BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Jealous


__ADS_3

Keesokan pagi di kampus, Shena berjalan dengan kepala yang masih diperban bersama Chika segera masuk ruangan. Tidak sengaja Shena dan Garil bertemu, lirih Garil menyapa dan Shena membalas dengan senyum tipisnya. Begitu juga Exel dan Chika saling menyapa dengan sumringah.


Tiba-tiba...


Dara dan Raya berlari sedikit kencang untuk menghampiri Garil dan Exel, data yang tidak bisa mengendalikan kecepatan akhirnya menabrak Garil dan tidak sengaja mencium pipinya.


Teraiak Raya, "Dara.."


Dengan sigap Garil menangkap Dara yang hampir terjatuh, dara tersenyum senang sekaligus kagum menatap Garil. Garil memandang dara dengan datar tertegun sebentar.


"Aaa, mendarat di tempat yang tepat" lirih Dara.


Shena mengalihkan pandangan memasang muka jealous sambil memegang tenggorokan, "Hmm.."


Kaget dan sadar, Garil melepaskan pegangannya dan membuat data terjatuh kesakitan memegangi pinggang.


Garil mengelap pipi dengan tangan, "Ihh apaan sih lo Dar, main nyosor aja."


Dara merengek, "Aduhh, sakit. Lo jahat banget sih.. sakit tau, main lepas-lepas aja. Ini gara-gara lo, dasar cewek prik (menunjuk Shena). Tapi nggak papa, pagi ini memang begitu indah sampai-sampai rasa sakit gue ketutup sama rasa seneng" tersenyum senang.


Lirih ray6a memanggil Dara menghampiri dan menolongnya, Shena hanya menatap jijik dan segera pergi meninggalkan mereka.


"Hha.. awas tulang lunak lo patah" ejek Chika segera menyusul Shena.

__ADS_1


Teriak Dara, "Ihh, dasar!. Bilang aja, lo iri kan!"


Garil dan Exel berjalan pergi meninggalkan Dara. Sambil berjalan Chika mengejek Shena apakah dia jealous melihat Dara yang mencium Garil, kerut kening Shena dan mengatakan kalau dia tidak jealous dan tidak penting buatnya. Chika mengerutkan bibir mengejek, lirih Shena ngedumel dengan kesal berjalan sedikit cepat dan membuat Chika tertinggal jauh.


Lirih Chika menatap bingung, "Lah.. kenapa jadi gue yang ditinggal, emang susah kalo berhadapan sama orang yang lagi cemburu" menggelengkan kepala.


Pulang ngampus, Garil yang melihat Shena diteras kampus mengajak Exel menghampirinya. Garil menyapa dan bertanya pada Shena kenapa hari ini dia tidak ke kantin atau perpustakaan.


Sahut Shena sedikit sewot, "Emang apa peduli lo."


Lanjut Garil berjalan mengiringi shena, "Ya.. nggak papa. Oh iya, nanti malem diner yuk. Berdua aja."


Balas Shena mengatakan kalau dia sibuk dengan tugas kampus, Chika menjawab lirih kalau hari ini tidak ada tugas kampus. Sambung Shena mengatakan kalau tugas rumahnya sangat banyak.


Lirik Shena menatap Chika dengan tatapan tajam, sambil berbisik.


"Nggak, gue nggak bisa."


Lirih Chika mengejek, "Bilang aja, lo jealous karena Dara nyium pipi Garil."


Salah tingkah Shena mengatakan kalau dia tidak cemburu sedikitpun dan tidak ada alasan untuk dia cemburu. Garil yang mendengar itu tersenyum senang, Shena melihat kearah Garil sambil menunjuk.


"Ehh, kenapa lo senyum-senyum gitu. Lagian Chika kalo ngomong suka ngaco. Ngapain juga gue cemburu sama lo, kalo lo mau ngapa-ngapain sama cewek ya terserah lo. Itu bukan urusan gue" ucap Shena lalu berjalan pergi

__ADS_1


Senyum Garil berjalan menyusul Shena.


Lirih Chika pada Exel, "Yee.. kita malah di tinggal."


Exel mengangguk merangkul Chika dan menyusul Garil.


Lanjut garil menggoda Shena, "Yaudah, kalo lo nggak cemburu seharusnya lo mau gue ajak makan dong."


Sahut Shena, "Apa hubungannya cemburu sama makan, gue nggak mau lo ajak diner bukan karena gue cemburu ya. Tapi, karena gue nggak mau sama lo!"


Garil bertanya pada Shena apa alasan dia tidak mau diner berdua bersamanya.


Gugup Shena, "Ya-ya.. gue nggak mau aja."


Garil mencoba memanasi Shena, "Fixs, Lo emang cemburu" pura-pura berjalan meninggalkan Shena.


Cemberut wajah Shena lalu menarik tangan Garil, dengan terpaksa ia menyetujui ajakan Garil. Kembali Shena mengulangi ucapannya kalau dia hanya terpaksa, senyum senang Garil menatap Shena.


"Nggak usah senyum kayak gitu, nggak lucu."


Dengan wajah malu-malu, Shena pergi meninggalkan Garil. Teriak Garil mengatakan kalau nanti malam dia akan menunggunya, sejenak Shena menoleh.


***

__ADS_1


__ADS_2