BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Kena mental nggak?


__ADS_3

Ini lanjutannya ya reader🤗.


Kalian tu emang nggak ada kapok-kapoknya ya. Kalo mau ngelakuin sesuatu sebaiknya pikirin dulu bisa nggak, ini nyawa orang yang kalian bahayain. Kalo terjadi sesuatu yang nggak di inginkan apa kalian mau tanggung jawab!." Tegas garil.


Terus dara, "Apaan sih, orang kita nggak sengaja. Lagian ini jalan umum, jadi wajar aja kalo gue nggak sengaja nyenggol dia. Kalo mau sepi ya.. mending kalian berdua hidup dihutan aja deh temenan sama monyet, sama burung-burung (tertawa mengejek)."


"Bener banget. Hhhahha.." Tawa raya.


Balas shena melempar ucapannya pada dara dan raya dengan senyum menahan kesal, "Kenapa nggak kalian aja. Kayaknya emang cocok sama kalian yang suka bikin ulah deh. Nantikan kalo kalian bikin rusuh paling di gigit serigala, harimau, monyet, dipatok burung."


"Mulai berani lo ya!. Lo tu jangan lupa kalo lo tu cuman adik tingkat, jadi nggak usah belagu. Ngerti nggak lo! (mencoba menampar shena)."


Shena menepis tangan dara memegang sedikit keras bicara santai menatap dara, "Hhe, iya.. gue nggak lupa kok kalo gue adik tingkat lo, tapi seenggaknya gue tau cara bersikap. Daripada lo yang sama sekali nggak bisa ngehargain orang lain (melempar tangan dara). Ohh iya.. gue lupa lo kan nggak ngerti bahasa manusia ya."


Shena segera pergi berjalan mengajak chika dan dibantu garil, dara menatap tajam mengepalkan tangan penuh amarah.


Ejek chika pada dara dan raya, "Kena mental nggak!." 3x mengulang ucapannya sambil berjalan menyusul shena.


Setelah shena pergi, dara meluapkan amarahnya berteriak kesal dan kepalan tangan memukul pelan pembatas tangga.


"Arghh.. berani banget tu cewek!. Lo liat aja apa yang bisa dilakuin seorang dara. Oke.. sekarang lo bisa ketawa-ketawa, tapi liat aja nanti. Argh.."

__ADS_1


Raya menghampiri dara bicara tenang, "Apa lagi yang mau lo lakuin dar. Udahlah dar, mending lo lupain aja si garil. Lagian juga dia nggak mau sama lo, ngapain lo ngejer-ngejer dia terus. Kalo kayak gini lo cuman jatuhin harga diri lo aja."


Sahut dara dengan penuhi amarah, "Kenapa lo jadi belain mereka sih. Justru dengan gue diem harga diri gue dijatuhin. Lagian apa sih istimewanya tu cewek, cantik nggak, kaya juga jauh lebih kaya gue."


"Yah.. namanya juga cinta dar."


"Hhe (tawa lirih dara). Nggak, gue nggak bisa diem aja."


Raya menatap bingung melihat tingkah dara yang menurutnya sedikit berlebihan.


Turun dari tangga, chika berjalan menghampiri shena sedikit memuji soal keberaniannya bicara tegas pada dara.


"Wahh.. gila sih, sikap lo sama dara dan raya tadi emang udah bener banget sih sen. Keren lo, pasti tadi mereka kena mental banget tu. Hha.."


Lirih shena menggelengkan kepala, "Nggak kok, cuman tinggal keram nya doang. Bentar lagi juga sembuh, santai aja."


"Hmm, kayaknya gue disini cuman jadi obat nyamuk doang. Gue pergi dulu aja deh (berjalan beberapa langkah berbalik badan), Temen lo dimana? (bertanya soal exel pada garil).


"Tadi katanya ada barang yang ketinggalan di mobil.." Belum selesai bicara chika bergegas pergi menghampiri exel.


"Makasih." Teriaknya lirih dari jauh.

__ADS_1


Shena yang terpikir soal ciumannya pada garil kembali meminta maaf, garil yang tidak mengerti langsung membalikkan ucapan shena.


"Maaf kenapa?."


Shena tersenyum tipis mengerutkan bibir dengan jari tangan menunjuk ke pipi.


"Udah nggak papa kan nggak sengaja juga. Tapi kalo mau sengaja juga boleh, nih nih (menggoda shena mendekatkan pipinya)."


Plekk..


Spontan shena menampar sedikit keras pipi garil.


"Ihh.. apaan sih lo."


Garil berteriak lirih kesakitan sambil memegangi pipinya.


"Aduhh.. tega banget sih lo, masak gue ditampar. Gue cuman bercanda, lo malah nanggepinya serius." Menyedihkan wajah.


Shena mengerutkan alis dengan wajah bersalah, meminta maaf sambil mengelus pelan pipi garil yang ditamparnya. Senyum-senyum garil menatap shena, shena yang merasa garil memanfaatkan nya kembali menamparnya.


"Ihh.. cari kesempatan aja deh lo." Berjalan pergi.

__ADS_1


"Aduh, kok ditampar lagi (memegang pipi). Dasar cewek, tunggu.." Garil menghampiri Shena berjalan mengiringi.


Next👇.


__ADS_2