BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Baru


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, Shena dan Chika segera berangkat ke kampus.


Tin tin..


Klakson mobil berbunyi, segera Shena keluar dibarengi Chika dibelakangnya. Membuka pintu dengan senyum senang melihat Garil sudah menjemputnya, kepo Chika sedikit mengejek.


"Hmm.. pantes seneng banget. Ternyata mau di jemput."


Garil berjalan menghampiri Shena dan menyapanya dengan senyum manis, sejenak saling menatap dan segera berangkat. Shena mengajak Chika ikut bersama mereka, balas Chika menyuruh mereka berangkat duluan karena nanti Exel juga akan menjemputnya.


"Beneran, lo mau berangkat bareng kita?"


"Iya, kalian duluan aja. Bentar lagi Exel juga nyampek."


Lembut Shena, "Yaudah, kita berangkat duluan ya. Nanti ketemu di kampus."


Seru Chika, "Iya, hati-hati!. Jagain tu temen gue (bicara pada Garil)."


Lirih Garil, "Aman."


"Silahkan masuk" romantis Garil membukakan pintu untuk Shena.


"Hhe, nggak lo suruh gue juga mau masuk kali."


Garil tersenyum salting mengusap wajah dan segera masuk mobil, laju mobil mengklakson Chika.

__ADS_1


Teriak Chika, "Iya.."


Segera Chika masuk lagi ke dalam rumah, duduk di sofa sambil menunggu Exel. Menunggu beberapa menit dengan sedikit mengeluh kenapa Exel lama sekali menjemputnya, dengan mengirim beberapa pesan untuk Exel.


"Ihh, kemana sih Exel. Katanya bentar lagi nyampek, tapi udah hampir 30 menit nggak sapek-sampek."


Tak lama, suara klakson mobil pun berbunyi, Chika yang tau kalau itu suara mobil Exel segera keluar dengan wajah betenya. Segera Exel menghampiri Chika dan meminta maaf karena lama menjemputnya.


"Kemana aja sih, lama banget deh."


"Sorry, tadi perut gue sakit."


"Alesan!"


Chika semakin kesal dan menepuk lirih Exel, senyum Exel mengatakan kalau ia hanya bercanda.


"Kamu jahat sih, udah sana pergi!. Aku juga bisa berangkat sendiri" rengek Chika.


Tawa lirih Exel memegang tangan Chika dan mengatakan kalau ia hanya bercanda, rayunya menggoda dan mencubit lirih pipi Chika.


"Ntar dulu, gue mau kunci pintu."


Menggandeng tangan Exel dengan bete, "Dah, ayok."


Garil dan Shena saling berbincang dengan tawa riang, tanya Shena pada Garil kenapa ia mengunggah story foto mereka di Instagram.

__ADS_1


"Nggak boleh ya?"


"Ya nggak gitu, gue cuman malu aja. Ditambah lagi Chika ngeliat, ya makin seneng dia ngejek-ngejek gue."


Sambung Garil, "Hhe, dia tu nggak ngejek. Dia tu cuman seneng aja bisa liat lo bahagia kayak gini. Jangankan dia, gue aja seneng."


Kerut bibir Shena, "Masak."


Garil sedikit melucon, "Iya.. sayang.."


Salting Shena, "Apaan sih, nggak jelas" memainkan rambut.


Didalam mobil, Chika juga bercerita begitu asik dengan Exel. Chika menjelaskan kalau dia begitu bahagia, karena semenjak Shena mengenal Garil ia menjadi lebih terbuka dan banyak tersenyum. Chika lalu menceritakan bagaiman Shena berubah hanya dalam waktu satu malam, dan itu karena Garil. Angguk Exel dengan senyum tipis, semalam ia juga mengetahui dari Garil.


Goda Exel pada Chika bertanya kapan mereka bisa bermain hujan seperti Garil dan Shena, kocak Chika menjawab dengan candaan sambil menunjuk ke arah sungai.


"Gue cemplungin ke sungai mau?" lanjut Chika.


"Itumah mau ngebunuh."


Lawak Chika, "Yang penting kan basah."


Bete Exel menatap Chika, tawa lirih Chika mengatakan kalau dia hanya bercanda saja sambil memegang gemas wajah Exel.


Next👇.

__ADS_1


__ADS_2