BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Akan


__ADS_3

Masih lanjutan episode diatas ya shay😁.


Merekapun segera mengangkat satu persatu barang-barang kedalam mobil. Shena mencoba mengangkat kardus berisi buku-bukunya tapi tidak terangkat karena terlalu berat, garil yang melihat langsung membantu shena.


"Sini gue bantuin."


Secara bersamaan merekapun mengangkat kardus itu, beberapa langkah berjalan tiba-tiba kardus itu terlepas dari pegangan shena dan membuat kakinya tertimpa kardus yang berisi buku-buku membuatnya jatuh terduduk.


"Aduhh.. Bantuin gue!." Teriak shena kesakitan.


Sigap garil langsung membantu mengangkat kardus dari kaki shena, sementara exel dan chika menoleh kaget segera menghampiri shena.


"Sen, kenapa lo?."


"Senam lantai!. Udah tau ketimpa kardus masih nanya lagi." Wajah shena menahan sakit.


Garil segera menolongnya berdiri, "Lo juga sih, kenapa bisa kelepas sih."


"Kardusnya aja yang berat."


"Lah itu barang-barang siapa?." Melihat kaki shena.


"Ya gue sih." Lirih shena ikut melihat kakinya.


Garil bertanya apakah kakinya masih sakit.

__ADS_1


Sahut shena, "Udah nggak papa, orang cuma gini aja."


"Gini aja?, tapi teriak keras banget." Ejek garil.


"Ya gue tadi cuman refleks aja."


Chika ikut mengejek shena, "Lo juga sih, nggak kuat aja mau sok-sok an dikuat-kuatin."


"Yee.. gue mah emang kuat. Dahlah ayok, biar ceper beres."


Garil menyuruh shena untuk duduk saja kalau kakinya masih sakit, shena menolak dan mengetakan kalau kakinya baik-baik saja. Dengan lembut garil mengatakan kalau dia saja yang membawa kardus itu dan menyuruh shena untuk membawa barang-barang yang ringan saja.


Shena balik mengejek garil, "Emang lo kuat?. Jangan sok kuat deh, entar ketimpa kardus gue nggak tanggung lo."


Sahut garil dengan tawa lirih, "Ya kuat lah. Cowok mah segini nggak berasa."


Shena tersenyum membalas, "Hhe, jangankan sofa ya. Sebenernya rumah ini kalo bisa gue bawak, pengen banget gue bawak."


"Gusur aja." Polos garil tersenyum.


Shena menatap datar, "Hhe, mulut lo yang gue gusur mau!."


Mendengar ucapan shena merekapun terdiam dengan senyum garing.


Selesai semuanya chika mengajak mereka untuk segera berangkat, mereka mengangguk dan garil mengajak shena ikut dimobilnya.

__ADS_1


"Lo ikut sama gue, biarin exel sama chika berduaan." Lirih garil.


Balas shena melirik garil, "Biarin mereka berduaan atau lo yang mau deket sama gue."


Semakin malu garilpun semakin menggoda, "Kalo iya kenapa?."


Shena yang salah tingkah menepuk tangan garil dan mengajaknya untuk segera berangkat


"Apa lo mau disini aja." Lanjut shena.


Berjalan menuju mobil garil menyusul dibelakangnya, exel berteriak pada mereka untuk berhati-hati. Shena mencoba membuka pintu, garil memegang tangan shena dan membukakan pintu untuknya.


"Silahkan my queen."


Shena hanya tersenyum menggelengkan kepala dan segera masuk kedalam.


...


Beberapa menit kemudian, merekapun sampai dirumah chika. Chika langsung mengajak mereka untuk masuk, orang tua chika yang duduk bersantai berdiri senang melihat kedatangan shena dan teman-temannya.


"Ehh shena, duh udah lama tante nggak lihat kamu. Gimana kabar kamu, baik-baik aja kan?." Memegang pundak shena.


Shena mengatakan kalau dia baik-baik saja.


"Oh iya pak, tolong angkatin barang-barang kita ya. Ada di 2 mobil yang tadi kita bawa." Chika bicara pada pembantunya.

__ADS_1


Garil dan exel memberi salam dan mencium tangan orang tua chika. Chika memperkenalkan garil dan exel, dengan senang mama dona menyuruh mereka untuk duduk dan sedikit basa-basi.


Beberapa jam kemudian karena merasa sudah merasa terlalu lama, garil dan exelpun pamit untuk pulang, shena bersama chika mengantarkan mereka keluar dengan ucapan terimakasih.


__ADS_2