BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Wajah bahagia


__ADS_3

Next👇.


Masuk ke dalam mobil dengan tawa riang dan baju yang basah, didalam mobil Shena merasa kedinginan. Tanya Garil pada Shena apakah ia kedinginan, angguk Shena dengan senyum tipis.


Tawa Garil mengejek, "Nah kan kedinginan, siapa tadi yang suruh main ujan-ujanan."


Garil mengambilkan selimut miliknya yang dia bawa di belakang mobil dan memberikan pada Shena menyuruhnya untuk memakai.


Shena menatap sedikit bingung, "Lo ngapain bawa selimut didalam mobil" tertawa lirih.


"Ya.. nggak papa, biasa bawak aja."


Shena menolak dan memberikan pada Garil menyuruhnya untuk memakai karena dia lebih membutuhkan


"Nggak, nggak usah. Lo aja yang pakek. Kan lo yang kedinginan, tu sampek menggigil. Udah pakek aja gue nggak kedinginan kok, ntar lo masuk angin lagi."


Tawa lirih Shena mengejek Garil, "Ihh, emang cowok nggak bisa masuk angin apa. Udah lo aja yang pakek (memberikan lagi pada Garil).


Terjadi sedikit perselisihan saling bercanda.


Tawa lirih garil, "Kita, kalo debat terus bisa-bisa nggak jadi pulang nih."


Balas Shena, "Yaudah, kita bakal pakek bareng ni selimut."

__ADS_1


Menaruh selimut dipundak Garil, saling menatap lembut beberapa saat. Tegur Shena bertanya pada Garil apakah dia tidak akan mengantarkannya pulang, gugup Garil segera menyalakan mobil.


"I-iya, kita pulang."


Ditengah perjalanan Shena merasa begitu dingin, mengusap-usap tangan sambil meniup. Garil menyuruh Shena untuk memakai saja selimutnya, jawab Shena kalau dia tidak kenapa-napa hanya sedikit dingin dan bukan masalah yang besar.


Lembut Garil memegang tangan Shena, tertegun Shena dengan perasaan tak menentu.


Ucap Shena, "Mmm.. gue, makasih banget sama lo. Karena lo udah mau bantu gue, lo udah jadi salah satu orang yang selalu ada buat gue. Lo juga, udah jadi salah satu orang yang bisa buat hidup gue bahagia dan ngilangin rasa sedih gue. Yang pasti gue cuman bisa ngucapin terimakasih sama lo."


"Kenapa harus ngucapin terimakasih. Jujur, gue seneng kok bisa dekat sama lo, gue seneng bisa jadi salah satu orang yang bisa buat lo bahagia. Bisa buat lo senyum, dan gue harap senyuman itu nggak hilang lagi dari wajah cantik ini."


Malu-malu Shena memalingkan pandangan, "Apaan sih lo."l


Sesaat, Shena merasa begitu mengantuk dan menyandarkan kepala di kursi mobil. Tidak lama Shena pun tertidur dengan lemas dan membuatnya hampir terjatuh, dengan sigap Garil memberikan sandaran untuk shena di bahunya.


Tiba-tiba Garil hampir menabrak kucing dan membuatnya berhenti terkejut, begitupun Shena yang hampir terjatuh kedepan. Garil pun langsung memegang badan Shena, sayup Shena membuka mata bertanya lirih pada Garil apakah mereka sudah sampai.


Lirih Garil, "Nggak kok belum, tadi hampir nabrak kucing."


Shena menggandeng tangan Garil bicara lemas, "Yaudah, gue numpang tidur ya."


Senyum Garil, "Iya.. udah tidur aja."

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka sampai, Garil melihat shena yang masih tertidur pulas dan tidak tega membangunkannya. Garil membenarkan posisi Shena dan menyandarkan kepalanya dikursi, membuka pelan seat belt Shena yang begitu susah. Terbangun Shena membuka mata, kagetnya melihat wajah Garil yang ada di depannya. Spontan, iapun langsung menampar wajah Garil.


"Ihh, lo mau apain gue!. Mau macem-macem lo ya" menunjuk.


Sahut Garil sambil memegang pipinya kesakitan, ia hanya ingin membantunya membuka seat belt dan tidak ada maksud jahat, karena tadi dirinya sedang tertidur begitu pulas.


Shena memasang muka bersalah dengan tertawa lirih, mengusap pipi Garil yang ia tampar dan meminta maaf.


"Maaf ya, nggak sengaja bener gue. Sakit ya?" mengusap lembut pipi Garil.


"Iya udah nggak papa kok, nggak sakit juga" senyum tipis.


Dengan candaan, Shena mengatakan jika tamparannya tidak sakit maka ia akan menamparnya lagi.


Tolak Garil, "Ya jangan lah, tega banget."


Saling menatap, Shena pun segera keluar dari mobil dan bertanya pada Garil apakah dia tidak mau masuk dulu kerumah. Tolak Garil mengatakan kalau ini sudah malam dan mungkin lain hari akan main.


"Berani masuk nggak?. Kalau nggak gue anter" modus Garil


"Ya berani lah, orang nggak ada apa-apa juga."


Tawa mereka saling menatap, ucap Garil berpamit untuk pulang.

__ADS_1


"Iya, hati-hati ya" sahut Shena sambil melambaikan tangan.


***


__ADS_2