BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Perhatian


__ADS_3

Berkunjung Garil ke kantor Sevi untuk membahas dan menyelesaikan beberapa pekerjaan mereka yang sempat tertunda. Beberapa waktu pun berlalu, yang mana pembahasan mereka tidak lepas dari seputar pekerjaan.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14:35 WIB dan jam kantor yang sudah selesai 30 menit yang lalu.


"Udah setengah tiga aja, nggak kerasa banget" lirih Garil sambil melihat ke arah jam tangannya dengan senyum tipis merapikan beberapa berkas yang rampung mereka bahas.


"Oh iya, hehe. Sorry ya, kamu jadi telat pulangnya gara-gara ini."


"Hhehe, nggak heran sih, kalo bahas soal kerjaan emang gini, suka lupa waktu. Karyawannya udah pada pulang, bosnya malah ketinggalan" guyon Garil membuat suasana agar tidak begitu tegang.


Hangat Sevi membalas dengan tawa riangnya. Berdiri mereka saling berjabat tangan, sebagai tanda beberapa pekerjaan mereka sudah selesai dan jam kantor yang sudah berakhir.


"Oke, saya pulang dulu ya" ucap Garil.


Senyum Sevi mengangguk diiringi langkah kaki Garil yang perlahan berjalan keluar ruangan. Tertegun Sevi sesaat, mendadak kepalanya terasa begitu sakit dan spontan membuatnya teriak lirih kesakitan.


"Ssst.. aduh, kepala gue!"


Toleh Garil dengan terkejut melihat Sevi yang terduduk kesakitan di sofa sambil memegang kepala dengan ekspresi wajah menahan sakit. Panik Garil segera menghampiri dan menolong Sevi, lirihnya bertanya pada Sevi apa yang sebenarnya terjadi padanya.


"Gue nggak tau, kepala gue tiba-tiba sakit banget" geleng Sevi.


Garilpun mencoba menenangkan Sevi sambil mengusap lembut kepalanya dan memberikan secangkir air untuk membuat Sevi merasa lebih tenang.

__ADS_1


"Coba kamu minum dulu, biar lebih tenang" kata Garil sambil mengarahkan secangkir air ke mulut Sevi.


"Gimana, kepala kamu masih sakit?. Kita kerumah sakit aja ya?" khawatir Garil.


Geleng Sevi menghelakan nafas, "Nggak nggak, aku nggak papa."


"Udah nggak papa biar aku anter, aku nggak mau kalo kamu kenapa-napa."


Tertegun Sevi saat mendengar ucapan Garil dan menatap lembut Garil yang tepat berada dihadapannya.


Klukk..


Pintu ruangan terbuka.


"Hmm.." kode Davin.


Terkejut Garil dan Sevi saling menjauhkan diri. Toleh Garil memanggil lirih Davin dengan perasaan yang kurang enak, ia pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi agar Davin tidak salah paham dengan apa yang sudah dilihatnya.


Saat mendengar ucapan Garil, Davin pun ikut khawatir dengan Sevi, dan dengan segera menghampiri Sevi.


"Kamu sakit?, kamu nggak enak badan?. Yang mana yang sakit?, kita kerumah sakit ya?"


Senyum tipis Sevi dengan raut wajah lemas "Nggak, aku udah nggak papa. Tadi kepala aku mendadak sakit, tapi sekarang udah nggak kenapa-napa kok."

__ADS_1


"Oh iya, disini kan udah ada Davin. Jadi aku pulang dulu ya" sambung Garil berjalan pergi.


Terus Davin dengan khawatir bertanya pada Sevi apakah kepala masih terasa begitu sakit dan membujuk Sevi untuk pergi ke rumah sakit.


"Kepala aku udah nggak sakit lagi, sayang. Jadi, udah stop khawatirnya ya?. Tadi kamu kesini mau ngapain coba?"


"Ya, mau jemput kamu."


"Yaudah, kalo gitu sekarang kita pulang ya."


"Tapi, kamu?"


"Hehe, aku kan udah bilang, kepala aku udah baik-baik aja. Mungkin tadi aku cuma kecapean aja, jadi sekarang kita pulang yuk" lembut Sevi mengambil tas dan menggandeng tangan Davin.


"Yaudah sini, biar tasnya aku yang bawa" sweet Davin mengambil tas dari tangan Sevi.


Senyum manis Sevi menggelengkan kepala melihat pacarnya yang begitu perhatian.


"Oh iya sayang, yang tadi, aku sama Garil-.. (terpotong)"


"Udah, kalau aku di posisi Garil, aku juga akan lakuin hal yang sama. Yang penting, kamu baik-baik aja, oke" mengelus lembut rambut Sevi.


...

__ADS_1


__ADS_2