BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Mencari kesempatan


__ADS_3

Saat akan turun dari tangga Yola berpapasan dengan Garil dan Shena, iapun memanfaatkan kesempatan dengan menjatuhkan dirinya pada garil.


"Aaaa.." Teriak Yola berpura-pura terpeleset.


Rencananya pun berhasil karena garil langsung menangkapnya, saling tertegun menatap.


"Hehemm.." Kode Shena.


Garil langsung melepaskan pegangannya, sementara Yola meminta maaf dan berterima kasih.


"Iya nggak papa, lain kali hati-hati" Lirih garil dengan wajah datar.


Setelah Garil dan Shena pergi pergi, Yola langsung mengeluarkan senyum palsunya.


Sindir Shena dengan candaan, "Enak ya?, hhe."


"Mulai deh. Aku cuma bantu dia aja, daripada dia jatuh kan."


"Ihh kenapa sih, kan gue cuma nanya enak nggak? hhe. Serius banget mukanya," Santai Shena.


"Aku tau kalo kamu nyindir (gemas garil merangkul Shena)."


"Duhh, sakit" Tawa lepas Shena.

__ADS_1


Tanya garil pada shena apakah nanti malam dia ada acara, Shena menjawab sedikit berfikir kalau tidak ada ada acara apapun.


"Emang kenapa?."


"Ya nggak papa, nanya aja. Dimana kalau nanti malem kita makan diluar," Ajak garil.


"Mmm, gimana ya?.. mau, nggak?" Jawab shena berpikir sambil memainkan jari didagu.


"Ah udah iya, mau pokonya."


Toleh Shena dengan senyum heran, "Kok maksa sih!."


"Ya kamu kalo nggak digituin kan mikirnya bisa Sampek besok besok besok dan besoknya lagi."


Pelan Shena menepuk lengan garil, "Ihh, kamu ngejek aku."


Pulang kuliah, Shena berjalan menuju perpustakaan karena ada beberapa buku yang perlu dipinjamnya dan Chika yang sudah pulang terlebih dulu dengan Exel.


Exel yang melihat mobil Shena masih terparkir pun menunggunya, sementara Yola yang melihat Garil masih berada diparkiran pun mempunyai rencana mendekati Garil. Ia lalu berdiri dan berpura-pura menunggu sopirnya namun kepalanya begitu pusing, garil yang melirikpun langsung menolong Yola yang hampir terjatuh.


"Lo kenapa?" Tanya Garil yang serba salah dengan bingung dan panik.


"Aduh, sakit banget kepala gue" Licik Yola sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


Garil kembali bertanya apakah sopirnya tidak datang menjemput, dengan sengaja Yola mengatakan kalau sopirnya datang telat karena jalan yang macet.


"Duh pusing banget,"


Garil sedikit bingung karena ia tidak ingin mengecewakan Shena, namun disisi lain ia juga tidak bisa egois membiarkan orang yang sedang sakit apalagi itu adalah orang yang dikenalnya. Karena hatinya yang mudah kasihan, garilpun membantunya dan akan mengantarkan pulang.


"Udah nggak usah, biar gue tunggu sopir gue aja" Setiap kata palsu keluar dari mulut Yola.


Sahut garil dengan datar lalu membantu Yola masuk kedalam mobilnya, "Gue masih punya hati kok, nggak mungkin gue biarin orang yang lagi sakit. Udah biar gue anter lo pulang, daripada lo kenapa-napa."


Senyum Yola yang merasa kalau Garil perlahan akan luluh padanya.


Didalam perpustakaan shenapun mencari beberapa buku yang ia perlukan dengan mata yang fokus pada setiap buku yang ada di rak.


Fidin yang juga akan meminjam beberapa bukupun tak sadar dengan keberadaan Shena yang ada disampingnya. Tak sengaja Sidin menginjak kaki Shena dan membuatnya berteriak.


"Aduhh kaki gue!." Teriak Shena.


Toleh Shena terkejut dengan wajah hambar melihat fidin, sementara fidin yang kaget langsung mengangkat kakinya.


"Main ijek-injek kaki gue aja!" Kesal Shena.


Santai fidin, "Lah kaki lo yang salah."

__ADS_1


Terkejut Shena dengan mulut menganga, "What?, kaki gue salah!. Heh, kaki gue emang kodratnya udah dibawah. Terus maksud lo kaki gue harus pindah ditangan gitu, atau dipucuk kepala?. Ya nggak bisa lah, ngaco deh. Kesel gue!" Berjalan pergi dengan wajah bete.


Senyum fidin, "Cewek yang emosional," Lirihnya.


__ADS_2