BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Mantan lewat


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya reader๐Ÿ˜Š.


Asik mengobrol sambil bercanda, tiba-tiba dengan tidak sengaja garil menabrak seorang wanita.


"Astaga, siapa itu" Kaget shena.


"Nggak tau," Garil bergegas turun untuk menolong wanita itu.


"Aduhh," Sakit wanita itu menundukkan kepala.


Panik garil, "Aduh mbak, maaf saya nggak sengaja. Sini saya bantu," Memegang kedua pundak mencoba membantu wanita itu.


Berdiri wanita itu sambil mengelap kakinya yang kotor dan sakit, "Hati-hati dong mas" perlahan menoleh.


Saling menatap kaget, dimana wanita itu adalah Yolanda (mantan garil waktu SMA).


"Garil," Lirih yola.


"Yolanda," Balas garil.


Segera turun shena menghampiri garil dan tidak sengaja mendengar mereka yang ternyata saling mengena, garil segera melepaskan pegangannya.


"Kamu kenal?" Tanya shena pada garil.


Bingung garil menjawab dengan gugup, "Eee iya, temen" Senyum terpaksa.


Yola hanya menatap diam garil.

__ADS_1


"Kamu nggak papa?, kita anterin kamu pulang ya" Kata shena.


Tolak yolanda sambil menunjuk kearah sebuah rumah, "Nggak nggak usah, ini rumah aku kok. Lagian aku nggak papa, yaudah aku pulang dulu" Berjalan tergesa meninggalkan garil dan shena.


Shena mengerutkan kening sambil menatap bingung, garilpun segera mengajak shena pulang.


"Yaudah, ayo masuk mobil."


Kerutan bibir shena mengangguk berjalan masuk kedalam mobil. Didalam mobil shenapun kembali bertanya pada garil apakah mereka sudah lama mengenal.


Garilpun menjawab pertanyaan Shena dengan jujur, "Mantan."


Wajah shenapun sedikit berubah sambil menyindir garil, "Ohh mantan, pantesan canggung. Siapa tadi namanya?."


Wajah serba salah garil menahan senyum melirik shena, "Yolanda."


Garilpun menjawab jelas tanpa merasa curiga, "Ya tau, cuma waktu itu katanya dia mau kuliah di jerman ikut selingkuhannya dan orang tuanya juga pindah. Jadi yaudah nggak tau lagi kabarnya."


"Ohh berati masih sayang dong?."


Garilpun sadar kalau shena sedang menyindirnya dan mencoba membuatnya cemburu, "Ya kalo masih sayang emangnya kenapa?"


Seketika wajah shena berubah mencoba menyembunyikan rasa cemburunya, garil tersenyum senang melihat shena.


"Ya nggak papa sih, lo emang berhak" Lirih shena.


Gemas garil, "Judes banget kalo udah cemburu, manggilnya bukan lagi aku kamu. Ihh (mencubit gemas pipi shena), udah jangan cemberut gitu dong. Aku tu cuma bercanda aja."

__ADS_1


"Lagian ngapain juga aku masih nyimpen rasa sama dia yang udah nyakitin. Kan udah ada kamu yang jauh lebih aku sayang, yang pengertian, yang selalu ada dan jauh lebih baik dari dia" Lembut setiap kata garil menatap tulus shena.


"Emang iya?"


"Iyalah, kamu itu pokoknya udah paket komplit deh."


Senyum tipis shena menatap garil.


Tiba dirumah, bergegas garil membukakan pintu mobil untuk shena dan mengantarkannya sampai kedepan pintu.


"Yaudah aku pulang dulu ya," Kata garil lalu berjalan.


"Iya, dah" Lambaian tangan shena memasang wajah lesu.


Baru beberapa langkah tiba-tibw ia kembali menghampiri shena.


"Kenapa, ada yang ketinggalan?" Ucap shena.


"Iya, ada yang ketinggalan."


Bingung shena, "Apa?."


Sahut garil, "Senyum kamu. Senyum dong, kalo wajah kamu kayak gini aku pulang nggak bakal tenang (menggoda)."


Lalu shena memberikan senyum tipisnya, garil yang kurang puas meminta shena kembali tersenyum. Tapi shena memasang senyum terpaksa, tetap garil kurang puas dan kembali meminta shena memberinya senyum tulus. Dan shenapun langsung memberikan senyum termanisnya pada gari.


"Nah, gitu dong"

__ADS_1


Lanjutannya ada di episode selanjutnya ya๐Ÿ‘‡๐Ÿ˜‰.


__ADS_2