BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Makan malam


__ADS_3

Didalam perjalanan menuju tempat diner, Garil kembali memandang Shena dari spion mobilnya. Shena yang merasa Garil melihatnya lalu melirik kerah spion, Garilpun mengalihkan pandangannya dan seolah-olah fokus kedepan.


Shena mengalihkan pandangannya dan Garil kembali melihat spionnya, spontan Shena melirik dan ternyata benar Garil sedang memandangnya. Garil mengusap muka sedikit panik, diiringi kerutan alis Shena.


Bisik Shena, "Ngapain sih dia?"


Chika yang mengira Shena berbicara padanya lalu bertanya, sahut Shena mengalihkan pandangan kalau hanya ada nyamuk. Humor Garil tertawa dengan mengatakan kalau dimobil tidak ada nyamuk.


Lanjut Garil, "Tapi kalo di mobil lo mungkin ada ya" candaannya.


tatapan sinis Shena "Lo aja yang gak tau kalo dimobil lo ada nyamuk ghoib."


Chika tertawa lirih, Shena menatap Chika dan bertanya kenapa dia tertawa sementara Garil dan Exel menggelengkan kepala menahan tawa.p


Balas Chika, "Lo juga sih Sen, mana ada nyamuk ghoib. Lo pikir waktu lo nampol nyamuk, terus dia mati jadi hantu nyamuk gitu?. ada-ada aja deh lo" tawa Chika.


Tiba ditempat tujuan dan keluar dari mobil. Shena bertanya apakah disini tempatnya, Garil menjawab iya dan segera mengajak mereka masuk. Saat didalam, Shena sedikit terkejut dengan mengerutkan keningnya menanyakan apakah ini makan-makan party atau diner romantis.


Jawab Garil, " Ya.. sebenernya sih niatnya emang mau makan-makan aja. cuman biar berkesan dikit, ya inisiatif lah."


"Berkesan, berkesan apaan" ucap Shena.


Chika merasa senang menatap kagum, menoleh kearah Exel sambil berkata tempatnya begitu indah dan Exelpun menyuruh Chika untuk duduk. Begitu juga Garil menyuruh Shena untuk tidak bawel dan menarikan kursi untuk dia duduk.


"Heh!, lo kira gue nggk punya tangan apa."


"Iya iya.. sorry. Yaudah silahkan duduk" Garil mengusap muka.


Terduduk mereka, Garil menyuruh untuk menyantap makanan itu tanpa malu-malu


Tanya Shena, "Lagian lo ngpain juga ngajakin kita?. Kenapa lo nggk ngajakin cewek kecentilan lo itu" menekan nada.


Chika yang mendengar Shena bicara seperti itu tersenyum bahagia, sementara Garil mengerutkan kening dan meledek.


"Kenapa tanya-tanya?. Lo cemburu ya?"


Shena menaikan bibir sedikit jijik, "Nggak jelas lo" menyantap makanan.

__ADS_1


Merekapun menikmati hidangan yang sudah dipesan sebelumnya. Dimana salah satu hidangannya adalah steak, saat Shena sedang memotong steaknya dengan tidak sengaja terlempar mengenai mata Garil. Kaget Garil dengan menahan perih matanya, tertegun sebentar Shena pun meminta maaf dan menolong Garil meniup matanya.


"Ehh, sorry sorry. Lo nggk papa kan?" panik Shena.


Exel dan Chika ikut terkejut dan bertanya pada Garil apakah dia baik saja.


"Perih aja. Lo juga gimana sih, motong steak aja nggk bisa" Garil mengelap matanya.


"Ya sorry nggak sengaja, sini gue tiupin. Lo juga sih siapa suruh melek."


Lirih Garil, "Masak iya gue makan sambil merem."


Salah satu tamu yang merupakan teman Dara (tia) melihat Garil yang besama Shena lalu mengerutkan kening bicara pada teman disebelahnya (keni) tentang Garil yang merupakan gebetan dara bersama wanita lain.


Balas Keni, "Eh iya, itukan si Garil."


Tia memfoto Garil, tanya Keni apa yang sedang ia lakukan. Sahut Tia menjawab kalau dia akan memfoto lalu mengirimkan pada Dara. Keni menyuruh untuk Tia tidak ikut campur, tapi Tia tetap bersikeras.


"Ya terserah lo deh" Keni berbalik badan.


Balas Raya sambil makan ciki "Apaan sih Dar."


Dara memperlihatkan foto di ponselnya pada Raya dan membuatnya ikut berteriak terkejut.


