
Pagi hari shena dan chika terbangun dari tidurnya, shena bangkit dari tempat tidur membuka tirai jendela menikmati angin pagi sambil menarik tangannya yang terasa pegal.
"Duhh, enak juga. Eh cik apa kegiatan lo hari ini?" Tanya shena berbalik badan.
Sahut chika lemas, "Tidur.."
"Yaelah lo mah. Hari ini kayaknya gue pengen buat kue deh, ikut gue ke toko yuk beli bahan-bahan" Kata shena.
"Toko mana?" Tatapan sayu chika.
"Toko bangunan!. Dahlah gue mau mandi dulu (senang shena)."
Lirih chika berfikir keras menaikan sebelah bibir dengan bingung, "Emangnya ditoko bangunan jual bahan-bahan buat kue, yang ada mah semen, batu bata. Mau buat kue apa buat rumah tu anak," Bertanya pada diri sendiri.
...
Selesai bersiap-siap, shena segera pergi dan mencari bahan-bahan yang diperlukan.
"Nggak ikut lo?,"
Sahut chika, "Nggak ah, gue juga nggak bisa buat kue. Kalo makan bisa sih, hhe."
"Yaudah, gue pergi dulu. Dah.."
"Dahh."
Tak lama, shena tiba dan bergegas mencari bahan-bahan yang ia perlukan. Tak sengaja botol mentega yang dipegangnya terjatuh dan menggelincir, iapun mencoba mengambil dengan membungkuk-bungkuk.
"Ahh, elah nyusain gue aja" Lucunya bicara pada botol mentega.
__ADS_1
Shenapun langsung berbalik badan sambil berjalan, dengan kaget ada laki-laki berada tepat dibelakangnya. Spontan ia kaget melempar keatas botol mentega yang ada ditangannya dan tidak bisa menyeimbangkan badannya.
Gesit laki-laki itu menangkap shena dan botol mentega, shena yang menutup matanyapun mengintip dengan sebelah mata. Karena merasa kenal dengan laki-laki itu iapun membuka kedua mata dengan wajah polos, dimana itu fidin dengan kaget langsung meminta fidin melepaskan pegangannya.
"Ngagetin gue aja lo sih lo."
Lalu fidin memberikan botol mentega ditangannya pada shena, shena segera mengambil dan mengucapkan terimakasih. Shena kembali mencari bahan-bahan yang belum ia ambil, tak pergi fidin tetap berdiri disamping shena.
"Lo nggak pergi?" Kata shena.
"Kenapa?, ada yang harus gue beli juga" Ucap fidin.
Shena hanya mengangguk, fidin kembali melemparkan pertanyaan.
"Lo sendiri beli apa?."
Senyum tipis fidin, "Mau masak juga?."
Tawa garing shena, "Mau bikin gedung. Ya mau masak lah, udah ah gue mau pulang. Duluan ya."
"Hhe, bener-bener cewek unik" Lirih fidin.
Tiba dirumah, shenapun segera masuk dan bergegas pergi kedapur.
"Masak-masak.." Senang shena.
Chika yang duduk diruang tamu menyapa shena, "Pulang sen?."
"Mau ikut buat kue?."
__ADS_1
"Nggak bisa, lo aja." Sahut chika sambil makan-makanan ringan.
Didapur, shena langsung menyiapkan barang-barang dan alat untuk membuat kue.
Tak lama garil datang, sambut hangat chika menyuruh garil segera masuk.
"Mana shena?" Tanya garil.
"Ada didapur, lagi dong buat kue katanya. Kesana aja." Ujar chika.
"Nggak papa ni?."
"Nggak papalah, masuk aja."
Garil segera masuk menghampiri shena berdiri dibelakang mencoba mengagetkannya, belum sempat mengagetkan shena sudah berbalik badan. Iapun kaget dan tak sengaja menyiramkan gandum ditangannya ke wajah dan badan garil.
"Astaga, garil!. Sorry sorry aku nggak sengaja, lagian kamu ngapain dibelakang aku (membersihkan gandum diwajah dan baju garil). Yah, jadi putih semua muka kamu (tawa lirihnya).
Garil membuka mata, dengan wajah datarnya meniupkan gandum yang masuk ke mulutnya.
"Wuss.. nggak papa," Memelaskan wajah.
Tawa geli shena, "Hehehe, sorry refleks tadi."
"Seneng banget ketawanya?"
"Lucu. Hhahha,"
Gemas garil membagikan tepung diwajahnya dan mengoleskan pada wajah shena. Mereka tertawa bahagia, membuat kue bersama dan diiringi kejailan-kejailan yang mereka lakukan.
__ADS_1