
Kerut alis Davin menatap bingung, lirihnya bertanya pada Mamanya dan Garil apakah mereka sudah saling mengenal. Saat Mama akan menjawab pertanyaan Davin, Garil menghentikan mamanya sambil memegang tangan dan menggelengkan kepala seolah memberi isyarat.
"Iya, kita memang kenal. Karena kita partner bisnis, kebetulan kita ada proyek bareng" ucap Garil.
Senyum Davin mengangguk lirih sambil memegang pundak Sevi dan menyuruhnya untuk duduk. Tatapan lembut Mama Ika terus mengarah pada Sevi, batinnya terus bertanya-tanya apakah Shena dan Sevi memang wanita yang berbeda.
"Tapi, ini mirip banget sama Shena" batin Mama Ika.
Senyum Davin dengan herannya bertanya pada mamanya kenapa ia memanggil Sevi dengan sebutan Shena.
"Oh, Shena itu anak temennya Mama. Kebetulan juga, gue pernah liat mukanya yah sekilas mirip Sevi. Iyakan Ma?" ucap Garil.
"I-iya, bener kata Abang kamu."
Datang salah seorang pembantu untuk menyuguhkan minuman. Sambil menaruh minuman, terdiam dengan tatapan yang juga tertuju pada Sevi. Yang mana pembantu itu juga mengenal Shena sebelumnya, ia juga mengira kalau yang ada di hadapannya itu memanglah Shena.
__ADS_1
"Makasih ya bik" lirih Garil mengalihkan fokus pembantu rumahnya itu karena tidak ingin merusak suasana kepulangan Davin.
"I-iya Mas."
Melihat gelagat pembantu dan mamanya, Davin mengira kalau mereka sepertinya mengenal dekat anak teman mamanya itu.
"Dari cara Bibik liat Sevi, kayaknya anak temen Mama itu mirip banget ya sama Sevi?" kata Davin sambil bercanda.
"Kenapa Garil mesti bohong, perasaan nggak ada yang salah. Tapi yaudah lah ya, itu urusan di juga" batin Sevi sedikit heran.
Kembali Garil mengalihkan pembicaraan, ia lalu bertanya pada adiknya itu (Davin) kenapa ia tidak memberitahunya kalau ia akan pulang ke Indonesia.
"Hehe, sengaja Mah. Aku mau kasih surprise aja buat kalian, lagian aku juga udah lama banget kan nggak pulang ke Indonesia. Masak iya, sekalinya pulang malah ngerepotin."
Canda Garil spontan menepuk lirih pundak Davin, "Dih, kayak siapa aja sih lo. Lo aja di Singapura ngerepotin nenek terus."
__ADS_1
"Yee, sembarangan lo. Oh iya, gue sebenernya pulang ke Indonesia, juga mau sekalian kenalin Sevi sama kalian."
Sekali lagi, Sevi memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Mama Ika. Senyum Mama Ika membalas jabatan Sevi dan meminta maaf atas kejadiannya tadi.
"Soalnya, Tante udah lama banget nggak ketemu sama Shena. Jadi, waktu kamu dateng, Tante kira kamu Shena."
"Hehe, nggak papa Tan, bukan masalah besar kok. Sevi paham rasa kangen Tante, jadi hal lumrah kalo Tante ngelakuain hal yang spontan kayak tadi."
Bincang-bincang Mama Ika sedikit kepo dengan kehidupan Sevi, ia lantas bertanya dimana sebenarnya dia tinggal (Sevi). Santai Sevi menjawab pertanyaan yang Mama Ika lemparkan padanya, ia mengatakan kalau sebenarnya keluarganya tinggal di luar kota, tapi untuk saat ini ia harus menetap di Jakarta karena suatu pekerjaan.
"Terus, kamu sama Davin udah berapa lama menjalin hubungan?"
"Ya, kurang lebih 3 tahun sih Tan."
"Dan yang pasti, hubungannya akan berlanjut ke suatu hubungan yang lebih serius" sambung Davin.
__ADS_1
Sejenak Davin dan Sevi saling menatap dan melempar senyuman. Datar Garil menatap kemesraan Davin dan Sevi, saat pandangan Sevi mengarah padanya, ia (Garil) langsung mengalihkan pandangan dan meminta Devi segera meminum minumannya.
***