BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Kaget


__ADS_3

Masih lanjutan episode diatas ya🤗.


Menghentikan mobil di depan pagar rumah garil, menatap rumahnya dengan sedikit bingung.


"Kayaknya ini deh rumahnya. (Melihat lokasi yang dikirim garil) Iya bener kok."


Satpam (penjaga gerbang) membukakan gerbang, "Mbak shena ya?."


"Iya pak, ini rumah garil ya?." Tanya balik shena.


Satpam itu langsung mempersilahkan shena untuk segera masuk, "Tadi kata bos muda suruh masuk aja mbak."


Shena mengangguk. Turun dari mobil, segera masuk dengan pintu rumah yang terbuka. Berjalan perlahan masuk kedalam rumah sedikit mengindip.


Pembantu garil yang melihat shena langsung menghampiri dengan senyum menyapa.


"Temennya bos muda ya?."


Shena mengangguk pelan membalas dengan senyum.


"Cantik banget sih, temennya apa pacarnya tuan muda?"


Shena menjawab gugup, "Hhe, temennya."


"Oh iya, tadi disuruh tuan muda langsung naik keatas aja kalo ada temen ceweknya dateng."


Lirih shena, "Ah nggak enak bik saya sama orang tuanya, saya disini aja. Tolong panggilan ya bik."


Lanjut pembantu garil, "Nyonya sama tuan lagi kerja diluar negeri mbak, jadi nggak dirumah. Tadi ada sih temen nya bos muda, tapi dia izin pulang sebentar katanya. Jadi mbak naik aja ya bos baik kok, perintah bos muda saya nggak berani bantah. Saya juga masih ada kerjaan, jadi saya kebelakang dulu ya mbak." berjalan pergi.


"Duhh, resek banget sih garil. Demi buku deh ini." Lirih shena berjalan naik menginjak satu persatu anak tangga dengan tangan membawa baju garil.


Sementara garil keluar kamar mandi dengan mengelap rambutnya yang basah dengan handuk menuju cermin mencari hair dryer di dalam laci.

__ADS_1


"Mana hair dryer gue? (terus mencari), hmm pasti dikamar mama." berjalan keluar kamar mengambil hair dryer dengan baju yang dibawa dipundaknya.


Mencari hair dryer dikamar mamanya, "Nah itu dia."


Mengambil hair dryer dan segera keluar.


Tukk.


Pintu tertutup, kaget melihat shena yang berada didepannya. Begitu juga dengan shena langsung menutup mata karena ia mengira garil tidak memakai baju dan celana.


"Aaa.." Teriak shena.


"Ihh, gue pakek celana kali."


Sedikit mengintip dari sela-sela jari, "Baju lo."


Memberikan baju garil yang dipegangnya untuk ia pakai.


"Ini gue bawak baju (mengambil baju dipundaknya dan segera memakai), nih udah gue pakek."


"Sama-sama."


"Dah, gue udah dateng kan. Sekarang balikin buku gue."


Dengan senyum garil menarik tangan shena, tatapan bingung shena bertanya ia akan membawanya kemana. Garil menyuruh shena duduk di sofa, memegang tangan shena sambil memberikan hair dryer.


"Lo keringin dulu rambut gue." Duduk di samping shena.


Sahut shena, "Gue kesini mau ngambil buku, bukan ngeringin rambut lo." memberikan hair dryer pada garil.


Jawab garil dengan nada tertawa, "Yaa.. terserah lo sih. Kalo lo nggak mau, ya gue juga nggak mau balikin buku lo."


"Cowok resek." Bisiknya menekan nada.

__ADS_1


Senyum senang garil, dengan menahan kesal shena mengambil hair dryer ditangan garil. Mengeringkan rambut garil sedikit menjambak kesal.


"Duhh, yang ikhlas dong." Lirih garil.


"Orang kepaksa mana ada yang ikhlas."


"Udah jangan marah-marah dong, nanti tua lo."


Senyum garing shena, "Hhe, kan lo yang buat marah berarti lo yang tua."


"Jangan lah, nanti kalo gue tua duluan emang lo mau nikah sama kakek-kakek." Gombalan garil.


"Dihh.. siapa juga yang mau nikah sama lo." Malu-malu shena.


"Udahlah, gue tau isi hati lo."


"Apa?.." Ucap shena.


"Garil." Dengan senyum memainkan tangan.


Salah tingkah shena kembali menjambak rambut garil, garil pura-pura kesakitan.


Lembut shena mengelus rambut garil sambil meminta maaf, garil membalas dengan tawa.


"Ihh, lo bohong ya." Menepuk pelan pundak garil.


Sentuhan halus shena dirambut garil membuat mereka begitu nyaman, shena mengerutkan alis melihat sehelai rambut putih garil.


"Ihh, rambut lo udah ada yang putih ni. Katanya kalo ada ada rambut yang putih itu artinya banyak pikiran. Emang lo mikirin apa, perasaan lo dikampus juga nggak pinter-pinter amat hha (tawa lepas shena). Nggak, nggak bercanda."


"Ya.. yang gue pikirin kan cuman elo." Garil Kembali mengeluarkan rayuannya.


Senyum-senyum salting shena, "Gombal deh lo."

__ADS_1


Saat-saat mengeringkan rambut yang penuh canda tawa dan sedikit emosi, hal sederhana yang membuat bahagia terlihat jelas diraut wajah mereka.


Next👇.


__ADS_2