Lanjut Raya, "Ini seriusan dar? Kok mereka nggak ngajak kita sih, tega banget."


Dara dengan muka kesal, "Awas aja tu cewek, bakal gue urus dia besok."


"Bener banget Dar, dia belum tau siapa kita!" kesal Raya.


Tawa lirih Shena tersenyum melihat wajah Garil. Garil yang baru melihat senyum diwajah Shena ikut bahagia, sambil membatin kalau baru kali ini dia bisa melihat Shena tersenyum karenanya. Shena yang masih tersenyum bertanya pada Garil apakah matanya sudah membaik, senyum tipis menjawab kalau matanya sudah tidak perih lagi.


Tersadar, mata Garil yang menatap wajahnya membuat Shena seketika malu. Spontan menarik tangan dari muka Garil dan duduk sedikit panik dan melanjutkan makannya. Tiba-tiba Garil menarik makanan Shena, mengatakan padanya kalau dia yang akan memotong kan steaknya karena takut terkena matanya lagi sambil bicara dengan humor. Shena mengerutkan bibirnya, sementara Chika dan Exel asik mengobrol berdua.


Selesai makan Exel mengajak Chika dansa. Garil bertanya pada Shena apakah dia mau ikut bergabung atau tidak, tolak Shena mengatakan tidak bisa dan tidak mau. Karena tidak ingin memaksanya, Garilpun hanya menonton dan sedikit basa basi.


Shena izin untuk pergi ke toilet dan akan segera kembali, beberapa saat Shena keluar dari toilet sambil membenarkan tasnya. Lantai yang licin membuatnya terjatuh kedepan dan menabrak seseorang (Fidin), dengan kaget Fidin memegang lengan Shena.

__ADS_1


Shena segera bangkit dengan mengatakan maaf karena lantai yang licin membuatnya terpeleset, fidin sedikit mengerutkan kening menatap Shena sambil berfikir karena merasa bertemu dengan gadis itu.


"Eh kamu, cewek yang tadi pagi kan?. yang nggak sengaja ketemu di kampus waktu pertandingan basket" tanya Fidin dengan senyum tipis sambil menunjuk.


Shena berfikir sejenak sambil mengingat lalu mengatakan iya. Fidin menjabat tangan memperkenalkan diri, Shena mencoba membalas singkat dengan gugup dan tangan gemetar.


Lanjut Fidin, "Oh iya, lo sama siapa kesini?. Pasti lagi party ngarayain kemenangan tadi ya."


"Terpaksa," balas Shena


Shena menundukkan pandangan lalu bergegas pergi, Fidin menoleh melihat Shena dengan senyum sambil menyebut lirih namanya lalu menatap telapak tangan.


Berjalan beberapa langkah tiba-tiba, tidak sengaja Shena melihat ayahnya. Karena takut dan tidak ingin bertemu sang ayah, Shena langsung menyembunyikan diri dibalik dinding dengan badan sedikit gemetar.


"Ayah nggk boleh liat gue" takut Shena.


Mengintip dari balik dinding dan melihat ayahnya sudah berjalan jauh darinya lalu Shena berjalan sedikit cepat sambil melirik kearah ayahnya.


Exel dan Chika selesai dansa duduk kembali di tempat, ejek Garil mengatakan apakah sudah selesai dansanya. Exel hanya tersenyum, Chika yang tidak melihat shena bertanya pada Garil dimana temannya.


Balas Garil dengan santai, " Tadi katanya mau ke toilet, tapi belum balik-balik."


Melihat gadget sambil minum dan menunggu Shena, beberapa detik Shena keluar dengan tergesa dan langsung menuju tempat duduknya. Garilpun bertanya kenapa dia lama sekali pergi ke toilet, Shena hanya menjawab tidak papa sambil minum dengan raut wajah panik. Melihat tangan Shena yang gemetar garilpun menanyakan ada apa dengannya.


jslawab Shena, "Nggak papa, gue cuma dingin aja."


"Elo beneran nggk papa Sen?" tanya Chika memegang tangan Shena


Shena tersenyum mengangguk, karena merasa sudah selesai diapun mengajak Chika untuk segera pulang dengan sedikit panik. Chika yang melihat Shena, meminta Garil dan Exel untuk menyudahi acara ini dan segera pulang.


"Yaudah ayo kita pulang" balas Garil.


Berjalan keluar menuju tempat parkir dan langsung masuk kedalam mobil, sedikit lega Shena mengusap pelan wajahnya.


Seperti biasa!


Silahkan baca dan tinggalkan jejak anda👇🤗

__ADS_1


__ADS_2