BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Aku nggak mau


__ADS_3

"Eh cik, nanti kalau garil dateng kesini bilang aja gue nggak ada" Ucap Shena sambil bersiap.


"Lah lo mau kemana malem-malem gini, lagian emang kalian nggak chatingan apa?."


"Gue mau kerumah ada barang yang lupa gue bawa, gue udah chating dia tapi nggak aktif. Jadi nanti kalo dia kesini kasih tau aja kalau gue pulang bentar, soalnya tadi siang dia bilang mau kesini."


"Lo sendirian aja, apa mau gue temenin?"


Sahut Shena," Udah nggak usah, gue sendiri aja. Yaudah gue pergi dulu ya, bai.."


"Yaudeh deh, hati-hati.. nanti kalo ada apa-apa telfon gue" Teriak Chika.


"Hha, iya santai.."


...


Saat tiba dirumahnya Shena segera masuk dan mencari sebuah kotak diseluruh kamar, dimana didalam kotak itu terdapat barang-barang peninggalan alm. mamanya.

__ADS_1


"Duh dimana sih gue naroh kotak itu, yaelah pakek acara lupa segala deh. Digudang nggak ada, dikolong tempat tidur juga nggak ada, dilemari juga nggak ada" Memegang kepala sambil mengingat.


Perlahan Shena menoleh keatas, tersenyum tipis teringat diatas lemari.


"Diatas lemari," Lirihnya mencari kursi dan memanjat.


Dengan kaki menjinjit dan tangan mencoba meraih kotak yang sedikit jauh dari jangkauan, "Duhh, jauh banget sih."


Beberapa saat kotak itu dapat diraihnya dengan sedikit tenaga, "Akhirnya.. duh, berat juga ya."


"Aduhh.. pakek acara jatuh segala sih (memegang pinggul kesakitan). Yah, barang-barangnya keluar semua," Memungut satu persatu barang yang berserakan.


Saat memegang bando ia pun flashback masa-masa dimana ayah dan ibunya memberikan bando itu tepat dihari ulang tahunnya, dan beberapa barang-barang yang menyisakan kenangan antara dia dan orang tuanya. Barang-barang yang jatuh berserakan itupun segera dipungutnya dan kembali ia masukan kedalam kotak kenangan itu.


Saat akan menutup kotak, Shena melihat sebuah kotak kecil yang terlempar dikolong tempat tidur. Iapun segera mengambil, menatap dengan heran dan bingung karena sebelumnya ia belum pernah dan tidak menaruh kotak kecil itu.


"Kotak apa ini?. Perasan gue nggak pernah naruh kotak ini, atau mungkin mama kali ya yang naruh?."

__ADS_1


Shena pun penasaran apa isi didalam kotak itu dan ingin mencoba membukanya, namun kotak itu terkunci. Ia lalu mencoba mencari kunci kotak itu tapi tidak menemukannya.


"Yaudah deh, nanti biar gue buka pake alat aja" Ucap Shena menyimpan kotak kecil itu.


Didalam mobil saat perjalanan pulang, Shena merasakan ada yang aneh dengan mobilnya. Ia lalu menghentikan mobil dan turun mengecek, dan benar saja ternyata ban mobilnya bocor.


"Yaelah, pakek acara bocor segala. Mana bengkel masih jauh lagi."


Kebetulan ayah Shena melewati jalan yang sama dan melihat Shena berdiri dipinggir jalan. Tak mau berlama-lama ayahnya segera turun dari mobil dan memanfaatkan situasi yang masih sepi. Menarik Shena dan memaksanya untuk ikut bersamanya dengan menarik kasar, Shena mencoba melawan dan mencoba masuk kedalam mobil. Tapi ayahnya menghalangi dan terus memaksa.


"Ayo ikut!. Kamu udah buat saya susah, sekarang ayah nggak akan lepasin kamu lagi. Gara-gara kamu kabur, perusahaan ayah disita Bank!" Keras ayahnya.


Shena terus mencoba melepaskan diri, "Lepas, ayah mau ngapain. Kenapa ayah jahat banget sama aku" Teriak Shena sambil meminta tolong.


"Ayah mau jual kamu!."


Next👇.

__ADS_1


__ADS_2