
Merekapun tersenyum bersamaan, tiba-tiba garil mencium kening shena dan membuatnya kaget tidak bisa berkata-kata lagi.
"Dah aku pulang," Kata garil segera masuk mobil.
"Dah.." Ekspresi kaku shena yang masih tidak percaya.
Shenapun bingung mengekspresikan bahagianya, berteriak kegirangan memegang kening yang dikecup garil.
"Astaga astaga, nggak mimpi kan gue (menampar lirih pipinya). Ini nggak mimpi kok sen, aduh pengen pingsan gue butuh nafas buatan ini (memegang kepala pusing saking bahagianya). Aa.. chika" Teriaknya memanggil chika bergegas masuk.
Chika tiduran dikamar sambil bermain ponsel. Shena langsung membuka pintu kamar, masuk sambil berteriak memanggil chika.
"Chika.."
Chikapun kaget dan langsung terduduk, "Astaga, shena.. lo bisa nggak sih nggak usah teriak-teriak gitu. Ngagetin gue aja deh lo."
"Hhe sorry cik," Senyumnya.
"Emang lo kenapa sih, pulang teriak-teriak gitu."
Jawab santai shena, "Nggak papa (tersenyum senang)."
__ADS_1
Wajah chikapun langsung datar mendengar ucapan shena, "Hah, nggak papa?. Terus kalo nggak papa kenapa lo teriak-teriak gitu."
"Eh cik, lo tau nggak sih gue tadi pulang nabrak siapa" Tergesa shena duduk disamping chika dan mencoba menceritakan yang terjadi.
"Nabrak siapa?."
"Gue tadi, pulang.. nabrak mantan terindahnya garil," Ungkap shena.
"Seriusan?."
Angguk shena, "Iya.."
Sahut chika dengan guyonan, "Terus, kenangannya masih nempel dimobil garil dong."
Tawa chika, "Hhe, iya-iya bercanda gue. Terus dia gimana?."
Sambung shena, "Terus.. dia jatuh."
Tatapan polos chika, "Jatuh cinta?."
Sahut shena sedikit emosi dan tawa, "Cika.. elo mah benda terus deh. Ya jatuh kebawah lah, kalo ditabrak pakek mobil bisa jatuh cinta gue juga mau ditabrak tiap hari sama garil."
__ADS_1
"Ihh dasar lo lebay deh," Tawa geli chika menepuk pelan tangan shena.
Shenapun ikut tertawa geli lalu berdiri, chikapun bertanya mau kemana dia.
Sahut shena menuju lemari pakaian, "Ganti baju lah."
"Duduk dulu, ceritain kayak gimana lanjutannya."
"Lain kali ah, lagi males gue cerita sama lo sekarang (mencari baju ganti)."
Berjalan mengganti baju menuju kamar mandi, chikapun berteriak menggoda shena untuk menceritakan kembali.
"Bodok ah."
Didalam kamar mandi shena berdiri didepan cermin memandangi keningnya tersenyum lepas.
"Santai sen santai," Menghelakan nafas kembali tersenyum saat mengingatnya.
Chika yang mendengar tawa shenapun mengerutkan kening heran, "Tu anak kenapa sih, cekikikan gitu. Masak iya karena gebetannya ketemu sama mantannya. Biasanya kan kalo orang normal itu jealous ya, tapi ini malah haha hihi. Jangan-jangan udah nggak normal tu anak, jadi ngeri gue."
Sambil tiduran, garilpun teringat yolanda.
__ADS_1
"Kenapa sih gue harus ketemu sama yola, udah bagus-bagus dia diluar negeri. Ngapain juga gue mikirin dia nggak penting banget, inget ril sekarang udah ada shena yang jauh lebih baik dari dia."
(Note : Flashback masa-masa SMA, dimana garil pernah menjalin hubungan bersama yolanda pada masa-masa SMA yang lebih dari 3 tahun. Garil berusaha sabar dengan penghianatan yang sering yola lakukan padanya, selalu berusaha memaafkan perbuatan Yola dan selalu membuka hati untuknya. Hingga saat kelulusan mereka, yola pun kembali menghianati garil dimana ia memilih memutuskan hubungannya dengan garil demi menyusul selingkuhannya dan melanjutkan kuliah di jerman. Disitulah garil sudah putus asa, dan berusaha melupakan Yola karena baginya sudah cukup penghianatan yang dilakukan yola).