
Masih lanjutan episode sebelumnya😉.
Saat masuk kedalam kamar Shena melihat Chika yang sudah tertidur, tak ingin mengganggu iapun berjalan lirih sedikit mengindip terduduk dikursi. Ia kembali teringat dengan kejadiannyq tadi, menutup wajah dengan kedua telapak tangan melamun lelah.
Shena yang ingin bercerita pada garil mencoba mencari ponselnya diseluruh pakaian, "Duh, dimana ponsel gue (mengingat). Apa masih dimobil ya, kok nggak ada sih. Atau ketinggalan dimobil fidin?. Astaga Shena, pelupa banget sih lo" Kembali terduduk dikursi menundukkan kepala diatas meja.
Lalu memiringkan kepala berpaku pada kedua tangan, dan karena lelah iapun tertidur.
"Kasian dia (Shena). Diusia dia yang membutuhkan semangat dari orang tuanya, justru harus jauh karena mendapat hal yang nggak mengenakan" Lirih Fidin didalam mobil.
Tak berselang lama ponsel berbunyi, fidin melihat ponselnya dan tak ada pesan atau panggilan. Ia lalu mencari sumber bunyi dan melihat sebuah ponsel terjatuh di bawah kursi, Iapun segera mengambil dan melihat panggilan atas nama garil.
"Garil (lirih fidin)?."
Ia tak menjawab dan membiarkan panggilan itu, sedikit berfikir dan mengira kalau itu ponsel milik shena yang tak sengaja terjatuh.
"Biar gue balikin besok deh."
__ADS_1
...
Keesokan pagi, Chika terbangun dengan mata sayu melihat Shena yang tertidur di kursi. Iapun segera bangkit dan membangunkan Shena sambil menepuk lirih pundaknya.
"Sen, sen bangun udah siang. Lo ngapain tidur disini."
Lirik Shena mengangkat kepala, "Nggak, gue ketiduran."
1 jam kemudian merekapun sudah berpakaian rapi dan bersiap pergi kekampus, saat membuka pintu dan keluar rumah Shena melihat mobilnya sudah terparkir.
"Mobil gue," Senyum tipis Shena melihat ban mobil.
"Lo nyari apa sih sen?. Oh iya gue lupa, tadi pagi ada orang nganter mobil lo dan katanya semua udah beres. Emang mobil lo kenapa, terus semalem lo pulang sama siapa?" Bingung Chika.
Shena lalu menjawab kalau ia sedang mencari ponselnya namun tidak ia temukan, Iapun menceritakan kejadian semalam.
"Terus lo nggak papa kan!" Kaget Chika memegang pipi Shena.
__ADS_1
Risih Shena meminta chika melepaskan tangannya, "Gue nggak papa. Untung semalem ada fidin yang nolongin gue, jadi gue pulang dianter sama dia."
"Syukur deh, tapi kayaknya ayah lo emang nggak bakal kapok sih sen dan bakal terus nyari lo."
Sekejap Shena memainkan kedua pundak dan mengerutkan bibir, "Gue nggak tau, tapi semoga aja ayah gue buruan sadar deh. Yaudah yuk mending kita berangkat aja, keburu telat."
Tiba dikampus Shena bersama Chika segera turun dari mobil, Garil yang melihat Shena memanggilnya dari arah belakang. Toleh shena memanggil lirih garil, Chika segera pergi meninggalkan mereka. Garilpun bertanya kenapa saat ia menelfonnya tidak ada jawaban, Sahut Shena kalau ia lupa menaruh ponselnya.
Tak lama fidin memanggil Shena sambil memberikan ponselnya yang tak sengaja jatuh didalam mobilnya, tatapan sinis garil sedikit bingung. Tertegun shena dan senyum tipis mengambil ponsel dari tangan fidin mengucapkan terimakasih, saat fidin pergi garil langsung bertanya pada Shena kenapa bisa ponselnya ada pada fidin.
Tak mau berlama-lama dan membuat garil salah paham, shenapun memberitahu garil yang sebenarnya.
"Ya, mungkin ponsel gue nggak sengaja jatuh."
Tatapan sinis garil seketika berubah menjadi lagak tawa, "Udah, jangan tegang gitu dong" Mencubit pipi Shena sambil merangkul.
"Kamu nggak marah?."
__ADS_1
"Ya nggak lah, coba kalau semalem dia nggak nolongin kamu. Mungkin kamu udah dibawa pergi sama ayah kamu. Yaudah masuk yuk," Ajak garil.