
Cemas Garil yang tak kunjung menemukan Shena, tak berselang lama ia melihat Shena berdiri di atas jembatan. Ia segera turun dari mobil dan menghampirinya. Teriak Garil memanggil, toleh Shena tertegun melihat sambil mengusap air yang mengalir di wajahnya.
"Nggak, nggak. Ini pasti cuma bayangan lo aja Sen. Karena Garil nggak mungkin ada disini. Lo nggak bisa kayak gini Sen, lo harus lupain dia!" ucap Shena mengira kalau itu hanya bayangannya saja yang terlalu memikirkan Garil.
Shena yang tak ingin berangsur-angsur dalam kesedihan itu mencoba untuk pergi, namun langkahnya langsung dihentikan Garil. Tak percaya Shena dapat merasakan sentuhan itu, ia menutup mata dan perlahan menoleh kebelakang dan membuka mata. Dan benar saja, Garil benar-benar ada di hadapannya.
"Nggak, Sen. Ini nggak bener" lirihnya.
"Ini bener. Ini gue, Garil"
"Garil?. E-lo, di sini?. Te-terus per.."
"Pernikahan maksud kamu?. Maaf Sen, aku nggak bisa turutin kamu. Sekalipun, ucapan itu keluar dari mulut kamu. Aku nggak bisa lanjutan pernikahan aku sama Yola. Karena aku bener-bener nggak bisa bohongin hati aku sendiri, aku nggak siap kehilangan kamu."
"Kamu batalin pernikahan kamu?"
Angguk Garil dengan senyum tipis mengiyakan ucapan Shena, tak percaya Shena bagaimana ia bisa melakukan itu. Dengan wajah khawatir, Shena menanyakan bagaimana keadaan Mamanya jika tahu kalau anaknya meninggalkan pernikahan demi mempertahankan egonya sendiri.
__ADS_1
"Ini bukan ego, tapi ini pengorbanan!" tegas Garil memegang pundak Shena.
"Tapi kamu nggak bisa sampai korbanin orang tua kamu cuma demi wanita kayak aku!. Nggak bisa Ril, sekarang kamu pulang dan kamu lanjutin pernikahan kamu itu. Biarin aku pergi."
Sekali lagi Garil menghentikan Shena dan langsung memeluknya dengan erat. Tegasnya mengatakan kalau kali ini ia tidak akan melepaskannya lagi, sekalipun dunia menentang mereka. Haru Shena mendengar ucapan Garil dan membalas pelukannya dengan erat.
"Maafin aku Ril. Jujur, aku juga nggak bisa bohongi perasaan aku sendiri. Kalo aku juga benar-benar sayang sama kamu."
Geram tangan Yola dengan tatapan tajam dan sangat membenci kedekatan mereka, "Nggak, Sen. Garil itu cuma punya gue!. Sekali dunia menentang kalian, itu akan terjadi sampai seterusnya. Kalian nggak bisa lakuin ini sama gue!"
Yola pun segera turun untuk menghampiri Shena dan Garil, di susul orang tua Garil dan Yola ada di belakangnya. Tak terkecuali Chika, Exel dan Fidin juga turun dari mobil mereka. Yola yang melihat sebuah mobil melaju kencang akan menabrak Garil dan Shena langsung berlari ke arah mereka untuk menolongnya.
"Shena!" teriak Chika dan seketika tangisnya langsung pecah.
"Shen!" kaget Fidin.
Garil dengan kepala yang penuh darah dan lemas mencoba bangkit dan terjun ke sungai untuk menolong Shena, namun niatnya itu di tahan oleh Yola karena aliran sungai yang begitu deras di tambah lagi hujan yang begitu lebat.
__ADS_1
"Shena perlu bantuan gue, lepasin gue!"
Emosi Garil mendorong Yola, dan sekali lagi ia di tahan orang tuanya dan teman-temannya.
"Shena jatuh ke sungai, kenapa kalian diem aja!. Lepasin gue!"
Karena kepala yang berlumuran darah, Garil pun terjatuh pingsan. Fidin tak juga tinggal diam, ia mencoba menolong Shena dan akan terjun ke sungai. Sekali lagi niatnya juga di tahan Exel karena itu berbahaya. Terduduk lemas Chika tak percaya dengan kejadian yang di lihatnya baru saja.
"Lo cemasin gue, sementara Shena juga dalam bahaya!. Sekarang lepasin gue, biarin gue nolongin Shena" berontak Fidin.
Tegas Exel kalau ia tahu ke khawatiran mereka, tapi mereka juga tidak bisa gegabah dan membahayakan diri mereka.
"Sekarang lo diem dan jangan buat masalah makin runyam" lanjutnya.
Mama Ika juga dibuat cemas dengan keadaan Shena, ia meminta Exel untuk menelfon polisi tentang kecelakaan itu. Mereka yang di buat khawatir sampai tak sadar kalau mobil yang menabrak itu sudah melarikan diri.
Apakah Shena akan selamat dan baik-baik saja?.
__ADS_1
Jawabannya ada di episode selanjutnya ya👇.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya Readers🤗.