, shena dan chika berjalan sambil berbincang tentang tugas yang diberikan dosennya dengan beberapa buku tebal yang dibawa shena ditangannya.
"Tiap hari, ditumpuk sama tugas sebanyak ini." Lirih shena.
Sahut chika, "Bener banget sen. Mending kalo ngasih waktunya agak longgar, masak iya tugas sebanyak ini selesai dalam waktu 2-3 hari (memegang buku ditangan shena)."
Shena mengangguk dengan wajah lesunya, berjalan menuju tempat parkir. Beberapa langkah dari mobil, tanpa sengaja shena bertabrakan dengan garil dan membuat buku-buku ditangannya jatuh menimpa kaki garil.
"Aduhh (memegang kaki kesakitan)."
"Ehh ehh sorry, gue nggak sengaja. Kaki lo sakit ya." Bingung shena.
Garil yang melihat ekgelo spresi shena, bertingkah seolah-olah kakinya begitu sakit.
"Sakitt banget.. kayaknya kaki gue patah tulang deh, aduhhh.." Sedikit melebaikan nada bicara.
Shena yang merasa ditipu, menatap sinis garil menepuk sedikit keras lengan garil.
"Ihh, gue tau lo cuman pura-pura. Masak iya, ketimpa buku langsung patah tulang. Resek lo.."
__ADS_1
"Hha.. nggak nggak, gue cuma bercanda (geli garil). Tapi emang beneran sakit ini."
Dengan wajah bete shena langsung mengambil bukunya yang jatuh, garil langsung mengambil 2 buku di sebelah kakinya.
"Sini buku gue." Minta shena.
"Nggak, lo harus ganti rugi." Garil mencoba memanfaatkan suasana.
Melongo kaget shena dengan mata sedikit melotot menatap garil.
"Hah!, ganti rugi?. Ganti rugi apaan?, orang-kaki lo baik-baik aja nggak kenapa-napa. Lagian siapa suruh lo jalannya nunduk."
Kaget shena, "Kok gitu sih?, balikin dong. Gue butuh banget buku-buku itu, gue lagi ada tugas dan 2 hari lagi harus gue kumpul. Sebagian materi ada disitu, kalo lo ambil gimana gue mau belajar. Sini balikin, jangan bercanda deh (mencoba meraih buku dari tangan garil)."
"Balikin dong ril." Sambung chika.
Kekeh garil yang tidak mau memberikan buku itu, "Nggak, kalo shena mau dia harus dateng kerumah gue. Kalau perlu bawa laptop sekalian, nanti kita belajar bareng." berjalan pergi membawa buku.
"Dah beb (exel melambaikan tangan pada chika), sorry ya belum bisa bantu."
__ADS_1
Lanjutnya garil langkah berbalik, "Oh iya, jangan lupa sendiri. Nanti gue share lokasinya, jangan nggak dateng. (Melambaikan buku) nilai lo jadi taruhannya." segera masuk mobil.
Shena menatap kesal mengerutkan wajah.
"Ihh.. dasar cowok egois, ngeselin, tengil, resek. Awas aja lo nanti. Hee.. buku gue cik (meringik)."
"Yaudah lah sen, gimana lagi. Mau nggak mau ya harus lo ambil. Kalo nggak, ya lo tau sendiri
taruhannya udah pasti nilai. Yaudah lah kita pulang aja dulu, masalah gari kita pikirin nanti (mengajak shena masuk mobil).
Didalam mobil merenung memikirkan bukunya yang dibawa garil, toleh chika menenangkan.
"Udah lah sen, santai aja. Nanti lo tinggal dateng aja kerumah garil, lagian ini juga kesempatan lo bisa deket sama keluarganya. Iya kan?."
Wajah sinis Shena mendengar ucapan chika, "Ihh, lo apaan sih cik. Masalahnya apa, nyambungnya apa deh."
"Ya kan saran aja sen."
Lirik shena menyandarkan kepala.
__ADS_1