BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Rasa apa?


__ADS_3

Didalam ruang kampus, jam istitah berbunyi dan dosen meminta mahasiswa/i mengumpulkan hasil diskusi mereka lalu keluar. Shena dan Chika berjalan menuju kantin, tiba dikantin mereka langsung memesan makanan.


Setelah selesai makan, seperti biasa Shena menuju perpustakaan untuk meminjam beberapa buku yang diperlukan untuk belajar. Sementara Chika yang tadinya ingin ikut Shena, melihat Exel yang baru datang dan mengurungkan niatnya lalu menyusul Exel.


Shena mengerutkan bibir, "Hmm, mulai deh tu anak."


Exel dan Chika saling menyapa dan bertanya Shena akan pergi kemana, Chika menjawab seperti biasanya Shena akan pergi ke perpustakaan. Exel lalu mengajak Chika menuju taman kampus, berjalan beberapa langkah tiba-tiba Garil memanggil. Exel dan Chika berbalik badan, garil bertanya pada mereka dimana Shena dan akan pergi kemana mereka.


Sahut chika, "Biasalah, diperpuskaan dia. Dan kita mau keliling kampus."


Garil tertawa lirih, "Ngapain keliling kampus, kurang kerjaan deh kalian" mencari Shena.


Lirih Chika, "Hmm, orang kalo baru pdkt gitu ya. Btw makasih lo makanan kemarin (berteriak pada Garil)."


Jawab Garil dengan berjalan sedikit cepat, "Sama-sama."


Didalam perpus dengan memegang 3 buku ditangannya, Shena mencari 1 buku lagi yang bisa menambah referensi. Sambil melihat-lihat keatas, shena melihat sebuah buku yang menurutnya sangat berhubungan dengan hidupnya. Sebuah buku yang bertajuk "Pentingnya menjaga mental".


Shena mencoba meraihnya dengan tangan. Letak buku yang terlalu tinggi membuatnya tidak bisa mencapai, dengan tidak kehabisan ide Shena mengambil sebuah kursi dan menaikinya.


Melihat buku itu sambil mengusap debu dibuku dengan tangannya, saat mencoba turun tanpa disadari tali sepatu Shena terinjak ldan membuatnya terjatuh dan berteriak. Garil yang melihat Shena terjatuh, dengan sigap langsung menangkapnya. Shena yang merasa ada seseorang menangkapnya, membuka mata dan lagi-lagi itu Garil.

__ADS_1


Ucap Garil dengan menggoda, "Betah banget, nggak mau turun nih."


Spontan Shena dengan dengan gugup bergegas turun sambil meminta Garil melepaskan pegangannya, tali sepatu yang belum ditali membuatnya terjatuh kebawah menimpa Garil. Rambut Shena menutup wajah Garil, perlahan Garil menyingkirkan rambut Shena dibarengi Shena membuka sebelah matanya.


Shena dengan mata sedikit melotot segera bangkit dari tubuh Garil, "Ihh.. apaan sih lo pegang-pegang rambut gue segala!. Modus banget."


Akting Garil berdiri memegang kepala, "Aduhh, kepala gue sakit. Lo, siapa ya?"


"Nggak usah drama deh."


Garil memasang wajah kesakitan, "Aduhh, gue insomnia deh."


Shena berjalan pergi dengan hanya membawa 3 buku lalu meninggalkan Garil, Garil tersenyum dan melihat buku yang akan dipinjam she6na lupa ia bawa.


Garil mengambil dan sedikit membaca lirih, "Pentingnya menjaga mental."


Garil tersenyum sedikit sedih mengalihkan pandangan dari buku itu, lalu berbalik memanggil Shena berjalan sedikit cepat. Shena menoleh sambil menghelakan nafas.


"Apa lagi sih."


Saling menatap, lirih Garil meniup wajah Shena yang terus menatapnya. Terkejut Shena dan berkedip, ia kembali bertanya kenapa dia selalu mengikutinya. Garil mengangkat buku yang ada di tangannya sambil mengatakan kalau buku yang akan ia pinjam lupa untuk di bawa.

__ADS_1


"Oh iya, Makasih."


"Candu banget" lirih Garil.


Garil menyusul Shena yang menemui penjaga perpus, mengambil 1 buku sembarang untuk dia pinjam. Berjalan dan memberikan buku yang akan dipinjam dengan fokus pada wajah Shena. Shena langsung tertawa saat melihat buku yang dibawa Garil, bingung Garil menatap heran dan bertanya apakah ada yang salah dengan wajahnya.


Lanjut Shena tertawa, "Hha,muka lo nggak salah. Tapi, kayaknya lo emang bener-bener amnesia deh. Lo itu jurusan bisnis, bukan perawat hha" ucap Shena berjalan keluar perpus.


Garil sedikit terkejut dan langsung melihat buku yang diambilnya, tertawa lirih sambil mengusap wajah, "Malu-maluin aja lo Ril, buk nggak jadi bukunya" berlari menyusul Shena.


Senyum Shena teringat tingkah konyol Garil, "Ada-ada aja tu anak."


"Seneng banget ya" ucap Garil berjalan mengiringi Shena.


Shena kembali tertawa dan bertanya mana buku yang dipinjamnya.


"Nggak jadi lah."


Senyum malu Garil dan tawa riang Shena mengiringi langkah mereka.


***

__ADS_1


__ADS_2