BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Surat Pengeluaran


__ADS_3

Keesokan pagi, bersiap Shena dengan pakaian rapinya berniat untuk kembali kekampus. Keluar Chika dari kamar mandi tertegun melihat Shena, lirihnya bertanya akan pergi kemana dia dengan pakaian itu. Dengan wajah yang masih lesu ia menjawab kalau dia akan mulai kembali ngampus, telan ludah Chika melihat Shena dengan tatapan kosong.


"Cik, lo kenapa?" lirih Shena menyenggol.


Bingung Chika menjawab sambil memainkan bibir, berjalan ia mengambil tasnya sambil membawa selembar kertas. Tanya Shena pada Chika surat apa yang ia pegang, tak bisa berkata Chika hanya mengacungkan keras itu. Perlahan Shena mengambil dan membuka surat itu, raut wajahnya langsung berubah saat mengetahui kalau itu surat dari kampus yang menyatakan kalau dia telah di DO karena melakukan tindak pelecehan yang melanggar peraturan kampus.


Terduduk Chika mengelus lembut pundak Shena mencoba menenangkan, "Gue udah minta keringanan sama pihak kampus, tapi..".


"Gue tau cik, ini memang udah resiko yang harus gue hadapin. Lo berangkat aja" angguk Shena menhan sedih.


"Tapi lo.."


"Lo nggak perlu khawatir, gue baik-baik aja kok."


Kerut alis Chika berjalan pergi dengan tatapan sedih tak tega melihat Shena. Tak lama Chika sampai dikampus, teriak Garil memanggilnya dan menanyakan apakah Shena belum mau berangkat ke kampus.


"Dia di DO karena kasus kemarin" lemas Chika.


"Kenapa bisa gitu?. Shena nggak salah, harusnya yang di DO itu Fidin bukan Shena."

__ADS_1


Senang Yola mendengar kalau Shena sudah dikeluarkan dari kampus, ia lalu berjalan menghampiri chika dengan wajah palsu berpura-pura sedih.


"Shena beneran di DO?. Kasian ya dia, tapi mau gimana lagi. Kampus kan juga punya peraturan, jadi ya wajar aja kalau pihak kampus ngeluarin dia. Lagian dia juga ngapain pakek acara ngelakuin hal bodoh kayak gitu, iya kan?" ucap dara seolah mengejek.


Lirik Chika dengan tatapan tajam melihat Yola seperti begitu senang melihat Shena yang diterpa masalah. Sipit mata Yola lalu bertanya pada Chika kenapa ia menatapnya seperti itu, iapun membela ucapannya karena yang ia bicarakan itu kenyataan dan tidak salah.


Terdiam Shena dibalik jendela kamar terdiam melamun menatap langit, "Sekarang, apa tujuan hidup aku?. Semua udah hancur" ucapnya diiringi tetesan air mata.


...


Pulang Chika dari kampus dan melihat Shena yang masih duduk ditempat yang sama, lesu Chika perlahan menaruh sembarang tasnya diatas kasur lalu menghampiri Shena.


Sahut Shena mengatakan kalau ia tidak lapar. Tak lama, orang tua Chika pulang. Sapa sopan Mama Dona pada pembantunya dan disambut hangat.


"Eh Ibuk, Bapak. Udah pulang, biar saya ambilkan minum dulu."


Tolak Mama Dona dengan lembut, ia lalu bertanya kemana Chika dan Shena. Tunjuk pembantunya menjawab kalau mereka ada dikamar, segera Mama Dona menghampiri mereka. Pintu kamar dibuka, diiringi tolehan Chika yang penasaran. Kagetnya sekaligus senang melihat mamanya yang sudah pulang, menghampiri dan langsung memeluk mamanya.


"Mamah, Chika kangen banget tau" rindu Chika sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Mama juga kangen sama kamu sayang."


Lirih Mama Dona menghampiri Shena yang tak sadar dengan kepulangannya, bisik Chika sambil berteriak mengehentikan mamanya. Lembut Mama Dona mengelus kepala Shena, kagetnya langsung menoleh.


"Eh, Tante. Udah pulang. Maaf Tan, Shena nggak sadar."


Senyum Mama Dona meminta Shena dengan lembut untuk duduk diatas kasur karena ada sesuatu yang ingin dia tanyakan.


"Shena tau apa yang mau Tante bicarakan, pasti Tante udah ngeliat video Shena yang tersebar di sosial media kan."


"Tante tau kamu itu anak baik-baik sayang, tapi kenapa bisa itu terjadi?"


Perlahan air matanya menangis dan mengatakan kalau itu juga bukanlah kemauannya, ia juga tidak tahu kenapa hal itu terjadi. Sedih Mama Dona melihat Shena dan langsung memeluknya erat. Chika memegang pundak mamanya sambil mengangguk lirih seolah memberi isyarat agar mamanya membiarkan Shena dulu.


Saat diluar kamar Chika pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan ia juga meminta mamanya untuk tidak membahas dulu masalah itu.


"Dan Shena, juga udah di DO dari kampus Ma."


***

__ADS_1


__ADS_2