BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Lembaran baru?


__ADS_3

Malam hari, Yola datang untuk menemui Garil di rumahnya. Sapa Mama Ika yang melihat calon mantunya itu datang, tanya Yola pada Mama Ika kapan pernikahannya akan dilangsungkan, ia sudah menunggu lama untuk hal itu. Geleng Mama Ika menjawab kalau dia juga tidak tahu, karena semua keputusan ada pada Garil.


Yola menanyakan dimana keberadaan Garil sekarang, sahut Mama Ika kalau Garil ada di dalam kamarnya. Tanpa banyak bertanya dan meminta izin, Yola langsung menemui Garil di kamarnya. Geleng Mama Ika mengerutkan bibir melihat Yola yang seolah mengabaikannya.


Tanpa mengetuk pintu, Yola masuk ke kamar Garil. Garil yang sedang mengurus beberapa tugas kantor terkejut dengan kehadiran Yola, kerut alis Garil bertanya kenapa ia datang ke kamarnya.


"Ya kenapa, gue kan calon istri lo."


"Masih calon, bukan istri. Lebih baik, sekarang kita bicara di luar" memegang tangan Yola.


Yola melepaskan pegangan Garil, ia mengatakan kalau kedatangannya ke rumahnya adalah untuk meminta kejelasan hubungan mereka. Yola meminta agar pernikahan mereka diadakan dalam waktu dekat ini, terkejut Garil dan menolak permintaan Yola.

__ADS_1


Garil yang belum siap dengan pernikahan itu pun mencari alasan dengan mengatakan kalau dalam beberapa bulan ke depan dia masih banyak proyek dan kerjaan yang pastinya sangat menyibukkannya. Garil lalu meminta Yola untuk pulang dan tidak membahas pernikahan dulu.


"Aku, aku nggak minta pernikahan kita di adain dengan mewah Ril. Sederhana juga nggak papa, aku oke-oke aja."


"Sekarang kamu pulang dulu, nanti kita bicara lagi."


"Nanti, nanti, dan nanti!. Udah bertahun-tahun, selalu kata-kata itu yang aku denger. Kamu kenapa sih Ril, apa kamu belum bisa lupain Shena!"


"Ya, iya!. Aku memang belum bisa lupain Shena, sekarang ataupun nanti!"


"Shena masih ada! (tekan Garil). Mungkin sekarang kamu yang nemenin aku Yol, kamu sekarang ada di kehidupan aku. Tapi, kamu nggak ada di dalam hati aku, dan nggak ada yang bisa gantiin Shena di dalam hati aku, termasuk kamu."

__ADS_1


Geram tangan Yola menahan emosinya dengan air mata yang menetes. Karena tak tahan, iapun keluar meninggalkan Garil dengan kesalnya tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Mama Ika yang melihat Yola pergi berteriak lirih memanggil, namun Yola tak mendengar.


Bingung Mama Ika segera melihat Garil di kamarnya, lirihnya bertanya pada Garil apa yang sebenarnya terjadi antara mereka, dan kenapa Yola menangis.


"Kalian kenapa?".


"Dia minta Garil untuk mempercepat pernikahan kita dan ngelupain masalalu, terutama ngelupain Shena."


Lembut Mama Ika mengatakan kalau ia setuju dengan ucapan Yola, karena ia tidak bisa larut terus menerus dalam masalah. Ditambah lagi Shena yang sudah tiada, dan sekarang saatnya ia membuka lembaran baru.


"Tapi Garil nggak bisa Ma!. Garil nggak bisa bohongi diri sendiri kalau Garil nggak akan bisa lupain Shena. Kalaupun dunia bilang Shena udah nggak ada, tapi hati Garil bilang kalau Shena baik-baik aja. Dan Shena akan tetep ada di hati Garil sampai kapanpun" ucap Garil penuh percaya diri.

__ADS_1


Sedih Mama Ika melihat anaknya, ia memegang lembut wajah Garil dan menatapnya sambil mengatakan kalau ia tidak memintanya untuk melupakan Shena, tapi ia hanya meminta agar anaknya itu bisa membuka lembaran barunya.


***


__ADS_2