BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Aku yang tak pantas


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya guys😁.


Tatapan datar Shena dengan air mata yang menetes, menatap Fidin dan bertanya sambil menunjukkan video itu. Usap lembut Chika menenangkan Shena.


"Kamu bilang nggak ada apa-apa, terus ini apa?. Ini apa fit!"


"Kalian dengerin gue dulu. Gue akui gue emang suka sama lo Sen. Semalem, saat gue mau nganter lo pulang tiba-tiba.."


Belum selesai Fidin bicara, Yola datang dan mengahalau ucapannya agar Fidin benar-benar disudutkan.


"Alah udahlah fit, lo tu mau jelasin apa lagi?. Cowok kayak lo tu banyak, pura-pura baik tapi aslinya busuk!"


Sahut Fidin meminta Yola untuk diam, "Lo tu nggak tau apa-apa. Video sama foto-foto ini bukan gue yang nyebar, pasti ada yang sengaja jebak kita."


Berat Yola menghelakan nafas sedikit cemas menelan ludah, "Lo nggak usah percaya Sen. Orang kayak dia itu, akan selalu cari pembelaan untuk ngelindungi diri!"


Pilu Shena tak bisa berkata-kata lagi dan berlari pergi, Fidin mencoba mengejarnya namun Garil menghalangi. Tegas Garil memperingatkan Fidin untuk menjauhi Shena, iapun segera berlari mengejar Shena.

__ADS_1


"Tega lo fit, kenapa lo nggak mikir panjang sih!. Susah payah dia bangkit dari trauma karena ayahnya, dan sekarang lo bawa dia kembali ke dalam traumanya itu dengan hal menjijikkan yang lo lakuin. Hah!, nggak ngerti gue sama jalan pikiran lo" pergi mengikuti Shena.


Emosional Fidin begitu marah pada dirinya sendiri, senang Yola karena satu-persatu rencana berjalan dengan mulus lalu berjalan pergi meninggalkan Fidin.


Teriak Garil menghentikan Shena dan memegang tangannya, sahut Shena dengan tangis meminta Garil untuk menjauhinya karena ia merasa tidak pantas untuk siapapun.


"Gue kotor ril, gue kotor. Gue nggak pantes buat lo.." pecah tangis Shena.


Tenang garil memegang kedua pipi Shena dan menatapnya lembut, dan menjelaskan padanya kalau dia adalah gadis yang baik.


"Kamu tatap aku, kamu dengerin ini. Kamu itu cewek baik sayang, dan aku tau kalau itu semua bukan kemauan kamu. Seperti apapun kamu sekarang, itu nggak akan bisa merubah perasaan aku sama kamu. Aku cinta kamu sekarang dan seterusnya, dan aku nggak bakal ninggalin kamu mau seperti apapun keadaannya" lembut Garil memeluk erat Shena.


"Nggak, nggak. Aku nggak pantes buat siapa-siapa, aku nggak pantes!" kembali Shena berlari dan menghentikan taxi.


Garil mencoba menghentikan Shena namun ia tetap tidak mau mendengarkannya, sedih Garil melihat Shena yang seperti itu.


"Kalian, jangan ada yang ngikutin gue. Gue mohon sama kalian, biarin gue sendiri.

__ADS_1


"Sen, lo mau kemana sih sen!" sedih Chika.


"Shena, kenapa lo nggak mau ngerti sih" pilu Garil mengusap wajah.


Lirih Exel memegang pundak Garil, "Lo biarin Shena sendiri dulu Ril, lo juga harus ngertiin keadaan dia. Sekarang dia lagi bener-bener terpukul dengan kejadiannya itu, kasih dia kesempatan untuk nenangin diri."


"Kenapa drama ini seru banget sih, kayaknya harus dikasih sedikit bumbu lagi biar makin seru. Hahaha" tawa lepas Yola.


Tatapan heran Dara mendekati Yola dan bertanya apa yang membuatnya begitu senang.


Kaget Yola dengan gugup dan cemas mengatakan kalau dia tidak senang, justru ia merasa sedih melihat temannya harus mengalami kejadian yang begitu menyedihkan.


"Gu-gue mau ke toilet."


"Aneh banget, masak iya orang sedih ketawa haha hihi gitu?"


"Kuntilanak kali dia" polos Raya.

__ADS_1


"Hahaha, iya juga ya" geli Dara.


***


__ADS_2