BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Adu domba


__ADS_3

Terduduk Shena dan menangis tersedu didepan kuburan mamanya, lirihnya bertanya pada mamanya apa yang harus ia lakukan kali ini.


"Shena capek mah, Shena capek!. Shena harus gimana sekarang?. Shena ikut mama aja yah, Shena ikut mama?" ucap Shena.


Sedih Chika mendengar ucapan Shena dengan air mata yang menetes, perlahan ia berjalan sambil mengusap air matanya dan memegang lembut pundak Shena. Terkejut Shena menoleh dan menyembunyikan air mata.


"Chika. Lo kok tau gue disini?"


"Gue tau, kalau lo lagi ada masalah atau sedih pasti lo kesini. Sen, mungkin masalah lo ini pastinya berat banget. Tapi gue tau, lo itu cewek yang kuat dan bijak. Lo jangan ngelakuin hal bodoh yang bisa nyakitin diri lo sendiri, yah?"


"Terus gue harus gimana cik, gue harus gimana?. Gue capek!"


"Tapi nggak dengan cara yang bodoh juga. Gue percaya kalo lo bisa ngelewatin ini semua Sen. Kita pulang yuk?"


Tolak Shena mengatakan kalau ia belum mau pulang dan ingin sendiri dulu, sahut Chika membujuknya kalau lebih baik masalah itu diselesaikan bersama akan lebih ringan.

__ADS_1


"Gue nggak mau lo kenapa-napa. Ayolah Sen, kita pulang ya?"


Hela nafas Shena menatap datar dan mengangguk tipis.


Tiba Shena dirumah Chika dan segera masuk, kaget Shena mengerutkan kening melihat Fidin yang terduduk didalam rumah menunggunya. Tanya Shena dengan heran pada Chika kenapa ia mengundang Fidin, berdiri Fidin meminta pengertian Shena mendengarkannya dulu.


Dingin Shena menatap dan bergegas masuk tanpa sepatah katapun, wajah bingung Chika menghentikan Shena memintanya untuk tenang terlebih dahulu dan mendengarkan penjelasan Fidin. Sahut Shena dengan Hela nafas berat bertanya pada Fidin apa maunya kali ini.


Lirih Fidin meminta Shena melihat rekan cctv di dalam mobilnya dan mengatakan kalau rekaman itu nyata tanpa rekayasa. Iapun menjelaskan kalau malam itu ada seseorang yang sengaja menghadang jalannya dan membuatnya tak sadarkan diri.


Teriak Fidin memanggil Shena, henti Chika menyuruhnya untuk pulang saja dan membiarkan Shena menenangkan diri. Sedih Fidin melihat Shena yang menjauhinya, berjalan pulang dengan wajah kecewa terhadap diri sendiri.


Malam hari, diam Shena terduduk merasa bingung apa yang harus ia lakukan. Teringat kejadian yang menjijikkan itu membuatnya merasa pilu, ditambah lagi omongan orang-orang uang mengecapnya sebagai wanita yang tidak baik.


Terbangun Chika dengan tatapan sayu melihat Shena yang terus terdiam merenung, sedih Chika melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


"Sen, udah dong. Tidur deh, ntar lo sakit."


"Gue nggak ngantuk Cik, lo tidur aja."


...


Keesokan pagi, henti Mama Ika memanggil Garil yang akan berangkat kekampus. Iapun bertanya pada Garil apakah berita Shena yang sudah viral disosial media itu benar sambil menunjukkan ponselnya yang berisi video Shena.


"Mama nggak nyangka sama Shena, mama kira dia anak yang baik. Ternyata Mama udah salah izinin kamu deket sama dia, sekarang Mama minta kamu jauhi Shena ya sayang."


Bingung Garil mengekspresikan diri saat mendengar ucapan mamanya, "Mama kenapa jadi gini sih, sebelumnya mama nggak kayak gini lo. Lagian Mama kan kenal Shena bukan sehari dua hari Ma, udah lama."


"Tapi, itu sebelum Mama tau keburukannya. Dia bukan wanita yang baik buat kamu sayang."


Flashback, dimana kemarin ketika Mama Ika pergi untuk membeli beberapa barang kebutuhannya, ia bertemu dengan Yola. Yola menghampiri dengan basa-basinya, mengadu domba dengan mengatakan kalau Shena bukanlah gadis yang baik dan menjadi aib dikampusnya. Ia juga meminta Mama Ika untuk bisa menjauhkan Garil dan Shena, karena bisa saja Shena mendekati Garil dengan maksud yang tidak baik. Semenjak itu, Mama Ika selalu terpikir dengan ucapan Yola dan mulai terpengaruh.

__ADS_1


Next👇.


__ADS_2