BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Manis


__ADS_3

Jam pembelajaran dimulai beberapa menit yang lalu dibarengi dosen yang menjelaskan. Shena memainkan pulpen sambil senyum-senyum memikirkan Garil, dosen yang melihat Shena tidak fokus dengan pelajarannya sedikit menegur. Shena yang tidak mendengar tetap tersenyum santai, beberapa kali dosen memanggil Shena tapi dia tetap tidak dengar.


Chika melihat Shena memanggilnya lirih, lalu menyenggol pundak Shena. Terkejut Shena berteriak lirih dan bertanya pada Chika, Chika memainkan mata dan alis memberi isyarat kalau dosen telah menegurnya. Spontan Shena menatap dosen dengan senyum tipis.


"Hhe, iya Pak."


Lanjut Pak Tono, "Iya Pak, iya Pak!. Kamu ngapain senyum-senyum nggak memperhatikan pelajaran yang Bapak jelaskan" memasang wajah humor.


Terus Shena, "Nggak Pak, siapa yang senyum-senyum."


Kerut alis Pak Tono "Nggak nggak, Bapak yang liat."


Senyum Shena, "Iya Pak maaf, nggak sengaja."


"Sekarang perhatiin pelajaran yang Bapak jelasin!"


Lirih Shena, "Iya iya Pak."


Lirih Chika mengejek Shena sambil menulis, "Makannya jangan Garil terus yang dipikirin."


Kerut alis Shena menatap tajam Chika dengan gugup berkata kalau dia tidak memikirkan Garil dan hanya memikirkan pelajarannya saja.


Ejek Chika, "Mikirin pelajaran kok senyum-senyum. Emang ada?"

__ADS_1


Shena menjawab dengan risih, "Ihh berisik banget sih lo. Dahlah gue mau belajar."


...


Kring..


Jam istirahat berbunyi, mahasiswa/i keluar dari ruangan satu persatu. Berjalan keluar Shena dengan asiknya bermain ponsel, lirih Chika memanggil Shena dan bertanya akan pergi kemana dia. Sahut Shena menjawab kalau ia akan pergi ke perpustakaan sebentar.


Lirih Chika, "Ihh, kebiasaan deh lo."


Baru sesaat keluar, Shena kembali masuk ke dalam kelas dengan senyum recehnya. Kerut alis Chika bertanya pada Shena kenapa ia kembali masuk, senyumnya menjawab kalau buku yang akan ia kembalikan tertinggal sambil menyapa dan melambaikan tangan pada Chika.


"Dah.."


Didalam perpustakaan Shena menaruh buku sedikit keras dan membuat penjaga perpus yang sedang membersihkan beberapa buku merasa kaget dan langsung berbalik badan.


Senyum Shena, "Hehe, ini Buk bukunya. Maaf, telat."


Penjaga memasang wajah kesal dan kaget, "Kamu ini ya. Kenapa telat balikin!"


Lirih Shena dengan senyum serba salah, "Hehe, maaf buk. Karena saking banyaknya saya pinjem buku, jadi lupa mana yang mau dibalikin dulu."


Humor penjaga perpus sambil mengambil buku, "Besok, balikin semua buku yang kamu pinjem!"

__ADS_1


"Ehh, nggak bisa gitu dong buk!" memukul sedikit keras meja.


Melongo terkejut penjaga perpus itu, senyum garing Shena mengelap meja yang ia pukul sambil meminta maaf.


"Maaf buk maaf. Maksud saya tadi, daripada bukunya berdebu nggak ada yang baca, mending biar saya yang baca. Biar saya selesain baca dulu ya buk, nanti saya balikin" menaikan 2 jari.


Kerut bibir penjaga perpus, "Iya iya, sekarang mana uang dendanya?"


Shena memberikan uang denda dengan wajah lesu dan bertanya lirih apakah boleh ia meminjam buku lagi.


Ringik shena, "Satu.. aja Buk."


Tekan penjaga perpustakaan, "Nggak.. ada.. Udah sana keluar."


Lirih Shena sambil berbisik, "Ibuk ini, pelit!"0


"Apa kamu bilang!" Melotot humor.


Rayu Shena, "Nggak Buk, Ibuk baik."


Shena berjalan membawa satu buku miliknya, penjaga perpus yang melihat langsung bertanya buku siapa yang ia bawa. Balik badan Shena sambil menunjukkan kalau itu adalah bukunya, lirih penjaga perpus dari kejauhan kalau itu memang buku milik Shena. Ia lalu menyuruh Shena untuk segera keluar.


Dumel Shena "Hmm, minjem buku aja nggak boleh. Mending tadi nggak gue balikin tu buku!"

__ADS_1


***


__ADS_2