
Masih lanjutan episode diatas ya.
Tiba didepan rumah saling menatap (didalam mobil), shena mengambil buku yang sudah mereka beli dan memberikan buku garil lalu mengucapkan terimakasih karena sudah repot-repot membelikan buku sebanyak itu untuknya.
Sahut garil tersenyum lembut, "Sama-sama, gue malah seneng kalo lo repotin."
Shena tersipu malu berkata kalau dia akan segera masuk kerumah, membuka seat belt dengan senyum sekali lagi mengucapkan terimakasih. Garil menahan shena bertanya ada apa ditangannya, terhenti shena melihat tangannya menjawab kalau tidak ada apa-apa ditangannya.
Garil mencoba memegang tangan shena dengan tatapan serius, sedikit candaan mencium tangan shena lalu menatapnya. Menatap melongo, tersadar shena dengan malu-malu.
Seru garil, "Dah, sekarang boleh keluar."
"Apaan sih lo, nggak jelas deh. Emang dasar modus.." Ucap shena tersipu malu.
Shena keluar dari mobil,terbsebil garil melaju pulang diiringi lambaian tangan shena.
"Hati-hati.."
Garil membalas tersenyum mengangguk dengan lambaian tangan, "Buruan masuk."
Mobil garil mulai menjauh, shena yang melihat terus tangannya yang dicium garil dengan wajah yang terlihat salting segera masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Masuk ke ruang tidur dengan wajah senyum sumringah, menaruh buku dan tas diatas kasur sedikit melempar. Berbaring melentangkan badan, tersenyum mengingat garil dengan menatap lembut tangannya.
Salting shena mengusap wajah, "Ayolah sen, santai aja. Oke jangan berlebihan, tenang (lirihnya).."
Duduk menarik nafas menenangkan diri, berdiri mengambil segelas air dari meja. Tanpa sadar memanggil chika dengan menanyakan apakah dia sudah makan.
Sadar shena menepuk kening, "Oh iya.. lupa gue. Chika kan pulang kerumahnya, jadi kangen chika kan gue. Telfon dia aja deh (chika)."
Berjalan terduduk dikasur menelfon chika, tiba-tiba shena mematikan panggilannya bicara lirih kalau dia tidak mau mengganggu chika yang sedang bersama orang tuanya. Meletakan ponsel dikasur dan berjalan masuk WC membasuh wajah.
Keluar dari WC mengelap wajah dengan handuk, duduk dikasur dan mengambil buku yang baru ia beli.
"Baca buku aja deh gue."
...
Garil membuka pintu kamar dengan senyum tipis menyapa exel. Exel yang melihat garilpun bertanya kenapa lagi dengannya, sedikit mengejek garil dengan mengatakan kalau pulang seharusnya membawa makanan bukan hanya senyuman.
Sahut garil, "Makan aja kerjaan lo."
...
__ADS_1
Klung-klung..
Shena yang sedang asik membaca tiba-tiba ponselnya berbunyi, melihat ponsel dan ternyata itu garil yang melakukan panggilan. video. Dengan senyum mengangkat dan bertanya pada garil ada lagi, jawab garil dengan menggoda "Nggak papa, kangen aja."
Salting shena, "Apaan sih lo, makin hari makin nggak jelas aja deh."
Lembut garil, "Lah gimana sih, orang serius dibilang nggak jelas. Lagi ngapain sih?."
Shena menjawab dengan memperlihatkan buku yang ia baca, dan bertanya pada garil apakah dia sudah membaca buku yang tadi mereka beli. Tersenyum malu garil menjawab belum, dan akan membacanya nanti.
Shena mengerutkan bibir, "Jangan nggak dibaca aja."
Shena mencoba mematikan panggilan garil dengan mengatakan kalau ia akan melanjutkan membaca, garil menahan dan membalas kalau dia bisa melanjutkan membaca namun tidak perlu mematikan panggilannya.
Sambung garil, "Gue juga mau denger, jadi nggak usah dimatiin ya?."
Shena mengangguk, "Yaudah deh, iya. Tapi gue sambil tiduran ya, soalnya capek."
Shena membaca dengan panggilan video yang masih menyala dan garil yang menyimak dengan tatapan fokus melihat shena. Lebih dari 1 jam membaca, shena merasa letih namun berusaha menahan. Karena merasa tidak kuat shenapun tertidur dengan pulas.
Lirih garil, "Lah.. dia yang baca, malah dia juga yang tidur. Kasian banget kecapean (senyum tipis)."
__ADS_1
Garil melakukan tangkap layar wajah Shena yang begitu menggemaskan saat tidur, membiarkan shena tidur lalu mematikan panggilannya.