
Duduk Shena di taman sambil membaca buku dengan pikiran yang tidak fokus, lalu kembali menutup buku .
Asik Garil berbincang dengan salah satu temannya, ia yang melihat Shena duduk sendiri di taman segera menghampirinya.
"Gue kesana dulu ya," lirih Garil bicara pada temannya.
Berjalan menghampiri Shena, dengan wajah senyum memetik bunga berjalan mengindip dibelakang Shena dengan memasang bunga di rambutnya. Kerut alis Shena menoleh ke belakang, melihat Garil dengan senyum lesu.
"Garil."
"Kenapa sih tu muka, ditekuk banget. Ada masalah apa?, coba cerita. Apa Dara sama Raya gangguin lo lagi?" duduk di samping Shena.
"Nggak, bukan gitu. Gue tu sebel sama Buk Nora (penjaga perpus), masak iya gue mau minjem buku nggak di bolehin. Terus buat apa dibangun tu perpustakaan!"
Tawa lirih Garil, kerut kening Shena menatap tajam dan bertanya apakah ada yang lucu dengannya.
"Buk Nora ngelarang, pasti karna lo udah kebanyakan minjem bukunya. Iya kan?"
Humor Shena memalingkan pandangan, "Iya sihh.. tapi kan yang penting gue balikin, lagian dendanya juga gue bayar. Daripada nggak gue balikin."
Rayu Garil, "Ya kan kampus juga punya peraturan sayang.."
"Apaan sih" salting Shena.
"Jangan cemberut terus, nanti cantiknya ilang lo. Gimana, kalo nanti malem kita pergi ke toko buku. Lo bisa pilih apa aja buku yang lo mau, biar gue yang belanja."
Spontan Shena menatap Garil dengan senyum, bertanya apakah dia serius akan membawanya pergi ke toko buku. Angguk Garil dengan senyum tipis, senang Shena mengucapkan terimakasih.
Lirik Garil melihat temannya bermain gitar dan menyuruh Shena untuk tetap duduk menunggunya sebentar, teriak lirih Shena memanggil Garil dan bertanya kemana ia akan pergi.
Sahut Garil sambil berjalan, "Tunggu aja, sebentar."
__ADS_1
Hela nafas Shena kembali membuka buku, tak lama Garil datang dengan membawa gitar di tangannya.
"Hehe, gitar siapa ini?"
"Hhe, gitar temen. Mumpung ada kesempatan, gue mau nyanyi buat lo."
Kerut bibir Shena mengejek Garil dan bertanya apakah ia bisa bernyanyi.
Balas Garil, "Wahh, ngejek. Ya bisalah, gue kalo ditempat umum emang jarang nyanyi. Tapi bukan berarti gue nggak bisa, karena kalau gue nyanyi pasti cewek-cewek bakalan terhipnotis sama suara gue."
Shena mengerutkan bibir, "Lah terus kenapa lo nyanyi, kan ini kampus dan banyak cewek-cewek?"
"Tapi kan yang ada di depan gue, lo. Jadi, gue mau buat lo terhipnotis sama suara gue."
Angguk Shena dengan senyum sumringah, "Iya iya, coba biar gue denger. Sebagus apa sih."
Senyum Garil memandang lembut Shena menyanyikan lagu "adu rayu", senyum Shena membalas tatapan Garil. Duet asik mereka bernyanyi dan merayu.
Keluh Dara bersama Raya yang mencari Garil dan tak kunjung menemukannya.
Risih Dara, "Ihh, makan aja sih kerjaan lo!. Gue mau nyari Garil, bukan mau ke kantin!"
Kesal Raya meninggalkan Dara mengatakan kalau ia akan pergi ke kantin sendiri.
Teriak Dara, "Ray!. Ihh, punya temen satu aja nggak klop banget sih!. Garil juga, kemana sih dia!"
Dara berjalan mencari-cari Garil sambil bertanya ke beberapa temannya, namun temannya juga tidak tahu kemana Garil. Kembali Dara mencari, ia melihat Garil dan Shena duduk berdua di taman. Tatapan kesalnya menggeramkan tangan, dan berjalan menghampiri mereka (Garil dan Shena).
Baru selangkah berjalan, tiba-tiba salah seorang temannya tak sengaja menabrak dan membaut bajunya tertumpah oleh minuman yang di bawa temannya.
"Ihh!. Dasar lo ya, kalo jalan liat-liat dong!. Baju gue jadi kotor kan!"
__ADS_1
Temannya pun meminta maaf dan mencoba membersihkan baju Dara dengan mengelapnya dengan tangan, teriak Dara dengan kesal berjalan pergi ke WC dan mengurungkan niatnya.
...
Selesai bernyanyi, Shena memuji suara Garil yang bagus dengan senyumnya. Garil menaruh gitarnya menghadap dan menatap Shena mencoba membenarkan rambutnya Shena yang menghalangi mata. Shena merasa deg-degan dan mengira Garil akan melakukan sesuatu.
"Lo mau ngapain" lirih Shena memundurkan wajahnya.
Tub..
"Ini, ada rambut."
Salting Shena dengan gugup memegang rambut dan mengalihkan pandangan.
"Terbukti kan, suara gue mampu menyihir mata, hati dan pikiran lo" ucap Garil memuji diri sendiri.
Tawa lirih Shena, "Menyihir apaan, gue tadi belum selesai ngomong. Orang gue mau bilang suara lo emang bagus, tapi dikit."
Meninggalkan Garil dengan senyum manis segera bangkit dari duduknya mengatakan kalau dia akan segera masuk, senyum Garil melihat tingkah Shena yang menurutnya lucu.
Shena berjalan masuk ruangan sambil senyum-senyum dan terduduk, Chika menatap heran Shena dan bertanya ada apa dengannya sambil memegang kening Shena.
"Lo sehat Sen?"
Kerut alis Shena melepas pegangan Chika, "Apaan sih Cik. Gue sehat kali."
Chika kembali duduk sambil mengejek Shena kalau mungkin badannya sehat tapi hatinya sedang berbunga-bunga.
Terus Shena, "Ihh.. sotoy deh lo, gue mah bukan lo."
"Iya deh iya, percaya aja. Orang kalo lagi jatuh cinta emang gitu, suka malu-malu."
__ADS_1
"Nggak jelas lu."
***