
Sore hari, berjalan Garil ke ruang tamu dengan membawa segelas jus. Sejenak ia terhenti saat melihat Davin berada di ruang tamu dengan tugas perusahaannya yang juga menumpuk. Davin sendiri memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis dan juga membantu beberapa bisnis orang tuanya.
Kerut alis Garil berjalan menghampiri Davin, lirihnya menyapa Davin dengan sedikit ejekan, "Waduh, kayaknya banyak banget tu job" menaruh jus di atas meja.
"Haha, maklum karyawan baru, banyak di kasih tugas sama atasan" sahut Davin dengan mata yang terfokus pada laptop.
Tawa geli Garil mendorong lirih pundak Davin, "Hahha, bisa aja lo. Harusnya lo itu bisa santai, kan lo sendiri yang handle perusahaan."
"Ya kan gue baru, jadi gue harus banyak belajar. Kalo diem terus, gelisah gue."
Terdiam Garil seperti sedang memikirkan sesuatu dan menoleh lirih ke arah Davin. Spontan Garil menanyakan soal kedekatannya (Davin) dengan Sevi yang sudah berjalan berapa lama. Senyum tipis Davin mengerutkan bibir, iapun balik melemparkan pertanyaan pada Garil dengan wajah penasarannya kenapa ia tiba-tiba menanyakan soal Sevi.
"Lo ngapain sih Ril nanyain soal Sevi sama Davin, bodoh banget deh lo!" batin Garil.
Garil pun mencoba mencari alasan dengan mengatakan kalau ia hanya ingin tahu saja, karena ia sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan milik keluarga Sevi, dan ia juga mendengar kalau perusahaan milik keluarga Sevi itu punya pengaruh cukup besar di perusahaan-perusahaan lain.
__ADS_1
"Ja-jadi, gue cuma pengen pastiin aja kalau gue emang nggak salah menjalin kerjasama" ucap Garil sedikit gugup.
"Lo nggak perlu khawatir bang, yang lo denger itu bener kok. Gue kenal Sevi sama keluarganya itu juga cukup lama. Jadi gue jamin, hasil dari kerjasama ini nggak akan mengecewakan."
Angguk Garil, "Ya, gue harap juga gitu."
...
Malam harinya, keluar Garil dari mobil menuju sebuah resto, yang mana sebelumnya ia sudah membuat janji bersama Yola untuk makan malam bersama. Saat akan berjalan masuk, tak sengaja Garil menabrak seorang wanita yang tidak lain adalah Sevi. Menatap mereka saling terkejut tak menyangka berada di tempat yang sama.
"Sevi?"
Garil lalu meminta maaf pada Sevi karena ia tidak sengaja menabraknya, santai Sevi dengan senyum tipis mengatakan kalau itu bukan masalah besar.
"Kamu, ada di sini juga. Janjian sama Davin ya?" tanya Garil.
__ADS_1
"Oh, nggak nggak. Tadi aku baru pulang kerja, dan kebetulan laper, jadi mampir dulu deh kesini. Kamu sendiri?"
"Aku, tadi ada janjian sama Yola."
Angguk Sevi sambil mengerutkan bibir, ia lalu segera berpamit pada Garil untuk masuk terlebih dahulu. Angguk Garil mempersilahkan Sevi dan mengatakan kalau ia juga akan menunggu Yola di dalam.
Berjalan Sevi menuju meja yang kosong, namun tiba-tiba kepalanya terasa begitu pusing dan penglihatannya seperti berputar. Karena tak bisa menyeimbangkan badan, Sevi pun hampir terjatuh. Beruntung, Garil melihat dan sigapnya langsung menolong dan membuat Sevi jatuh ke dalam pelukannya.
Paniknya bertanya pada Sevi apa yang sebenarnya terjadi padanya, lirih Sevi sembari memegang kepala menjawab kalau kepalanya tiba-tiba terasa begitu sakit.
Disisi lain, Yola yang sudah berada diresto pun melihat kedekatan Garil dan Sevi. Tatapan sinisnya penuh emosi segera menghampiri mereka dan melepaskan pelukan tangan Garil.
"Apa-apaan ini, lepasin!. Apa yang kalian lakuin!. Dan kamu Garil, ini makan malam kita, tapi bisa-bisanya kamu janjian sama dia disini!" kesal Yola sambil menunjuk Sevi.
Sambungannya ada di episode sebelumnya ya guys. Jangan lupa juga tinggalin jejak kalian setelah selesai membaca 👌.
__ADS_1
***