BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Biang rusuh


__ADS_3

Ini masih lanjutan episode diatas ya.


Shena dan garil asik berbincang dengan secangkir minuman ditangan shena, candaan garil dengan tangan yang mencoba meraih jemari tangan shena berulang kali. Shena mengerutkan kening dan mencoba melepaskan pegangan garil dengan menepuk tangannya.


"Ihh lepasin." Tersenyum geli.


"Ini loh, coba gue liat ditangan lo kayak ada.. (terhenti)." Kembali memegang tangan shena.


Shena kembali menepis dengan candaannya dan melepaskan pegangan garil berulang, "Ada apa?, ada tangan-tangan modusnya?."


"Orang serius dibilang modus, emang dasar ya. Cewek mah gitu." Tertawa lirih.


Shena melirik tersenyum mengejek, "Iya.. cowok mah gitu. Bisanya ngebaperin tapi nggak mau tanggung jawab."


"Tapi itu nggak berlaku sama gue." Sahut garil tersenyum PD.


Dara dan raya berjalan sambil memakan buah pisang, melihat shena berjalan begitu akrab dengan garil menatap tajam dengan kesal. Shena kebawah sepatunya dan melihat tali sepatunya yang terlepas, tertunduk membenarkan tali sepatu. Garil berjalan menoleh shena yang tertinggal dibelakang.


"Kenapa?."


"Nggak papa, tali sepatu gue lepas. " Sahut shena segera bangkit menyusul garil berjalan sedikit cepat.


Terbesit dalam fikiran dara untuk membuat shena terjatuh, bersama raya berjalan santai disamping shena membuang kulit pisang dijalan yang dilewati shena. Garil menoleh pada teman didepan yang memanggilnya.


"Rasain lo." Bisik dara menatap raya dengan tawa lirih.


"Duluan ya." Ucap temannya itu.


Sitt...

__ADS_1


"Aaa.." Teriak shena yang terpeleset kulit pisang.


Spontan garil menoleh kearah shena, sementara shena yang tidak bisa mengendalikan tubuhnya pun menabrak garil. Garil yang kaget mencoba menangkap shena dan tanpa sengaja minuman ditangannya tumpah dibaju garil. Shena membuka perlahan mata tertegun saling menatap.


Dara yang kesal karena shena jatuh dipelukan garil berjalan menghampiri, melepaskan pegangan garil pada shena.


"Ihh.. apaan sih kalian. Dasar cewek centil, harusnya kalo lo mau jatuh ya tinggal jatuh aja. Ngapain juga pakek acara nabrak garil segala, dasar modus (ngomel kesal). Tu kan baju lo jadi basah say (mengelap baju garil)."


Garil melepaskan tangan dara dari bajunya, "Ihh.. lepasin deh."


Dara memuncungkan bibir bete, bicara berbisik kembali memegang baju garil namun garil yang risih berusaha melepaskan pegangannya.


Shena segera bangkit menatap tajam dara, "Ohh.. ternyata lo yang ngerjain gue. Pakek acara naruh kulit pisang segala, biar gue jatuh gitu."


Dara menjawab dengan gugup, "Si-siapa juga yang mau ngerjain lo. Nuduh banget sih, lo aja yang jalan nggak liat-liat."


"Masak sih.. Terus.. ini kulit pisang kenapa ada ditangan temen lo." Mengambil kulit pisang ditangan raya.


Sahut raya yang gugup, "E-emang yang makan pisang cuman gue doang apa!. Siapa tau ada monyet tadi.. iya kan dar (menyenggol tangan dara)."


Dara mengangguk, "Hmm bener banget."


"Gak ada monyet disini. Emang lo aja biang rusuh." Lirih shena.


Garil menggandeng tangan shena mengajaknya segera pergi dari tempat itu. Dara yang tidak senang dengan ucapan shena membuat rusuh suasana. Raya mencoba menenangkan dan menahan badan dara sembari pelan memberi isyarat sambil berbisik lirih kalau ada dosen yang mengamati mereka.


"Apasih ray.. Lepasin gue." Kesal dara.


"Itu.. liat dulu (Memegang wajah dara dan mengarahkan kebelakang)."

__ADS_1


Sapa raya, "Hhe, selamat pagi buk.." senyum garing.


Dara yang malu sedikit takut ikut menyapa dosennya.


Buk soya, "Apa yang kalian lakuin!." tegasnya.


Sahut raya bingung, "Hhe, nggak ngapa-ngapain buk. Tadi nih dara buk, tiba-tiba aja kesurupan. Tapi alhamdulillah tadi saya tepak kepalanya dan sekarang udah sadar (sambil menepuk pelan kepala dara)."


Dara semakin bingung menahan kesal dengan wajah melotot dan senyum terpaksa, "Hhe iya buk (menyubit pelan tangan raya)."


Raya tersenyum menahan sakit.


"Jangan buat ulah lagi kalian ya!. Kalau kalian buat rusuh lagi.. inget!. Nilai kalian jadi taruhan, bahkan kalian bisa gagal disemester ini." Peringatan keras buk soya.


"Hhe, ya nggak dong buk. Kita mah anak baik ya.." Dara memasang wajah khawatir."


Buk soya mengangguk memasang wajahnya yang garang berjalan anggun sambil melenggok-lenggok.


Dara melirik dan melihat dosennya berjalan sedikit jauh, mengomel pelan pada raya yang mengejeknya kesurupan."


Lanjutnya, "Lo yang kesurupan, gue jitak juga lo."


"Yehh.. masih untung gue bantuin lo. Kalo nggak di semester ini lo gagal mau lo?. Kalo gue sih ogah."


"Ohh.. gitu nih sekarang. Yaudah kalo gitu." Dara berjalan pergi meninggalkan raya."


Raya yang merasa salah mengucap, berjalan sedikit cepat menyusul dara.


"Hhe nggak gitu dar, lo kan temen gue yang paling pengertian." Rayu raya.

__ADS_1


Next👇.


Sambungannya ada di episode selanjutnya ya.


__ADS_2