
Masih lanjutan episode sebelumnya ya😉.
Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca👌.
"Dari dulu Mama emang udah nggak suka sama Yola, karena sikap dia yang kekanak-kanakan dan keras kepala. Untung aja kamu udah nggak sama dia lagi," ucap Mama Ika.
Angguk Garil, lalu meminta mamanya agar mengantarkan Shena mengganti baju. Lembut Mama Ika memegang pundak Shena mengantar Shena untuk mengganti baju, tolak sopan Shena mengatakan kalau dia tidak kenapa-napa dan ingin segera pulang.
"Nggak kenapa-napa gimana?. Sekarang kamu ganti baju dulu, nanti baru pulang. Biar dianter sama Garil."
"Bener tu kata Tante, kamu ganti baju aja dulu. Bajunya Tante Ika banyak yang pas buat kamu kok, daripada kamu masuk angin" terus Papa Garil.
Hela nafas Shena mengangguk lalu berjalan diiringi Mama Ika menuju kamarnya. Terus Exel mengatakan kalau ia akan mengantarkan Chika pulang terlebih dulu, Angguk Garil lalu terduduk.
"Hati-hati."
Tak lama Shena turun memakai baju Mama Ika, senyum Garil menatap sipit.
"Kenapa kamu senyum gitu?" tanya Shena.
"Nggak, nggak papa. Ternyata, selera Mama milenial banget ya" kata Garil sedikit menyindir Mama Ika.
__ADS_1
"Iya, Mama kamu emang gitu. Katanya, biar umur tua asal penampilan sama muka harus tetep muda aja" sambung Papa Garil.
Senyum malu Mama Ika, "Hhe, ya iyalah. Kan kalo Mama cantik, papa juga yang senang" menggoda.
Senyum tipis Shena, lalu berpamit untuk pulang. Usap lembut Mama Ika mengatakan kalau sebenarnya ia ingin bisa bersama Shena lebih lama.
"Tapi kayaknya kamu butuh istirahat dulu. Yaudah, hati-hati ya" lanjut Mama Ika.
"Iya Tan. Om, Shena pamit pulang dulu ya" ucap Shena.
Lirih garil berbisik dengan santai pada mamanya, jika ingin Shena lebih lama dirumahnya harus menunggu saat Shena menjadi menantunya nanti. Tawa senang Mama Ika menepuk lirih tangan Garil.
Shena yang mendengar ucapan Garil menahan senyum malu, pamit Garil mencium tangan kedua orang tuanya.
"Garil anter Shena dulu Mah, Pah" tergesa Garil.
"Hati-hati ya sayang" teriak Mama Ika.
Tiba dimobil, tahan senyum senang Shena bertanya pada Garil apa yang tadi ia bisikkan pada mamanya.
"Aku bilang, kalau Mama pengen bareng sama kamu lebih lama. Ya, nanti tunggu kamu udah jadi istri aku" sambil mengemudi, garil semakin menggoda Shena.
__ADS_1
Senyum malu Shena dengan pipi yang memerah, "Apaan sih."
"Lah, kenapa?. Emang kamu nggak mau, nanti suatu saat jadi istri aku hhe."
"Haha (tawa lepas Shena). Ya mau lah, tapi nanti bukan sekarang."
"Kalo mau sekarang juga nggak papa, kita langsung ke rumah penghulu aja. Gimana?" candaan Garil.
"Ihh.. apaan sih. Nggak gitu juga sayang"
Kaget Garil mendengar ucapan Shena, meminta Shena untuk mengulangi lagi ucapannya. Sekali lagi Shena mengulangi ucapannya, Garil pura-pura tak mendengar dan meminta Shena mengulanginya sekali lagi.l
"Sayang!. Emang kenapa sih, gitu banget mukanya. Oh, nggak boleh ya. Yaudah deh, nggak jadi" senyum Shena mengerutkan alis.
"Dih.. ngambek. Muka kamu tu nggak bisa kalo ngambek, jadi mau ngambek kayak gimanapun tetep aja imut. Jadi nggak usah di cemberutin gitu mukanya, kalo imut ya imut aja udah" rayu Garil.
Salah tingkah Shena dengan gemasnya langsung mencubit pipi Garil, "Ihh, gemes banget deh."
Perjalanan pulang mereka diiringi dengan candaan dan tingkah gemas mereka saling jail.
...Tetep tungguin episode-episode selanjutnya ya, dengan cerita yang pastinya bakal semakin seru lagi🤗....
__ADS_1