BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Dasar modus


__ADS_3

Waktu terus berjalan, dimana hari-hari mereka habiskan dengan canda dan tawa. Mengukir momen romantis dsn kekonyolan yang mereka lakukan dengan perhatian sederhana yang mereka berikan.


Duduk sendiri dikamar sambil bermain ponsel dan mendengarkan musik, dimana shena menatap foto garil begitu lembut. Tiba-tiba, dara pulang membuka pintu kamar berteriak bahagia.


"Sen lo tau nggak sih, seneng banget gue hari ini (duduk dikasur)."


Datar shena melihat chika, "Kenapa sih?.."


"Lo tau nggak sih gue seneng banget, tadi kan gue diajak exel kerumahnya.."


"Hmm.." Balas santai shena.


"Ihh.. lo dengerin gue dulu," Kesal chika yang mengira shena tidak mendengarkannya kerena fokus pada musiknya.


"Iya.. gue denger."


"Matiin dulu musik lo."


Shena mengiyakan chika, menatap chika dan bertanya ada apa dengannya.


Senyum chika bicara begitu asiknya, "Lo tau nggak sih, gue tadi waktu diajak exel kerumahnya. Ternyata gue mau dikenalin sama orang tuanya. Dan asal lo tau ya.. orang tuanya tu baik.. banget sama gue. Tadi gue diajak masak, makan bareng, terus mamanya bilang sama gue kalo gue disuruh langgeng-langgeng sama exel. Aaa.. seneng banget dapet restu dari orang tua dia (menggenggam tangan bahagia)."


"Yee.. gue kira apaan."


"Ihh elo mah, gue yu lagi seneng harusnya lo seneng dong. Lo nggak pernah kan? (mengejek shena), btw lo udah ketemu orang tuanya garil belum sih sen?."

__ADS_1


Sahut shena, "Ya.. belum sih. Tapi gue tau kok kalo orang tuanya garil tu sibuk banget sama pekerjaannya dan jarang dirumah. Jangan gue cik, orang garil aja yang anaknya sendiri jarang punya waktu sama orang tuanya."


Chika mengangguk pelan memuncungkan bibir, "Iya juga sih."


Tin tin..


Suara klakson motor berbunyi keras didepan pintu rumah, chika yang penasaran mencoba mengintip dari jendela. Mengerutkan kening sedikit terkejut melihat garil berada didepan rumahnya.


"Eh sen, itu garil."


Shena yang penasaran langsung bangkit ikut melihat dari jendela.


"Ngapain dia kesini," Lirihnya segera turun menghampiri garil.


Tuk tuk tuk..


"Kenapa senyum-senyum gitu?," Raut wajah garil terlihat salting.


"Aku yang nanya, kamu kenapa naik motor?. Tumben banget, mau kemana hah?."


"Ya mau jemput kamu lah. Katanya naik motor berdua itu lebih asik daripada naik mobil, makannya gue coba. Ayo buruan!, kalo nggak gue bonceng cewek lain nih (candaan garil)."


"Oh.. ternyata udah ada yang lain. Yaudah sana," Balas shena memasang wajah bete.


Tawa garil merayu shena dan mengatakan kalau dia hanya bercanda, "Nama kamu itu udah terukir dihati aku, jadi nggak bisa kehapus sama siapapun. Udah ayok."

__ADS_1


Senyum shena tersipu malu, "Yaudah deh, aku ambil tas dulu bentar."


Garil mengangguk mengiyakan. Tidak lama menunggu shena keluar segera naik motor dengan tangan memegang pundak garil dan terduduk melepaskan pegangan.


"Udah, ayok."


"Pegangan dong," Ucap garil.


"Udah nggak papa," Kata shena.


Sengaja garil memainkan motornya membuat shena terkejut dan spontan langsung memeluk garil, tertegun sejenak.


Goda garil, "Nah gitu dong."


Malu shena menyembunyikan senyum, "Emang mau kemana sih kita?."


"Udah makan belum?."


"Belum sih."


"Yaudah, kita makan dulu."


Shena mengangguk halus, "Oke.."


Diperjalanan sambil berbincang asik dengan gelak tawa bahagia diwajah mereka, dan perlahan tangan kiri garil memegang telapak tangan shena menggenggam lembut jemari nya dengan senyum tipis yang shena berikan.

__ADS_1


Lanjutannya ada di episode selanjutnya ya👇.


Dan jangan lupa tinggalkan jejak anda setelah membaca😉.


__ADS_2