BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Libur berakhir


__ADS_3

Libur berakhir dimana mahasiswa/i mulai masuk kuliah seperti biasa. Menyambut semester baru, garil dikejutkan dengan kedatangan mahasiswi baru(Yolanda). Dimana Yolanda memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan melanjutkan kuliahnya disini, garil menatap terkejut.


Exel menyenggol tangan garil bicara bierbisik "Ril, itu Yolanda kan mantan lo waktu SMA?."


Garil mengangguk bingung.


"Kenapa dia balik ke Indonesia lagi, mana masuknya tepat diruangan mantan lagi."


Tatapan datar garil, "Diem deh lo!. Nggak usah bahas yang penting deh."


Dosen menyuruh Yolanda untuk duduk dikursi kosong dimana kursi itu tepat disamping garil. Yola tersenyum tipis menyapa, garil mengangguk datar.


Jam istirahat tiba. Exel bicara pada garil kalau dia akan pergi ke WC, garil mengangguk mengiyakan. Tak lama garil bergegas berdiri dan keluar, namun tak sengaja ia bersenggolan dengan Yolanda dan membuat Yolanda hampir terjatuh. Garil menolong berkata lirih untuk hati-hati dan bergegas pergi.


Didepan pintu tiba-tiba Yola memanggil namanya dan segera menghampirinya.


"Maaf, gue buru-buru" Kata garil.

__ADS_1


Tahan Yola memegang tangan garil. Shena bersama chika berjalan dengan tawa senang ingin mengajak Garil dan Exel pergi kekantin. Langkah shena terhenti dan ekspresi wajahnya berubah saat melihat Yolanda ada diruangan garil ditambah lagi dengan memegang tangan.


Shena menghentikan Chika, bingung Chika dan bertanya ada apa dengannya. Chika melihat sorot mata Shena dan ia melihat garil sedang bersama seorang wanita. Lantas shena mengurungkan niatnya untuk mengajak Garil kekantin, dan hanya mengajak chika segera pergi dari tempat itu.


"Eh sen, itu garil" Tunjuk chika.


"Kita kekantin duluan aja," Menarik tangan chika.


Sambil menikmati sebotol es, chika kembali melemparkan pertanyaan pada shena tentang siapa wanita yang tadi bersama garil karena ia belum pernah melihatnya selama dikampus.


Shenapun menceritakan kalau itu Yolanda mantan Garil.


"Gue juga nggak tau banyak, karena itu garil yang bilang."


Lanjut chika, "Atau jangan-jangan dia pindah kekampus ini lagi, dan sengaja mau deketin garil lagi."


Tertegun shena dan berfikir sambil memainkan pipet.

__ADS_1


"Kenapa?," Tanya Garil sambil melepaskan pegangan Yola.


Sejenak Yola terdiam, "Sebenernya gue, gue mau minta maaf. Karena waktu itu gue ninggalin lo, tapi jujur gue nyesel banget gue salah (kembali memegang tangan garil). Gue pengen kita kayak dulu lagi gue, kasih gue kesempatan sekali lagi. Gue janji nggak bakal nyia-nyiain kesempatan itu, gue bela-belain pindah dari Jerman ke Indonesia cuman buat lo."


Garil kembali melepaskan pegangannya dengan risih, "Gue udah lupain itu semua, dan lo juga harus lupain. Lagian gue juga nggak minta lo buat pindah kesini, jadi ya itu bukan masalah gue. Kisah kita itu cuma kesalahan, tapi tenang itu bukan salah lo. Itu salah gue yang mempertahankan orang yang salah" Pergi meninggalkan Yola.


Dara dan Raya yang melihat Yola mendekati Garil langsung menghampiri.


"Gue nggak akan nyerah ril, lo itu punya gue. Gue nggak akan lepasin lo lagi, kesalahan itu akan gue perbaiki secepatnya" Menatap sinis garil dengan senyum.


"Heh lo, lo inget ya!. Garil itu jatah gue, jadi lo jadi cewek nggak usah sok kecentilan. Lagian sok deket banget jadi cewek." Peringatan Dara.


Tatapan datar Yola, "Dan gue kasih tau lo, sebaiknya lo itu ngaca. Atau emang dirumah lo nggak ada kaca?" Pergi meninggalkan Dara.


Dara menatap kaget dengan mulut terbuka.


"Wah sombong banget tu cewek, kasih pelajaran aja dar" Raya memanas-manasi.

__ADS_1


"Emang harus dikasih pelajaran, dia belum tau siapa gue (gelagat dara sok berani). Tapi beban gue nambah deh ray, belum selesai shena udah muncul lagi tu cewek kecentilan."


__ADS_2