
3 hari kemudian, Shena dan Chika mempersiapkan baju untuk menghadiri acara ulang tahun Garil yang ke-22 tahun. Chika membuka lemari pakaian menatap dan membuat sebagian pakaian berantakan, heran Shena mengerutkan kening bertanya pada Chika apa yang sebenarnya sedang ia cari.
Sahut Chika dengan wajah cemberut mengatakan kalau ia sedang mencari pakaian apa yang akan dipakainya saat menghadiri acara ulang tahun Garil nanti malam.
"Astaga cik.. kenapa nggak lo coba pakek kebaya," ejek Shena.
"Ihh Sen. Lo kira gue mau kartinian apa."
"Ya lagian, baju lo banyak kali. Apa harus gue pinjemin baju gue."
Malam pun tiba.
Anggun Chika memakai gaun berwarna mocca dengan rambut terurai. Bercermin sambil menyisir rambut dengan senyum sumringah memuji dirinya yang begitu cantik, haus Chika mengambil air didapur karena air dikamarnya habis.
"Kelamaan dandan, sampek kehausan" tawa geli Chika.
Beberapa menit kemudian Chika kembali dan melihat Shena belum keluar dari toilet, ia lalu berteriak memanggil Shena.
"Sen.. lo tu lagi ganti baju apa tidur dikamar mandi sih, lama banget. Buruan, nanti kita telat!."
"Iya bentar, bawel banget sih" sahut Shena.
__ADS_1
Tak lama Shena keluar kamar mandi, dengan gaun merah yang begitu indah dan penampilan yang sangat memukau mata dan rambut kepang terurai. Tertegun Chika menatap melongo Shena dengan kaget memuncratkan air yang ada dimulutnya, tatapan geli Shena melihat Chika.
"Hhe, lo kenapa sih cik!"
"Lo yang kenapa Sen!. Gilak sih, kenapa lo bisa secantik ini. Gue kira bidadari dari mana" menghampiri Shena memegang lembut pundak dan rambutnya.
"Hha, nggak usah lebay deh lo. Udah ah, ayo berangkat" mengambil tas dan kado yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.
Chika masih menatap kagum Shena mengambil kado dan segera berangkat.
"Percaya nggak percaya, pasti puluhan orang disana bakal terpukau sama penampilan lo ini" puji Chika yang sedang menyetir mobil.
Shena hanya tertawa geli melihat ucapan Chika uang menurutnya berlebihan.
Tanya Mama Ika pada Garil kenapa Shena tak kunjung datang, Garil pun mengatakan kalau Shena masih ada dijalan dan akan segera datang. Yola datang memberi kado pada Garil dan menyapa Mama Ika, kaget Mama Ika melihat Yola yang ada di Indonesia.
"Yola, kamu disini?"
Angguk Yola mengatakan kalau ia sudah pindah lagi ke Indonesia, tatapan Mama Ika sedikit tidak suka pada Yola. Disusul Dara menghampiri Garil dengan ekspresi recehnya memberi kado pada Garil dan juga menyapa Mama Ika dengan sebutan Mama mertua. Bingung Mama Ika hanya mengangguk tersenyum melihat tingkah Dara.
Tak lama Shena dan Chika datang, perlahan berjalan menuju kearah Garil. Pesona Shena pun berhasil memukau mata orang-orang yang ada disana, beberapa orang menganga menatap Shena.
__ADS_1
"Kok cantik sih Dar," ucap Raya menyenggol Dara merasa insecure dengan kecantikan Shena.
Dara mengerutkan bibir, namun tetap mencoba memuji dirinya sendiri. Fidin yang asik mengobrol dengan temannya langsung tertegun menatap Shena bak patung.
"Tu Sen, apa gue bilang. Orang-orang disini, pada terpukau kan sama penampilan lo. Emang lo tu bener-bener magnet" bisik Chika.
"Ihh, udah diem Cik. Jangan bikin gue malu deh."
Henti langkah Shena tepat dihadapan Garil, menyapa dan memberi salam Mama Ika. Puji Mama Ika pada penampilan Shena yang begitu cantik dan memukau dengan senyum senangnya, ucapan terimakasih Shena dengan malu-malu.
"Bener banget Ma. Bahkan bukan cuma kita aja, tapi lihat. Seluruh mata yang ada disini fokus sama dia" sahut Garil ikut memuji.
Shena pun semakin malu dan meminta mereka untuk tidak berlebihan, lalu memberikan kadonya pada garil dengan senyum termanis.
Ucap terimakasih Garil mengambil kado itu, berjalan mendekati Shena sambil berbisik lirih didekat telinga Shena.
"Kado pertama yang akan gue buka."
Acara inti pun dimulai.
...Pasti penasaran dong sama kelanjutan ceritanya, dan keseruan-keseruan apa yang akan terjadi selanjutnya?....
__ADS_1
...Jangan lupa berikan dukungan kalian sebanyak-banyaknya, agar penulis juga makin semangat nulisnya ya😉....