BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Iya


__ADS_3

Masih sambungan episode diatas ya😉.


Keluar dari kamar chika mengajak shena menuju meja makan untuk sarapan. Duduk dan bertanya pada pembantu dimana mama papanya, pembantunya dengan lupa menepuk pelan kepala.


"Oh iya mbak saya lupa. Tadi nyonya udah pergi pagi-pagi sekali, katanya ada kerjaan diluar kota dan bakal pulang sekitar 1 mingguan lebih. Tadi nyonya mau bangunin mbak tapi kasian liat mbak berdua tidur nyenyak banget. Yaudah ya mbak bibik mau beres-beres lagi."


Chika mengangguk mengerutkan bibir, "Hmm, ya gitu sen. Pulang sehari berangkat lagi berhari-hari, makannya gue kalo dirumah bener-bener kesepian." memaksa senyum.


Shena menatap chika mengelus pundaknya, "Yah, itulah hidup cik. Padahal kebahagian itu bukan selamanya soal uang, karena kadang sedikit aja waktu dari orang yang kita sayang itu bener-bener berarti banget."


"Makannya gue seneng banget saat lo mau tinggal dirumah gue, karena ada lo yah.. suasana rumah ini nggak sepi-sepi banget. Yaudah buruan makan, udah siang juga ini nanti kita telat."


Selesai makan merekapun bergegas berangkat kuliah berteriak pada pembantunya kalau dia akan berangkat. Didalam mobil shena teringat tante chika.


"Oh iya cik, tante lo yang waktu itu kemana?. Kok nggak keliatan."


Chika menjawab kalau tantenya juga sedang ada pekerjaan di bali dan harus pergi untuk beberapa waktu. Shena mengangguk dan kembali bertanya apakah tantenya itu sudah menikah.


"Belum. Tante gue tu juga terlalu mikirin pekerjaannya, jadi ya nggak sempet buat nikah katanya (senyum chika). Kata dia juga kalo mau nikah pengennya cari asli orang indo sih."


Tawa lirih shena sedikit melawak, "Kenapa nggak coba lo jodohin aja sama temen mama lo atau siapa gitu."

__ADS_1


"Pengennya ya gitu, cuman dianya yang nggak mau sen. Katanya mau cari sendiri aja, yaudah deh."


Shena mengerutkan bibir mengangguk.


Beberapa menit kemudian mereka tiba dikampus membuka pintu mobil segera masuk kedalam kampus.


"Shena.."


Diaula kampus salah satu dosen perempuannya (saras) memanggilnya, shena menoleh membalas balik bertanya.


"Tadi ada pesan dari pak tono. Kata beliau hari ini tidak bisa hadir, tapi tugas kemarin tetap dikumpul. Dan beliau nyuruh kamu untuk menginformasikan sama temen satu ruangan kamu. Oh iya satu lagi, nanti tugasnya tolong bawak ke ruangannya ya."


"Siap buk." Semangat shena.


"Kenapa lo?."


"Jam kosong.." Bahagia chika.


Shena mengerutkan bibir dengan lirikan bete, "Lo mah, jam kosong malah seneng. Bosen tau!."


Menghentakkan sebelah kaki dengan wajah lesunya, chika menggenggam kedua tangannya senang.

__ADS_1


"Yee, jam kosong." Lirihnya.


Memanggil shena menyusul kembali mengulangi ucapannya.


Masuk keruangannya lalu menginformasikan pada mereka kalau hari ini pak tono tidak bisa datang namun tugas tetap harus dikumpulkan sekarang. Teman-temannya tersenyum senang saling bicara.


"Jam kosong. Ye jam kosong." Ucap para teman-temannya.


Tatap shena mengerutkan alis heran.


"Ihh apaan sih mereka." Lirihnya.


"Mereka kayaknya lega deh, nggak dapet omelan dari pak tono hari ini." Tersenyum senang memainkan tangan.


Shena menatap letih segera mengambil tugas itu dari tangan teman-temannya bersama chika yang membantunya.


Teriak canda chika sedikit ngegas mengacungkan tangan meminta tugas dari temannya, "Mana tugas lo. Selesai nggak nih!."


"Selesai lah, emangnya gue lo." Candaan temannya.


"Yee.. Sekata-kata aja lo."

__ADS_1


Next masih ada lanjutannya ya👇


__ADS_2