BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Yang pertama


__ADS_3

Klukk..


Membuka pintu kamar, setibanya shena langsung menuju kamar mandi untuk membasuh badannya.


Beberapa menit keluar dari kamar mandi dan terduduk dikasur, bertanya pada chika apakah dia tidak mau mandi sekalian.


"Nanti ah, capek gue (lemasnya)."


"Capek ngapain lo?," Sambil berjalan menggantung handuk.


Sahut chika, " Capek teriak-teriak, hhe."


Balas shena membaringkan badan, "Siapa suruh teriak-teriak. Oh iya cik, gue nanti mau kerumah garil. Lo ikut ya?."


Jawab chika membalikan badan mengatakan kalau ia tidak bisa ikut karena ada janji dengan exel.


"Sorry ya. Lagian ngapain juga lo ngajakin gue, biasanya juga berangkat sendiri."


"Ya nggak papa sih, cuman malu aja gue baru pertama ketemu sama orang tuanya."


"Yah namanya juga pertama sen, nanti juga terbiasa. Udah ya gue mau tidur, ngantuk banget ih."


Shena hanya mengangguk sedikit berfikir.


...


Kling klung..


Shena menekan bel rumah garil dengan tangan gemetar karena nervous. Pembantu garil yang mendengar bel rumah bergegas membuka pintu, dengan senang melihat shena yang datang dan langsung menyapanya.


"Eh, mbak shena. Mau liat tuan ya?," Ramah pembantunya.

__ADS_1


Mama garil berjalan dengan semangkuk bubur ditangannya untuk diberikan pada garil, menghentikan langkahnya dan sejenak menatap.


"Eh ada tamu ya?. Suruh masuk dong bik."


Senyum shena yang melihat orang tua garil mengangguk bak memberi salam, pembantu garil langsung menyuruh shena untuk segera masuk. Perlahan shena berjalan menghampiri orang tua garil (mama ika).


Senyum bahagia orang tua garil, "Udah jangan tegang gitu dong, kamu pasti mau jenguk garil kan?. Kebetulan tante juga mau kasih bubur ke kamar garil, ayo naik garil lagi tidur dikamarnya.


Angguk shena ikut berjalan membarengi mama ika.


Lanjut mama ika, "Oh iya, nama kamu siapa."


"Shena tan."


"Shena?.. waktu garil sakit dia sering nyebut-nyebut nama itu, apa mungkin yang dimaksud itu kamu ya?. Kalian udah lama kenal?."


Gugup shena, "Nggak tan, kita baru-baru ini sih kenal."


Klukk..


Sapa mama ika, "Sayang.. liat nih siapa yang dateng."


Perlahan garil membuka mata dan melihat shena ada didepannya, shena langsung menyapa dan menanyakan tentang kabarnya.


Sejenak garil tertegun, "Mimpi apa gimana gue (lirihnya dengan mata sayup)."


Tawa lirih mama ika, "Nggarlahak sayang, kamu nggak mimpi. Ini shena kan?."


Garil langsung membuka lebar mata mencoba untuk duduk, shena menghentikan dan menyuruhnya untuk tetap tidur.


Lirih mama ika, "Ini mama bawain bubur, mama taruh disini ya. Mama keluar dulu, jangan lupa bubur nya dimakan ya."

__ADS_1


Angguk lirih garil, "Iya ma."


Perlahan shena duduk dikursi dekat garil, menghelakan nafas lalu bertanya pada garil kenapa ia tidak memberitahunya kalau sedang sakit.


Sahut garil dengan santainya, "Ya kan gue nggak papa, nggak ada yang serius kok. Udah jangan tegang gitu dong."


"Ya kan seenggaknya kamu bilang dong, gue khawatir tau nggak."


Senyum garil meledek, "Ihh perhatian banget sih, muka kamu tu lucu kalo lagi serius."


Tatapan datar shena, "Orang lagi serius juga. Kamu udah minum obat belum?."


"Belum."


"Sekarang kamu makan dulu, biar aku suapin. Terus minum obat," Mengambil mangkuk bubur di atas meja.


"Iya.. buk dokter. Harusnya ya kamu tu jadi.."


Belum selesai bicara shena langsung menyuapkan bubur kemulut garil.


"Makan dulu, nanti bicaranya."


Tatapan datar garil, "Nggak jadi deh, kamu nggak cocok jadi dokter. Masak iya dokter galak kayak kamu, bisa-bisa pasiennya nggak jadi sembuh."


Sahut shena sambil menyendok bubur, "Gue juga nggak mau jadi dokter. Apalagi ngadepin pasien yang bawelnya kayak kamu, bisa-bisa ikutan sakit."


Tawa lirih garil, "Jahat banget deh, orang lagi sakit bukannya di kasih perhatian. Ini malah dimarahin."


Memberi senyum tipis, "Hhe, nggak nggak. Bercanda doang, udah abisin dulu tu bubur."


Next👇.

__ADS_1


__ADS_2