
Klukk..
Pulang dari rumah garil membuka pintu kamar berjalan dengan senyum bahagia mendekap erat buku didada dengan kedua tangannya, terduduk menaruh buku disebelahnya.
Asik chika bermain ponsel sambil tiduran, menatap sedikit bingung melihat shena yang yang senyum-senyum.
"Kenapa lo sen?. Perasaan tu muka tadi berangkat kusut banget, sekarang pulang-pulang bawak senyuman. Dapet apa lo, ha?." Tawa lirih mengejek.
Bangkit chika terduduk dengan wajah serius menunjuk shena, "Jangan-jangan lo?.."
Shena menepuk tangan chika, "Nggak usah mikir macem-macem ya lo."
"Terus kenapa dong?." Penasaran chika.
"Ihh kepo deh lo, intinya bukan yang aneh-aneh. Jadi nggak usah mikir macem-macem deh."
"Iya deh iya.. Oh iya tadi exel ada dirumah garil nggak sih?."
"Nggak, katanya sih dia pulang kerumahnya. Emang lo nggak dikabarin sama dia?." Berjalan mengambil pakaian ganti dilemari menuju kamar mandi.
"Ya ngomong sih, gue kira dia bohong."
"Makannya jangan nethink jadi orang."
...
Waktu terus berjalan dimana momen-momen indah disetiap waktu yang mereka habiskan, suka,duka, canda dan tawa berselimut diwajah mereka. Saat-saat romantis berjalan maju mengikuti waktu yang shena dan garil habiskan disekolah maupun diluar. Kebersamaan, kejailan serta perhatian yang mereka berikan membuat mereka merasa nyaman satu sama lain.
Hingga dimana ujian semester mereka dimulai. Tiba saatnya pembagian nilai mereka, dengan senang shena melihat hasil ujiannya yang masih bertahan di IPS 4.00. Garil juga melihat hasil ujiannya dengan senyum senang merekah diwajahnya melihat IPS nya yang sebelumnya 2.75 naik signifikan menjadi 3.75.
__ADS_1
Diteras kampus shena dan chika berjalan berbincang seru membicarakan nilai mereka.
"Ahh, seneng banget gue. Ternyata nilai gue nggak goyah." Ucap shena dengan senyum bahagia.
Sahut chika, "Sama sen, meskipun IPS gue nggak setinggi lo tapi gue puas juga sih."
"Tenang aja, semester depan masih bisa Lo gempur kok." Tawa shena merangkul chika.
"Pasti tetep lo yang tertinggi.." Balas chika mengalur.
Sedikit cepat garil berjalan dengan mata melirik kemanan dan kemiri mencari chika dibarengi exel disampingnya.
"Lo nyari siapa sih ril?." Bingung exel.
"Udah jangan berisik deh lo." Nada garil terburu.
"Garil." Lirihnya.
Garil langsung menghampiri shena dan memeluknya erat, wajah shena melongo bingung begitu polos. Begitu juga chika dan exel bingung sekaligus melihat mereka.
"Makasih banget.." Pelukan erat garil
"Ma-makasih apa, gue nggak ngerti. Lo-lo kenapa meluk gue." Polos shena gugup.
Garil melepaskan pelukan menjawab dengan senyum senang, "Ini semua berkat lo sih. Lo tau nggak, gue dapet IPS tinggi. Baru kali ini gue dapet IPS 3.75, gue seneng banget (kembali memeluk shena)."
Mendengar ucapan garil, shenapun ikut terbawa suasana senang langsung memberikan reaksi bahagianya memeluk erat garil sambil melompat-lompat kegirangan.
Chika dan exel tersenyum senang, bersamaan mereka menggoda.
__ADS_1
"Hmm.."
Lanjut chika, "Dunia milik berdua ya, yang lain cuma ngontrak kayaknya. Btw panas banget cuaca hari ini ya (memainkan mata kearah exel sambil mengelap keringat)."
Tersadar shena dan garil melepaskan pelukan mereka, tersenyum salah tingkah.
Sambung lirih shena menundukkan pandangan, "Maaf, refleks. Btw, gue ikut seneng (melirik garil)."
"Udah santai aja. Kayaknya kita perlu party nih, gimana?." Ide chika.
"Setuju gue." Seru exel.
Garil mengangguk menyenggol tangan shena menanyakan bagaimana pendapatnya, jawab shena bingung.
"Gue pikir dulu deh. Gue pulang dulu ya, lanjut nanti aja." Shena mengajak chika segera masuk ke dalam mobil.
"Nggak mau gue anter." Jerit lirih garil.
"Nggak usah." Toleh shena tersenyum.
Setelah shena masuk kedalam mobil, exel merangkul garil memberi saran.
"Kenapa nggak lo tembak aja dia?."
"Belum waktunya. Udah ayok pulang."
"Keburu diambil orang baru tau rasa lo."
Next👇.
__ADS_1