BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Masalah!


__ADS_3

Pagi hari, bersiap-siap Yola untuk berangkat kekantor. Namun, tiba-tiba perutnya terasa begitu mual dan membuatnya berlari kecil ke kamar mandi.


"Huwek.. huwekk.. aduh, kenapa perut gue mual banget ya dari semalem?" gumamnya.


Sekilas, teringat Yola dengan kejadian yang menimpanya kala itu bersama Vano, dengan wajah cemas ia tetap berfikir positif dan berharap kalau kenyataannya tidak seperti apa yang ia bayangkan. Membasuh muka dan keluar dari kamar mandi lalu mengambil tas dan bergegas pergi.


Citt..


Henti mobil Yola didepan sebuah toko, cepatnya ia segera turun dari mobil. Tak lama, keluar Yola dari dalam toko dan kembali masuk ke mobilnya. Mengambil barang yang ia beli dari kantong, yang mana barang itu tidak lain adalah alat tes kehamilan.


"Semoga kecemasan gue ini nggak bener!" tekannya segera pergi.


...


Saat memulai rapat, fokus Yola dibuat berantakan dengan bayang-bayang cemas kehamilan. Karena menurutnya, hidupnya akan hancur jika itu benar-benar terjadi.


"Maaf Buk, saya lihat selama meating Ibuk tidak fokus dengan pembahasan proyek perusahaan kita kedepannya. Apa Ibuk sedang ada masalah?" tanya salah seorang rekan kerjanya.


Sepihak, Yola pun langsung membatalkan meating mereka dan segera pergi meninggalkan ruangan. Para kliennya pun langsung dibuat bingung, kecewa dan bertanya-tanya dengan sikap tidak profesional Yola.


Masuk Yola kedalam ruang kerjanya dan mengunci pintu secara rapat lalu mengambil alat tes dari dalam tasnya.


Tuk tuk tuk..

__ADS_1


Suara ketukan pintu. Hela nafas Yola menahan kesal dan menaruh kembali alat tes kedalam tas lalu membukakan pintu.


"Kenapa lagi?" tanya Yola pada sekretaris pribadinya.


"Maaf Buk saya ganggu waktunya. Tapi, para klien merasa kecewa dengan sikap Ibuk tadi yang meninggalkan ruangan dan membatalkan meating secara sepihak. Dan mereka juga membatalkan semua proyek bersama perusahan kita sekaligus meminta uang ganti rugi.


"Saya nggak perduli, sekalipun proyek itu batal!. Kalau mereka minta uang ganti rugi, ganti semua uang itu. Sekarang kamu keluar dari ruangan saya, dan jangan ganggu saya" tekan Yola menahan amarah.


Angguk sekretaris itu meninggalkan ruangan.


"Gimana?" tanya salah pegawai menghampiri sekretaris pribadi Yola.


"Ya gitu deh, malah gue yang dimarahin."


"Nggak, nggak. Ini nggak boleh terjadi sama gue!. Gimana kalau Garil tau, gimana nasib hubungan gue!. Nggak nggak, gue harus akhiri semua ini."


Rapat Yola menyimpan hasil tes kehamilan didalam tasnya agar tidak ada yang curiga.


...


Didalam kamar, terduduk Yola diatas kasur mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Yang mana ia mengambil obat penggugur kandungan yang sudah ia beli sebelumnya.


Datang Mama Rita diwaktu yang tepat dan segera mengeluarkan pil dari mulut anaknya dengan paksa.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakuin, kamu mau bunuh diri kamu sendiri!"


"Jangan Ma, lepasin!. Mama apa-apaan sih!"


Mengambil botol pil dari tangan Yola, dengan terkejut Mama Rita mengetahui kalau itu adalah pil penggugur kandungan.


"Pil penggugur kandungan?" lirihnya.


"Yola udah ngelakuin hal yang bener kan, Mah. Mama juga nggak akan biarin hidup Yola hancur kan, sekarang sini obatnya Ma. Yola mau akhiri semua ini" ucapnya dengan tersedu.


"Mama nggak akan biarin kamu ngelakuin dosa lagi sayang. Udah cukup dan jangan gugurin anak ini, karena anak ini nggak salah" mencoba menenangkan Yola.


"Terus Mama tega liat hidup aku hancur, perjuangan aku ke Garil sia-sia gitu aja. Tapi aku nggak Ma, aku nggak akan hancurin hidup aku. Sekarang sini obatnya, bawa sini!"


Terus Mama Rita menghentikan Yola dengan mengatakan kalau anak yang dikandungnya itu justru bisa mempererat hubungannya dengan Garil.


"Maksud Mama?"


Angguk Mama Rita tersenyum pada Yola, paham Yola mengerti dengan maksud sang Mama.


"Tapi kalau Garil tau?"


"Dia nggak akan tau kalau kamu nggak kasih tau."

__ADS_1


...


__ADS_2